Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Season 2. Keabadian Cinta - bertemu dengan musuh masa lalu


Si nenek langsung melesat secepatnya  merunduk bergerak ke kiri dan kanan kala tusukan pedang dari atas kap mobil hampir mengenai kepalanya, berusaha untuk menghindari tebasan pedang dan membanting stir ke kanan menabrak si pengendara motor yang langsung terlempar.


Selain itu, si penusuk pedang di atas kap mobil sedikit menghentikan aksi menusuk kap mobil, karena si nenek mengendarai mobil membanting ke sisi kanan dan kiri membentuk zig zag di tengah jalan raya yang meluncur berkelok mengikuti jalan raya yang memiliki belokan tajam.


Ciitt! Ciiit!


Suara decitan rem yang berusaha untuk menahan laju kendaraan, kala belokan tajam berada di depan selain itu, bunga api mulai terlihat kala pelak mobil pun sudah mulai oleng karena terlalu mengerikan si nenek mengendarai mobil ditambah si pengendara berusaha untuk menusuk ban mobil.


Si nenek berhasil menghalau dan melukai si sepeda motor dengan meliuk-liuk seperti ular. Ia begitu tangkas, samar dan pasti ia mengingat wajah si nenek, di masa lalu kala ia masih muda. 


"Nona Zhang Mei! Apakah itu Nona Zhang Mei? Mengapa Ia masih hidup?" batin Liu Min.


Ia mulai mengingat kisah masa lalunya yang telah tertimbun oleh waktu dan keadaan juga peradaban zaman. Di saat ia membawa Dara ke lembah Luo Yi.


"Wah, hebat juga nih Nenek Zhang Mei!" batin Liu Min tersenyum bahagia.


Liu Min masih tak mengerti bagaimana mungkin Nona Zhang Mei masih hidup. Namun, segala kemustahilan telah mengajarkan untuk menerima semua itu dengan menutup mata.


"Aku harus menyingkirkan musuh di atas kap mobil. Jika semua ingin berakhir," batin Liu Min.


Liu Min naik ke atas kap mobil ia ingin menghalau musuhnya yang berada di sana. Liu Min naik melalui kaca jendela mobil dan melihat seorang pria yang memakai rompi yang memiliki Hoodie yang menutup kepalanya dan berperawakan tegap dengan dada yang memperlihatkan roti sobek yang maskulin


"Wow! Untung saja bukan Dara yang menghadapinya, jika istriku … waduh! Bisa ngiler dia!" batin Liu Min, ia mengingat jika istrinya selalu saja terpesona dengan roti sobek miliknya.


"Siapa kau? Mengapa kau mengganggu perjalanan kami! Apakah Guangzhou yang menyuruhmu untuk melakukan semua ini?" ucap Liu Min kesal. 


Ia selalu merasa jika Guangzhou selalu saja berbuat sesuka hatinya. Si pria hanya diam saja dengan pandangan bengis menatap ke arah Liu Min.


"Hah! Kau tidak mengingat banyak hal di masa lalumu! Ckckck, Guangzhou ingin melenyapkan dirimu, Aaa!" teriak si pria yang langsung menyerang Liu Min dengan pedang besarnya yang berat.


Trang! Tring!


Suara pedang bergemuruh kala pedang Liu Min dan si pria yang tak lain adalah reinkarnasi dari Raja Changsha yaitu : Chien Fu di atas kap mobil. 


Sementara, di samping kanan-kiri juga belakang mobil pengendara sepeda motor masih saja berusaha untuk menghentikan laju kendaraan dan mencoba untuk membunuh si nenek.


Akan tetapi, dengan ketangkasan Nona Zhang Mei, ia berhasil bertahan. Nona Zhang Mei melihat jika di depan mereka gurun Jinping sudah terlihat dan Meraka akan tiba di sana.


"Sekejap lagi, aku berharap Liu Min bisa membunuh Raja Changsha yang bengis! Agar ia tak terlahir kembali. Jika bisa membunuh Lu Dang dan melenyapkan hubungan antara Qinglong dan Naga merah.


"Semua hubungan ini akan berakhir, mustika penguat roh milikku pun akan sirna, aku pun akan bahagia di alam baka. Aku berharap semua kutukan dan sumpah leluhur Dara dan Qinglong segera lenyap dan terputus. Semua ini tak akan lagi terjadi!" batin Zhang Mei.


Zhang Mei terus berusaha untuk tiba di Jinping dan melindungi Liu Min, karena ia tahu jika Dara sudah berhasil bersama Qinglong dan sedang menuju ke Gurun Jinping.


"Aduh, bagaimana ini?"batin Liu Min,"baiklah, Nek!" balas Liu Min.


Ia melesat dengan bergulingan di atas kap mobil hampir saja ia terlempar dari atas kap jika tangan kirinya tidak bergantung di sana dan Liu Min kembali mencoba untuk naik ke atas kap mobil.


Namun berulang kali ia mencoba untuk naik selalu saja ia gagal, karena Raja Changsha selalu saja berusaha untuk menebaskan pedang ke tangan kanan Liu Min.


Sehingga Liu Min harus berulang kali mengganti tangan untuk bergantung dan menangkis serangan musuh, hingga ia kehabisan akal untuk menghadapi musuh.


Belum lagi serangan dari pengendara sepeda motor yang ingin membunuhnya dari bawah.


"Hahaha, kau terkenal hebat! Tapi, cih! Hebat dari mana? Kau tak bisa membunuhku, Kaisar Liu Min!" ucap si pria sangar tersebut.


"Sial! Aduh, mengapa kakiku tersangkut sih?" batin Liu Min, ia bergelantungan dengan tubuh terombang-ambing di sisi mobil berusaha untuk naik kembali ke kap mobil.


"Matilah kau!" teriak musuh tersebut ingin menebaskan pedang ke tangan kiri Liu Min yang masih berpegangan di sana.


"Tidak, semudah itu sialan!" umpat Liu Min marah, ia melesat menggunakan tenaga dalamnya yang dipelajari di dalam gua.


Ia melesat secepatnya ke udara tetapi ia terlalu menggunakan kekuatannya hingga ia terlalu tinggi melesat ke udara hingga menembus awan.


"Ya, Tuhanku! Aku hanya menginginkan sedikit kekuatan bukan begini?" teriak Liu Min, ia harus menghalau gerombolan burung bangau yang terbang di angkasa  hingga salah satu bangau berkoak kala Liu Min menyenggolnya.


"Maaf, bangau! Aku tidak sengaja!" ujar Liu Min, kala kaokan bangau menatap marah padanya ingin mencatuk tangannya tetapi si bangau mengurungkan niat dan kembali terbang menjauh menyusul gerombolannya yang sudah terbang terlebih dahulu.


"Oo, Nenek Zhang Mei! Aku harus kembali!" batin Liu Min, ia kembali teringat akan si nenek yang sedang mengemudikan mobil dan sedang diserbu oleh musuh.


Liu Min meluncur ke bawah dengan mengepalkan pedang dengan kedua tangannya bayangan Dara yang berlari menggunakan pakaian permaisuri terbayang di pelupuk mata tersenyum dan mengacungkan jempol padanya.


"Aku rindu padamu Sayang!" ucap Liu Min tanpa sadar.


Ia langsung menyerah si pembunuh yang tak menyangka akan hal itu, Liu Min menyerang dan menebas pedang musuh Liu Min menyerang dengan kekuatan baru ia mengambang di udara dengan kekuatan yang ia miliki dari masa lalunya, si nenek tersenyum ia terus melesat mengendarai mobil.


Liu Min berhasil menebas tangan musuhnya hingga reinkarnasi Raja Changsha terkapar. Liu Min mendekatinya ingin menebaskan pedang akan tetapi.


Dor! 


Sebuah peluru menembak dada Liu Min, ia ambruk dengan darah mengucur di dada.


Kras! 


Liu Min menusuk reinkarnasi raja Changsha hingga tewas, bruk! Liu Min jatuh terkapar di atas kap mobil.