
"Awas!" teriak Dara langsung mengibaskan selendang pemberian Selir Min Hwa. Membuat jarum tersebut terpental kembali dan mengenai dahan dan bunga yang langsung layu dan mengeluarkan asap hingga hancur.
"Itu racun yang sangat mengerikan," ucap Dara.
"Iya, itu adalah racun lidah api!" balas Li Phin.
Jang Min dan Dara melesat berusaha untuk menangkap keduanya, pertempuran terjadi, "Aku tidak menyangka jika kedua Selir ini memiliki ilmu beladiri yang sangat hebat! Siapa mereka sebenarnya?" batin Jang Min.
Jang Min terus melesat berusaha untuk membekuk Selir Chien selir ayahnya, "Kau tidak akan mudah menangkapku, Jang Min.
"Aku tidak tahu mengapa kau bisa sekamar dari racun teratai milikku sewaktu kau kecil? Sialan, jika aku tahu Ratu Li Hun menyembunyikanmu, aku akan membunuhmu dengan sadis dulunya!" ujar Selir Chien.
"Hahaha, Dewa tidak ingin membuat kalian menang Selir Chien, sekarang aku semakin yakin jika semua ini adalah ulah kalian berdua," hardik Jang Min.
"Hahaha, kalian harus mampus!" teriak Selir Chien. Semua prajurit sudah mengepung dan berusaha untuk membantu.
"Jangan! Biar, aku saja!" ujar Jang Min. Ia merasa Selir Chien berhutang nyawa dengannya.
Sementara Dara melawan Selir Qin, "Sialan! Jangan kabur! Kau telah berhasil membunuh Ibuku Jang Mei, kau harus mati!" teriak Li Phin.
Dara melesat menarik selendangnya dan berusaha untuk menangkap Selir Qin. Akan tetapi Selir Qin begitu lihai berkelit dan melancarkan serangan, "Sial! Aku tidak membawa pedangku," batin Dara.
"Gerakanmu sangat luar biasa Li Phin, aku tidak mengangkat kau akan benar-benar berhasil menguasai dan selamat dari racunku!
"Padahal dari kecil aku sudah berusaha untuk membunuhmu! Tapi kau selalu saja berhasil selamat!" teriak Selir Qin.
"Dasar, Biadab! Apa salahku padamu Selir Qin? Jika kau meracuni Ibuku kau juga pasti yang meracuni adikku Li Yun?" teriak Li Phin.
"Hahaha, tentu saja! Aku tidak ingin putra Min Hwa atau putri Jang Mei yang akan mewarisi Istana Persik," ujar Selir Qin berkelit dengan meluncurkan selendangnya.
Dara melesat dan berjalan di selendang Selir Qin, buk! Dara melancarkan tendangan tepat ke wajah Selir Qin. Namun, Dara lengah dari balik selendang Selir Qin, ia melepaskan pedangnya menghunus tepat ke jantung Li Phin.
Trang!
Sebuah pedang langsung menyerang ke arah Selir Qin, "Suamiku!" teriak Selir Qi, ia tak menyangka jika Li Sun berada di sana. Selir Qin mengira jika Li Sun telah pergi ke luar Kota Chang An.
"Jangan panggil aku suamimu Qin Chai Cu! Aku menyesal menyayangimu ternyata kau adalah musuh di dalam selimut!' teriak Li Sun berusaha menebas dan membunuh istrinya.
"Hahaha, apa! Kau menyayangiku? Aku tidak pernah merasa kau menyayangiku Li Sun. Kau terlalu mencintai Jang Mei, aku membencimu, Li Sun. Semua ini karenamu! Kau lebih menyayangi Min Hwa setelah kematian Jang Mei, kau tidak pernah memandangku!" teriak Selir Qin marah ia terus berkelit dengan pedang beracunnya.
"Phin,'er! Menjauhlah, biar aku yang akan menghukumnya!" teriak Li Sun.
Pertempuran semakin sengit, "Aaa!" jeritan Selir Qin, saat pedang Li Sun mengenai Selir Qin tetapi jarum beracun Selir Qin mengenai dada Li Sun hingga ia terjatuh bersamaan dengan tubuh Selir Qin.
Sebuah bayangan hitam melesat ingin membunuh Li Sun, trang! Pedang Dara menangkis serangan pedang si bayangan, ia mengambil pedang ayahnya yang terjatuh secepat kilat menangkis serangan pria bayangan tersebut.
"Jangan mencoba membunuh Ayahku, Bajingan!" teriak Dara melesat secepat kilat berusaha untuk menghancurkan bayangan tersebut.
"Jahanam! Tangkap mereka berdua!" teriak Jang Min. Seluruh prajurit langsung mengejar Selir Qin dan Selir Chien.
"Ayahanda! Ayahanda!" pengawal bawa Ayahanda ke kamarku dan panggil Tabib Luo!" teriak Dara.
"Li Phin, tolong apa pun lakukanlah sebelum racun menyebar!" ujar Dara di dalam benaknya.
"Ambil obat kapsul di lengan bajumu Dara! Pilih yang berwarna hitam," ujar Li Phin Dara langsung mengambil kapsul dan memasukkan ke dalam mulut Li Sun.
"Kita akan mengetahui siapa Selir Chien dan Selir Qin. Apa hubungan mereka dengan Ketua Sekte Racun Hitam Lu Dang," ujar Dara.
"Siapakah pria itu?" tanya Li Phin di dalam benak Dara mereka terus mengikuti tubuh Li Sun yang dibawa oleh prajurit ke kamarnya
Tabib Luo langsung mengobati Li Sun, "Tendangan bayangan dari sekte Racun Hitam Lu Dang. Apakah kau bertarung dengan Ketua sekte Ludang Jenderal Li?" tanya Tabib Luo.
"Apa?! Aku tidak tahu, aku hanya melihat bayangan hitam saja yang melesat menyelamatkan Selir Qin dan Selir Chien," jawab Li Sun, ia mulai bernapas dengan teratur.
Jang Min masih memerintahkan semua prajurit dan jenderalnya untuk terus mengejar kedua selir dan berjaga di kekaisaran.
Jang Min melesat ke kamar melihat ke arah mertuanya, "Tabib Luo! Bagaimana keadaan Ayahanda Li?" tanya Jang Min.
"Dia sudah mendapatkan pertolongan dari Permaisuri, tapi ini adalah tendangan dan racun hebat dari Ketua sekte Lu Dang. Apakah yang menolong mereka adalah Ketua sekte racun hitam Lu Dang?" ujar Tabib Luo membuat akupuntur dan membuat Li Sun muntah darah segar.
"Apa? Ketua sekte hitam? Tapi kata orang, 'Ketua sekte racun aliran hitam Lu Dang itu telah lama pensiun!' jika benar itu dia. Apa hubungannya dengan kedua selir tersebut?" ucap Jang Min berusaha mencerna segalanya.
"Lalu apa rencanamu, Permaisuriku?" ujar Jang Min melihat Li Phin masih memegang tangan ayahandanya.
"Sabarlah, aku telah menyuruh Jenderal Ming Fai untuk mengikutinya, aku tidak menyangka jika mereka harus berkomplot dengan ketua Lu Dang. Aku harap Jenderal Ming Fai tidak mendapatkan masalah," ujar Dara.
"Baiklah, sebaiknya kita menunggu saja!" ujar Jang Min.
"Lapor Yang Mulia! Pangeran Ke-2 Limen Utara Liang Xi, terkena racun dari bayangan yang merebut kedua selir," ujar pengawal.
"Apa? Ayo bawa dia ke ruangan tamu, Tabib Luo tolong periksa Pangeran kedua Limen Utara. Aku tidak ingin terjadi apa pun padanya," ujar Jang Min khawatir.
"Maaf Yang Mulia Kaisar, aku tidak bisa membagi tubuhku saat ini pengobatan Jenderal Li Sun sedang di tahap kritis. Jika Kaisar tidak keberatan Permaisuri Li Phin yang akan mengobatinya," ucap Tabib Luo.
"Baiklah! Istriku, ayo, kita obati Pangeran kedua Limen Utara!" ajak Jang Min.
"Baiklah, Suamiku!" balas Dara mengikuti Jang Min ke kamar tamu. Dara dan Li Phin serta Jang Min melihat tubuh Liang Xi sudah membiru.
"Dara totok nadinya dan masukkan kapsul berwarna merah!" instruksi Li Phin.
"Dayang rebus ramuan ini," ujar Dara memberikan instruksi kepada dayang yang langsung berlari ke dapur istana.