Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Season 2. Keabadian Cinta - Janji sehidup semati dan konspirasi


"Jika saya boleh tahu, siapakah kekasih Yang Mulia Putri?" tanya salah satu Dewa kecil.


"Qinglong si naga hijau dari klan Qiulong," balas Long Mei.


Ucapan Long Mei, membuat Qinglong terperanjat, ia tak menyangka jika Long Mei memiliki perasaan yang sama dengannya. Ia hanya menatap ke arah Long Mei dengan rasa penasaran dan ketakutan jika semua ucapan itu hanyalah untuk menolak pinangan klan naga Tianlong.


"Apakah Putri benar-benar mencintaiku atau hanya membuat alibi untuk menolak pinangan saja?" batin Qinglong, ia masih memperhatikan long Mei yang tersenyum memandangnya.


"Apa arti kalimat itu, maksudnya dia mencintaiku atau mengejek diriku?" batin Qinglong penasaran.


"Qinglong, benarkah yang dikatakan oleh Putri Long Mei?" tanya Dewa kecil (Dewa yang tidak terlalu terkenal diluar 8 Dewa yang terkenal di Tiongkok) tersebut dengan bijaksana.


"Benar Yang Mulia Dewa!" balas Qinglong, ia hanya ingin menyelamatkan sang putri dari pinangan karena sang putri sendiri tak menginginkan hal itu.


"Baiklah, jika begitu!" ujar Dewa kecil tersebut, Mari kita pulang Tianlong!" ajak Dewa kecil.


Mereka kembali pulang ke kayangan bersama naga klan Tianlong, "Apa yang kalian lakukan?" tanya Dewa kecil, yang masih tahap proses menuju kedewaan. 


Tianlong, Yinlong, dan naga yang lain menyemburkan api membunuh si Dewa kecil,


"Sekarang mari, kita hancurkan dan musnahkan klan Panlong, sesuai dengan rencana kita!" ujar Tianlong.


"Ayo, aku pun sudah muak melihat klan naga Panlong yang terlalu baik itu!" balas Yinlong.


Mereka melukai dan membunuh Dewa kecil dan klan Naga Panlong yang baik tersebut, membuat kudeta seakan Qinglong dan Long Wan yang telah melukai dan membunuh klan naga Panlong tersebut.


"Aku 'kan ke kahyangan melaporkan jika, Long Wan dan Qinglong berseteru karena Qinglong tak ingin jika Long Mei menikah denganku," usul Tianlong.


"Wah, itu usul yang sangat bagus sekali! Aku setuju!" balas Yinlong.


Semua klan naga berkonspirasi jika Long Wan dan Klan Qiulong ingin memperluas ekspansi dan ingin menyerang istana langit namun, mereka berseteru. Mereka bersama-sama menyerang dan membunuh klan Long Wan dan Qiulong. merencanakan segalanya dengan matang.


Klan naga Tianlong bersekutu dengan iblis neraka dengan meminjam kekuatan iblis neraka tersebut, untuk menghancurkan para naga dan melimpahkan semua kesalahan pada klan Long Wan dan Qiulong. 


***


Sementara Long Mei dan Qing Long berada di bagian istana Long Wan yang lain, setelah kepulangan Dewa kecil dan para klan naga. Qinglong masih berjalan di belakang putri Long Wan.


"Apakah aku harus bertanya? Tapi, jika itu hanyalah alasan Tuan Putri, rasanya aku sedikit malu. Tapi … jika aku tidak bertanya. Bagaimana aku tahu?" batin Qinglong bertanya-tanya di dalam hati.


Ia masih berjalan pelan mengiring sang pujaan hati, satu hal yang diketahui oleh Qinglong jika cintanya tulis dan tak terbatas oleh waktu dan apa pun. Ia akan terus mencintai dan mengasihi Long Mei.


"Putri, bisakah saya bicara sebentar?" tanya Qinglong sedikit malu, ia langsung jatuh berlutut.


"Bangunlah, Qinglong. Apa yang ingin kamu katakan? Jika mengenai ucapanku tadi, itu tak perlu kamu tanyakan. Itu adalah benar adanya jika aku memang mencintaimu," ujar Long Mei, ia menatap ke arah Qinglong.


Deg!


Qinglong terperangah, ia tak menyangka jika mimpi-mimpi malamnya menjadi nyata, selama ini ia hanya berharap dan mencintai Putri Long Mei di dalam diam.


"Benarkah, Yang Mulia Putri? Tapi, saya hanyalah seorang pengawal. Apakah itu tidak terlalu berlebihan?" tanya Qinglong, ia merasa tidak pantas dicintai oleh seorang putri yang sangat cantik jelita.


Walaupun siang dan malam, ia sangat merindukan dan mencintai Long Mei dengan segenap rasa yang sulit untuk dilukiskan.


"Apakah kau tidak mencintaiku Qinglong?" tanya Long Mei menatap wajah Qinglong. 


Long Mei merasakan kepahitan di sanubarinya, tetapi ia berusaha untuk menahan dan menerima takdir jika cinta tidak bisa dipaksakan.


"Aku sangat mencintaimu Tuan Putri, hanya saja saya sadar siapa diri saya," balas Qinglong, ia tak ingin batasan itu membuatnya semakin terhimpit.


"Jangan khawatir, sayembara sebagai pengawalku itu hanyalah kamuflase, Ayahanda sengaja mencari seorang suami tanpa diketahui oleh orang lain agar memudahkan untuk melihat siapa yang benar-benar tulus di dalam menyayangiku," balas Long Mei.


"Oh, benarkah Yang Mulia Putri?" tanya Qinglong tak percaya.


"Ayo, kita pergi ke lembah?" ajak Long Mei.


Keduanya terbang melesat ke lembah indah dengan penuh bunga, keduanya saling duduk berdekatan dan menyentuhkan kepala, keduanya saling tatap, tersenyum, dan malu-malu Qinglong beringsut mendekati pujaan hatinya.


"Aku mengira kamu tidak akan pernah sedekat ini denganku Qinglong, kau selalu saja menghindariku." Long Mei menatap mata kekuningan Qinglong mirip emas yang berkilau bening.


"Maafkan, aku Putri! Aku … aku takut membuat kesalahan jika aku terlalu mendekatimu. Jantungku selalu mau lepas rasanya, selain itu aku …," Qinglong tak ingin kurang ajar pada pujaan hatinya.


"Apa? Apakah kau ingin menciumku?" tanya Long Mei, tanpa malu-malu.


Bruk! 


Qinglong langsung terpeleset dari tebing meluncur ke bawah dan menabrak bebatuan.


"Qinglong!" teriak Long Mei, ia langsung melesat menukik menyambar tubuh kekasihnya yang jauh lebih besar.


"Maafkan aku! Jika aku tahu begini aku tak akan mengatakannya," ujar Long Mei, ia menyesali perbuatannya, Qinglong langsung mendekatkan bibirnya mencium sisi wajah Long Mei.


"Qinglong!" pekik pelan long Mei sedikit malu tapi mau, ia langsung membalas ciuman Qinglong dengan bergairah.


Keduanya berulang kali berciuman, tetapi mereka selalu saja melagakan taringnya. Membuat Long Mei, tak sabaran.


"Qinglong! Kau bukan mau memakanku 'kan? Mari aku ajari!" ujar Long Mei.


Mereka kembali berciuman dan benar-benar bahagia dengan rasa malu, "Aku rasa, aku butuh sering-sering melakukannya. Um, apakah boleh setiap hari kita berciuman?" tanya Qinglong dengan polos.


"Tentu saja!" balas Long Mei, ia merasa geli melihat kekasihnya.


Qinglong tersenyum mendekatkan kepalanya pada Long Mei, ia menjulurkan lidah cabangnya untuk membelai sisik merah berkilau milik kekasihnya sebagai rasa sayang dan cinta yang luar biasa.


 Long Mei begitu bahagia, perlakuan Qinglong membuatnya melayang ke langit biru, mereka kembali berciuman dengan mesra berjanji sehidup semati hingga ajal yang memisahkan.


"Aku berjanji akan selamanya mencintaimu Long Mei, walaupun raga tak lagi bersamaku. Aku berharap kau akan tetap menjadi istriku," ujar Qinglong dengan penuh keyakinan.


"Terima kasih Qinglong, aku pun akan selalu mencintaimu hingga ragaku tak utuh lagi. Aku akan tetap mencarimu hingga berpuluh bahkan ribuan kali terlahir di dunia ini," sumpah Long Mei.


Keduanya memadu kasih dengan rayuan dan cinta menikmati malam bulan purnama dan tersenyum, tidur di hamparan cadasnya tebing, saling membelitkan tubuh mereka.


Hingga ciuman itu berubah menjadi suatu tuntutan yang panas dan bergairah membangkitkan debar gairah berbeda di hati Qinglong dan Long Mei, membuat keduanya ingin melampiaskan hasrat mereka yang sudah mulai mendesak.


"Tentu saja! Aku senang sekali Qinglong," balas Long Mei.


Keduanya saling berpelukan, "Ayo, kejar aku!" ujar Long Mei, ia terbang tinggi dan keduanya saling berkejaran terbang melintasi alam dengan tawa dan kebahagiaan.


Mendaratkan kaki mereka di permukaan air dan saling berlomba menyemburkan api, hingga Qinglong mengukir nama mereka berdua di sebuah cadas tebing dengan semburan apinya. 


[Teruntuk istri dan kekasih abadiku, Long Mei si Naga Merah dari yang selalu mencintaimu Qinglong si Naga Hijau] 


Pahatan indah itu tertulis di tebing batu cadas tersebut, "Ini sangat indah sekali Qing Long," ujar Long Mei, ia menitikkan air mata haru.


Long Mei tak menyangka jika kekasih hatinya begitu luar biasa di dalam mengasihinya.


Long Mei pun ingin memberikan tanda cinta untuk kekasih impiannya,  menambahkan semburan api airnya di bawah pahatan cinta Qinglong.


[Walaupun raga dan jiwaku tak lagi bersatu, aku akan terus mencarimu hingga dunia ini tak ada lagi, untuk kekasih dan suamiku Qinglong si Naga Hijau dariku yang selalu menantikanmu, Long Mei si Naga Merah] 


"Oh, Long Mei!" balas Qinglong dengan semua rasa yang tak lagi mampu melukiskan rasa kebahagiaan mereka.


Keduanya pulang ke istana Long Wan, "Ayahanda! Apa yang terjadi?" teriak Long Mei, ia melihat seluruh istana hancur lebur dan ayahnya Long Wan terluka.


"Istana Langit telah mengirimkan pasukannya untuk menghancurkan kita, Qinglong pergilah lihat ayahmu? Aku tidak yakin jika ayahmu pun selamat!" ujar Qinglong, luka di sekujur tubuh Long Wan begitu mengerikan.


"Baik Yang Mulia! Long Mei, rawat dan lindungi Ayahanda," ucap Qinglong langsung melesat ke tebing yang sangat jauh di daerah Mongol, ia melihat asap telah membumbung tinggi dari perkampungan klan miliknya.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" batin Qinglong langsung tebang secepatnya menuju ke rumahnya.


"Apa salah kami hingga Kaisar Langit Yu Huang (Yu Di) menyerang kami?" batin Qinglong.


Qinglong melihat jika ayah, ibu dan seluruh klannya telah tewas. Ia terduduk lesu dengan air mata yang bergulir di pipinya.


"Aaa! Siapa yang telah melakukan semua ini? Apa salah kami Kaisar Yu Huang?"" teriak Qinglong, ia tak mengerti.


"Mengapa? Mengapa?" teriak Qinglong mencakar dan menyemburkan api, 


Qinglong tak mengerti kesalahan klannya dan Long Wan, hingga kaisar langit harus menghancurkan semua keluarganya dengan kepahitan dan air mata.


"Mereka sungguh kejam, tak satu pun yang menyisakan klan milikku hingga telur-telur tanpa dosa ini pun mereka pecahkan," ujar Qinglong melihat anak dari klannya harus tewas sebelum melihat kejam dan indahnya dunia.


"Aku 'kan membalas dendam pada mereka yang telah berani melakukan hal ini!" tekad Qinglong.


Ia kembali melesat pulang ke istana Long Wan, "Aku berharap raja long Wan mengetahui siapa yang melakukan semua ini pada klan  Qiulong dan Long Wan," batinnya.


***


Sementara di istan Long Wan, klan Naga Tianlong dan Yinlong yang tak lain adalah musuh yang dikalahkannya bersatu menyerang kembali Long Wan dengan bantuan iblis.


"Apa yang kalian mau!" teriak Long Mei, ia ingin melindungi ayahnya yang sekarat. 


"Kami hanya ingin dirimu!" ujar Tianlong, ia langsung menyerang Long Mei, yang langsung menangkis  serangan dari ketujuh naga jantan yang dikalahkan oleh Qinglong. 


Hingga Long Mei terdesak karena bantuan iblis dari neraka, "Bajingan kalian!" teriak Long Mei yang berhasil menangkap dengan jaring terbuat dari emas.


"Bawa dia ke istana Langit, aku akan berpura-pura menjadi Long Wan," ujar Iblis.


Tianlong dan temannya langsung membawa Long Mei ke istana Langit seperti yang mereka rencanakan. Sementara raja Iblis dari neraka telah berubah menjadi Long Wan.


"Yang Mulia Raja Long Wan apa yang terjadi?" tanya Qinglong, ia tak menyadari jika naga di depannya bukanlah lagi Long Wan tetapi iblis yang menyamar.


"Pasukan langit telah membunuh keluargamu dan menghancurkan istana ini, mereka juga telah menculik Long Mei," balas Iblis.


"Apa?"


"Pergi dan selamatkan Long Mei, mereka ingin menikahkan dengan klan Tianlong!" ujar Iblis dan berpura-pura mati.


"Yang Mulia Raja! Yang Mulia!" teriak Qinglong mengguncang tubuh Long Wan.


"Aku berjanji akan menyelamatkan Long Mei dan menikahinya," balas Qinglong melesat ke istana Langit.


"Aku akan membuat perhitungan dengan Kaisar Langit Yu Huang!" teriak Qinglong.


Sesampainya di gerbang istana langit ….


"Keluar kau Bajingan! Aku akan membunuh kalian! Lepaskan istrimu!" teriak Qinglong marah dan membabi buta, ia melihat sisik merah milik Long Mei berceceran.


Semua itu menambah Qinglong semakin murka, ia langsung menyemburkan api dan menerjang semua penjaga Istana Langit, hingga hancur seketika tak ada yang bisa menandingi kehebatan dari Qinglong yang sedang murka. Para klan naga menghadang Qinglong.


"Kau telah membunuh Dewa kecil dan Klan Naga Panlong!" teriak Tianlong.


"Apa? Bagaimana bisa? Aku tidak pernah melakukan hal itu?" sanggah Qinglong, "siapa saksinya?" ujar Qinglong bertanya.


Seseorang dari klan naga Panlong muncul, "Kau membunuh klan kami Qinglong. Apa salah kami?" ujarnya.


Mereka tidak mengetahui jika Raja Iblis Neraka yang telah menyamar menjadi Qinglong dan membunuh klan Panlong dengan bantuan para klan naga lain.


"Aku tidak pernah membunuh siapa pun!" teriak Qinglong.


"Dia bohong! Kami tiba di sana dan bekas sisik hijaunya ada disana. Siapa lagi yang memiliki sisik hijau selain dia?" teriak Yinlong.


"Serang dan bunuh dia!" teriak penjaga gerbang dari Kaisar Langit.


Pertempuran satu lawan 7 klan naga ditambah pasukan langit yang luar biasa hebat membuat Qinglong semakin murka ia membunuh semua tentara langit dan melukai ketujuh klan naga.


Pilar-pilar kaisar langit telah hancur dan roboh, semua orang di kekaisaran berteriak dan berlarian untuk menyelamatkan diri.


Ia benar-benar murka, hingga seseorang membawa Long Mei di dalam jaring emas, membuatnya tak bisa bergerak. Setiap Long Mei menyemburkan apinya maka logam mulia emas akan meleleh dan melukai tubuhnya hingga semua sisiknya terkelupas di sana sini. Long Mei semakin mengerikan dengan luka bakar dan emas yang menempel di tubuh juga bercampur darah.


"Long Mei!" teriak Qinglong marah, Kaisar Langit Yu Huang muncul beserta pasukannya.


"Ada apa ini Qinglong apa yang kau lakukan? Kau yang telah membunuh Dewa kecil dan klan Naga Panlong juga Long Wan!" ujar Kaisar Yu Huang.


"Hahaha, kalian benar-benar bodoh! Kalian pintar tapi munafik! Aku tidak pernah membunuh siapa pun selama ini, kecuali hari ini!" umpat Qinglong murka.