Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Season 2 Keabadian Cinta - Aku adalah kamu dan kamu adalah aku


Brash! 


Dara melesat dan menebaskan pedang naga hijau di antara Liu Amei dan Lu Dang membuat cahaya kehitaman dan hijau berpendar dan ledakan terjadi membuat semua orang melesat menghindari ledakan yang mengerikan di sekitar mereka.


Namun, ledakan tersebut membuat  para prajurit hantu langsung lenyap seketika termasuk prajurit musuh dan Donglang. Kini yang tersisa hanya para pengawal Guangzhou, ninja pasukan Mitzuki dan Mitzuki sendiri, Axiang, dan Guangzhou yang masih dirasuki Lu Dang dan raja iblis neraka.


Sementara di pihak Dara, Liu Min, pasangan naga, Luo Kang, Liang Bo, Ahim Yilmaz, dan Tan Juan. Qinglong melesat mengambil tubuh Liu Amei yang terjatuh tersedak kekurangan oksigen di rongga jantungnya akibat cekikan raja iblis neraka dengan kekuatan tak kasat mata.


"Bajingan kau, Lu Dang! Ayo, selesaikan perang ini!" umpat Dara kesal, ia sudah ingin menghancurkan dan menghabisi raja iblis neraka dan semua kekuatan yang tersisa dari masa lalu.


Matahari mulai terbit, cahayanya membias ke seantero jagad raya. Dara mengambang di udara, ia sendiri tidak tahu apa yang sedang terjadi dengannya.


"Tan Jia Li, cobalah untuk mendekat pada tabib Luo, dia akan mengobati kamu dan tubuh itu!" ucap Qinglong, ia meletakkan tubuh Liu Amei di dekat Luo Kang yang langsung mengobatinya.


Sementara Raja Iblis Neraka semakin murka, tubuhnya terhuyung beberapa depa ke belakang tubuhnya, dari sudut bibirnya ia sudah muntah darah.


"Bajingan! Aku belum mendapatkan setetes darah! Aku harus mencari darah!" umpat Raja Iblis Neraka, ia melihat pengawal dari Guangzhou dan ninja di sisinya.


Raja iblis neraka langsung mengangkat kedua belah tangan menarik kedua pengawal di kanan-kirinya dan merangkulnya di dalam dekapan dengan kekuatan tak kasat mata sehingga kedua pengawal langsung melesat ke arahnya seakan ada kekuatan yang menarik mereka.


Keduanya berada di dalam dekapan Lu Dang dengan kabut asap hitam yang menyelubungi mereka hingga kedua mayat pengawal Guangzhou luruh ke bumi bak daun kering tanpa darah.


"Dasar Iblis!" umpat Dara, ia masih mengambang di sana.


Dara terlihat begitu luar biasa dengan kekuatan yang sangat berbeda membuat raja iblis neraka tak mengerti mengapa anak manusia itu bisa setangguh dan sehebat itu.


"Aku hanya tinggal memiliki satu kesempatan yaitu gerhana matahari, kekuatanku akan berkali lipat kembali. Aku akan menghabisi semua musuhku dan mengambil kekuatan kedua naga itu untuk menjadi budakku!" batin Raja Iblis Neraka.


Raja iblis neraka memandang ke langit menantikan sesuatu, ia berharap gerhana akan segera tiba. Ia sudah muak dengan pertempuran itu, masih mendengus murka. Seketika matahari berubah gelap suasana menjadi kembalian seperti malam hari. Semua orang panik dengan fenomena tersebut.


"Berhati-hatilah! Raja iblis neraka sudah bertransformasi menjadi lebih kuat karena cahaya gerhana!" teriak Luo Kang, ia berusaha untuk memperingatikan semua sahabatnya.


Luo Kang masih menarik tubuh lemah Liu Amei untuk berlindung menjauhi pertempuran. Liu Min mengeratkan pedangnya memusatkan semua tenaga di kedua bilah pedangnya.


"Sialan! Apalagi, sih, ulah iblis ini? Aduh, aku berharap Tuhan akan mengirimkan malaikatnya untuk menghancurkan iblis gila ini!" umpat Liu Min, ia merasa tenaganya sudah habis.


Di sisinya Ahim, Tan Juan, dan Liang Bo pun melakukan hal yang sama untuk melawan sisa pasukan dari Guangzhou dan Mitsuki.


"Hahaha! Kalian hanya segelintir orang-orang tak berguna!" teriak Mitzuki, ia melihat jika mereka jauh lebih unggul dengan pengawal dan ninja miliknya serta Axiang, Mitzuki, dan semua orang hebat yang masih tersisa sebagai manusia.


"Jangan terlalu besar kepala, Mitzuki! Aku berjanji akan membuatmu membusuk di neraka!" umpat Liu Min, "aku sudah lama ingin menghancurkan sindirkat narkoba dan mafia bawah tanah milikmu. Sayangnya, kalian membuatku harus terpenjara selama setahun.


"Laksamana Tan Juan! Aku senang kau masih hidup, maaf aku kira Anda telah menjebak dan ingin membunuhku. Aku sudah membunuh beberapa orang dari orang-orang yang sudah menyamar menjadi dirimu," ujar Liu Min.


"Hahaha, tidak masalah! Aku malah senang kau membunuh kloning diriku yang tak berguna yang sudah menghancurkan reputasiku yang susah payah aku bangun bertahun lamanya, dengan tanggung jawab dan kejujuran!" ucap Tan Juan, ia merasa puas akan kinerja Liu Min.


"Kapan pula aku mengkhianati oasukanku sendiri? Yang sudah aku anggap anak bagiku?" keluh Tan Juan, "seharusnya kau mempercayaiku Amin!" ketus Tan Juan kesal.


"Maafkan aku Laksamana! Tapi, kala aku bertempur dengan mereka aku merasakan jika mereka bukanlah dirimu … jadi, aku santai saja!" ujar Liu Min tersenyum, ia bersyukur jika Laksamana Tan Juan yang sekaligus atasan hebatnya itu masih hidup.


"Hahaha, kalian tak akan bisa selamat dari sini!" sela Axiang tertawa bahagia, ia tak menyangka jika musuhnya masih saja asyik mengobrol santai.


"Tak ada yang tak mungkin terjadi jika Tuhan sudah mengizinkannya!" ucap Ahim Yilmaz.


"Ayo, serang dan bunuh mereka!" teriak Mitzuki dan Axiang pada sisa pasukan mereka.


"Aaa!" teriak semua musuh.


Mereka melesat menyerang keempat pria yang saling memunggungi membentuk formasi untuk membunuh musuh dan melindungi diri mereka.


Trang! Tring!


Gema pedang dan samurai berlaga membuat keempat pria tersebut semakin gencar untuk membunuh dan mempertahankan diri mereka. 


Beberapa depa dari pertempuran yang tak seimbang itu, Liu Amei masih terbaring lemah, seluruh jiwa dan darahnya hampir saja tersedot ke luar dari tubuhnya untuk diambil oleh raja iblis neraka.


Tabib Luo di dalam tubuh Luo Kang berusaha untuk memberikan semua kepintarannya untuk mengobati tubuh Liu Amei.


"Tabib, bagaimana dengan tubuh ini? Apakah dia masih bisa hidup?" tanya Tan Jia Li khawatir, ia sangat takut jika nyawa wanita yang mirip dirinya akan hancur dan ia tewas.


Di kejauhan ….


Long Mei, masih bergerak berusaha untuk membantu keempat pria yang masih bertempur melawan musuh, tetapi ia mendengar suara yang dirindukannya.


"Luo Zhu … kaukah itu?" ucap Long Mei, ia melesat mendekati Luo Kang mengendus tubuh Luo Kang dengan kepalanya.


Long Mei (Zhang Mei) merasakan bisikan Luo Zhu adik angkatnya seakan memanggilnya, walaupun Luo Zhu tak meniup seruling emasnya karena seruling itu sudah berada di tangannya kembali. Kala Liu Min membawa Dara untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di lembah Luo Yi untuk menjinakkan tenaga dalam yang mengerikan dan Tabib Luo (Luo Zhu) memberikan seruling itu pada Liu Min.


"Cece, Kaukah ini? Jadi, apa yang dikatakan ayah benar adanya?" tanya Luo Zhu, ia menyentuh kepala Long Mei, membelainya dengan penuh kasih sayang,


keduanya saling berpelukan.


"Ya, itu benar adanya Luo Zhu. Maaf, aku tidak jujur padamu," sesal Long Mei.


"Sudahlah! Sudah berlalu, aku senang bertemu lagi denganmu, Ce." Luo Zhu menatap mata amber indah itu, bayangan masa kebahagiaan dan perih yang pernah  mereka rasakan menari di sana. 


Luo Zhu kembali memeluk Long Mei, Luo Zhu bahagia mengenang masa lalu mereka. Keduanya tak menyangka akan kembali dipertemukan walaupun dengan wujud Long Mei yang bukan seperti  Zhang Mei yang dulu. Namun, Long Mei bahagia mendapati adiknya selain ayah angkat mereka Zhang Yu yang baik tetap menerima dan menyayanginya walaupun wujudnya bukan manusia lagi.


"Apakah kau membutuhkan bantuanku, Luo Zhu?" tanya Long Mei, ia masih penasaran dengan semua itu.


"Iya, Ce … aku ingin wanita ini sembuh!" lirih Luo Zhu, anak keturunanku ini, begitu tololnya … dia sama sekali tidak mempelajari isi kitab yang aku wariskan dia malah mabuk setiap hari dan menyia-nyiakan bakatnya," keluh Luo Zhu.


"Luo Kang adalah anak yang baik dan bertanggung jawab, mirip denganmu Luo Zhu. Dia hanya tidak tahu dan belum memahami semua itu … percayalah padanya, ia pun akan membawa nama keluarga Luo akan terkenal kelak," bisik Long Mei.


"Ayo, kita obati wanita ini! Aku tahu jika mereka berdua ini, bisa membantu keempat pria itu, maka pertempuran akan seimbang," usul Long Mei, ia membelit tubuh Luo Zhu dan memberinya kekuatan melalui tenaga dalam Luo Zhu untuk disalurkan pada tubuh Liu Amei.


Pendar perak menyelimuti tubuh Liu Amei hingga ia langsung tersadar, "Oh, ada apa dengan tubuhku?" batin Liu Amei, ia melihat semua fenomena tersebut membuatnya sedikit ngeri.


"Apakah kau sudah sadar?" tanya Tan Jia Li, dari dalam tubuh Liu Amei.


Pertanyaan Tan Jia Li membuat Liu Amei berjengit ngeri, ia merasa jika di tubuhnya ada dua jiwa dan ia bisa melihat jiwa yang mirip dengannya berpakaian seorang jendral menatap ke arahnya.


"Hei, siapa Kau? Mengapa kau mirip sekali denganku?" tanya Liu Amei bingung.


"Aku adalah Tan Jia Li, kau adalah reinkarnasi diriku di masa kini," papar Tan Jia Li, ia berharap wanita tersebut memahaminya.


"Oh, begitu. Terima kasih untukmu Tuan Luo dan Nyonya Long Mei, juga pada jiwa masa laluku …," ucap Liu Amei tulus, ia menatap pertempuran di mana adik, suami, dan iparnya sedang bertarung.


"Di mana Liu Aching?" tanya Liu Amei mencari adiknya, ia sangat khawatir tidak menemukan Liu Aching di sana.


"Jangan khawatir! Liu Aching sudah aman bersama Ibu Ningrum dan si kembar," balas Tan Jia Li.


"Oh, syukurlah!" balas Liu Amei lega, "hei! Bajingan! Jangan menyentuh adik, suami dan iparku!" teriak Liu Amei melesat mengambil kedua pedang di tanah dan melontarkan bumerang ke arah musuh yang mengeroyok keluarganya.


Tan Jia Li terpesona dengan reinkarnasi dirinya, ia pun turut melesat bersama Liu Amei di dalam tubuhnya.


"Aku tidak menyangka, jika Dewa pun masih memberiku semangat yang luar biasa ini," ucap Tan Jia Li, ia merasa semangatnya bangkit.


"Apakah kau menginginkan bantuanku?!" tawar Tan Jia Li pada Liu Amei.


"Tentu saja! Bukankah kau juga bagian dari diriku? Aku adalah kamu dan kamu adakah aku! Ayo, hancurkan para biadab ini! Aku ingin punya anak lagi!" ketus Liu Amei.


"Oh …," batin Tan Jua Li, ia tak menyangka jika reinkarnasi dirinya di masa ini pun begitu sensasional.


Bayangan malam indah dan panjang dengan lenguhan dan rintihan kala ia masih bersama Gu Shanfeng masih terbayang, ia tersenyum bahagia dan bersyukur jika Dewa telah memberinya kesempatan untuk hidup selayaknya manusia yang berakal dan berbudi.


Keduanya melesat dengan kekuatan ganda dari masa lalu dan kini, bersatu melontarkan bumerang yang meliuk bak ular menyerang musuh dengan cepat.


Liu Amei dan reinkarnasinya terus menebaskan dua pedang di kanan-kiri tangannya dan tendangan beruntun dari kaki. Tan Jia Li mengajarkan trik dan taktik untuk menggunakan bayangan gelap malam sebagai kekuatan untuk membunuh musuh bak hantu yang tak memiliki bayangan.


Ia melesat menggorok dan menebas leher musuh hingga kepala para musuh bergelinding di tanah dan darah mulai memenuhi bumi tanpa diketahui para musuh.


Namun, semua itu membuat Raja Iblis Neraka semakin kuat karena darah tertumpah di bumi di antara kekuatan gerhana yang digunakannya untuk menyesap dan menarik kekuatan berlipat akibat rasa dahaga akan orang-orang tamak.


"Darah ini manis sekali! Hahaha!" tawa Raja Iblis Neraka puas.