Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Harimau dari Chang An


"Hahaha, menantu bodohmu telah menggantikanku dengan Perdana menteri bodoh itu! Aku telah menculiknya saat ia kembali dari Xuchang," ujar Qin Chai Xi membuka topengnya.


"Qin Chai Xi?!" balas Li sun dan semua orang terperanjat 


"Apa yang telah kau lakukan pada Perdana Menteri Zhu Chang?" teriak Li Sun marah.


"Jangan khawatir, aku belum membunuhnya, aku masih menyiksanya saja, sebagai hiburan!" balas Qin Chai Xi.


"Kau benar-benar luar biasa kejam Qin Chai Xi. Padahal selama ini kau makan dan hidup dengan hasil Donglang," ujar Li Sun.


"Hahaha, aku sangat muak dengan hukum Donglang, yang selalu mengutamakan rakyatnya juga mencekik kaum bangsawan hanya untuk kepentingan rakyat!" teriak pria di sisi Qin Chai Xi membuka topengnya.


"Qin Chai Jian! Anak dan ayah sama saja! Kalian benar-benar pengkhianat! Kalian harus mampus!" teriak Jenderal Ming Fu yang bertemperamen emosional langsung menyerang ke arah Qin Chai Jian.


Trang! Qin Chai Jian menangkis pedang dari Jenderal Ming Fuk, "Kau benar-benar mempermalukan Jenderal Yuan Ji! Apa yang akan kalian dapatkan dengan semua pengkhianatan ini?" teriak Jenderal Ming Fu.


"Hahaha, sebagai keturunan Raja Qin, kami berhak mengambil alih kekuasaan yang telah dilakukan oleh Liu Bei," balas Qin Chai Xi.


"Apa? Kau masih keturunan Raja Qin? Jadi, selama ini kau hanyalah berbohong mengenai silsilah keturunan kalian?" ujar Li Sun, "aku menyesal mempercayaimu Qin Chai Xi!" balas Li Sun murka.


Li Sunlah yang menolong Qin Chai Xi dari pembunuhan yang akan dilakukan oleh prajurit Qin di masa lalu, "Hahaha, itu hanyalah sebagian dari rencanaku! Kau begitu baik dan juga terlalu naif. Persis putri dan istrimu!" balas Qin Chai Xi puas karena selama ini ia telah berhasil mengelabui musuhnya.


"Hahaha, Kaisar Liu Fei sangat bodoh. Ia begitu mudah untuk dikelabui dan diracun, dengan kepintaran otaknya aku menggunakan untuk menyatukan semua kerajaan di bawah Donglang. 


"Akhirnya aku bisa menguasai kekaisaran dengan mudah. Kaisar Liu Min dan Permaisuri Li Phin pasti sudah mati di perbatasan Gunung Sun. Hahaha," balas Qin Chai Xi.


"Kau tidak mengenal Kaisar Liu Min dan putriku! Mereka adalah orang hebat pilihan para Dewa. Kau pun tidak akan mampu membunuh mereka, karena Dewa tidak akan pernah memihakmu!" balas Li Sun melesat menyerang Qin Chai Xi.


"Buktinya aku begitu sukses mengalahkan dan membodohi kalian!" balas Qin Chai Xi menangkis serangan Li Sun yang tidak menyangka jika Qin Chai Xi begitu hebat di dalam ilmu bela diri. Selama ini ia hanya terkenal dengan otak pintar dan strategi perangnya yang luar biasa..


Pertempuran kembali terjadi di dalam istana dalam dengan luar biasa mengerikan.


***


Sementara pertempuran Jang Min dan sekutu berbaju hitam dengan topeng masih terjadi. Akan tetapi sejak kembalinya Liang Si, Kasim Tang Ta, dan Permaisuri Li Phin segalanya sedikit berimbang.


Di tambah pasukan Jenderal Tan Yuan Ji dan Pasukan Limen Utara membantu mereka hingga Dara dan Jang Min membunuh musuh mereka. 


Pedang Dara berhasil melukai dan membuka penutup wajah pria tersebut, "Siapa kau?" teriak Dara.


"Hahaha, kalian tak perlu tahu!" ucapnya, ia kembali menebaskan pedang ke arah Dara. Tetapi mendapatkan serangan dari Jang Min.


Kras! Pedang Dara dan Jang Min berhasil membunuh musuh mereka hingga luka menganga di jantungnya.


"Katakan, siapa yang menyuruhmu? Dan apa tujuannya!" teriak Jenderal Tan Yuan Ji menebas lengan salah satu prajurit musuh.


"Ampun, Yang Mulia, Perdana Menteri Qin Chai Xj dan raja Changsha juga Raja Mongol. Mereka akan melakukan kudeta malam ini kekaisaran," ujarnya.


Kras!


"Baiklah, Jenderal, mari kita kembali kekaisaran malam ini secepatnya," balas Jang Min.


"Baik, Yang Mulia!" balas Jenderal Tan Yuan Ji bersiap dengan semua prajuritnya bersama dengan Liang Si, pangeran kedua Wuling Gu Shanzhai dan Kasim Tang Ta juga prajurit yang tersisa.


"Dara berkudalah denganku!" perintah Jang Min.


Dara  naik bersama dengan Jang Min yang duduk di depan sedangkan Jang Min berada di belakang tubuhnya.


Derap langkah kuda menembus malam dengan cepat tak ada hentinya. Tan Yuan Ji mengirimkan pesan kepada semua jenderal dan kerajaan secepat mungkin dengan burung dara yang dipanggilnya entah dari mana juga elang miliknya yang selalu menukik dan terbang mengitari Tan Yuan Ji.


***


Panglima Jenderal Li Sun menyerang Qin Chai Xi, adu pedang dan tombak semakin bergema di ruangan istana dalam di depan singgasana kekaisaran, semua prajurit mulai berdatangan ingin meringkus musuh.


Di sebelah jendral Li Sun Jenderal Ming Fuk menyerang Qin Chai Jian putra mantan perdana menteri Qin.


"Kau harus mampus Jendral Ming!" Qin Chai Jian menyerang dengan cepat dengan ilmu yang berbeda dan menebaskan pedang tepat di lengan Jendral Ming Fu yang langsung membalas serangan tersebut. Keduanya terpental ke belakang.


"Siapa yang mengajarimu ilmu bela diri aliran hitam Qin Chai Jian?" teriak Jenderal Ming.


"Hahaha, kalian tidak perlu tahu, yang jelas malam ini kekaisaran Donglang akan menjadi Kekaisaran Qin kembali!" teriak Qin Chai Jian menyerang Jenderal Ming Fu yang telah bersiap dengan kuda-kudanya.


Jenderal Ming Fu tidak menyangka jika kekuatan Qin Chai Jian semakin kuat. Kras! Pedang Qin Chai Jian melukai lengan Jenderal Ming Fu.


"Hahaha, pedang yang kau berikan kepadakulah yang akan membunuhmu!" teriak Qin Chai Jian bersemangat langsung melesat menerjang ke arah Jenderal Ming Fu yang jatuh terduduk akibat luka dan tendangan yang diberikan oleh Qin Chai Jian.


Sementara di luar istana Donglang semakin banyak kehebohan terjadi Para jenderal dan prajurit Donglang melawan pasukan Gunung Kunlun dengan berbagai ilmu racun belum lagi bantuan dari Ketua Sekte Racun Hitam Lu Dang yang menggila membunuh semua prajurit.


Semua rakyat dan semua dayang berhamburan, para menteri berupaya untuk mengerahkan kemampuan, pertempuran Jenderal Li Sun dan Qin Chai Xi yang telah membobol dinding kekaisaran hingga keduanya terlempar ke luar dari istana.


Mereka kembali melesat dengan kekuatan masing-masing hingga ke udara saling serang, keduanya bertemu dan saling mengerahkan kekuatan masing-masing.


Hingga keduanya terpental jatuh ke tanah dari ketinggian, "Huek!" Jenderal Li Sun muntah darah begitu juga dengan Qin Chai Xi.


"Kau harus mati! Karena putrimu telah membunuh anak cucuku!" teriak Lu Dang melesat secepatnya ingin membunuh Li Sun dengan cakar di tangannya yang panjang.


Li Sun berusaha untuk melindungi dirinya dengan pedang di tangan akan tetapi tenaga dalamnya telah diracuni oleh Qin Chai Xi.


Ia mulai berdiri dengan darah terus mengalir dari mulutnya berusaha untuk mengencangkan kedua belah tangan di genggaman tangannya. Trang! Pedang dan cakar bergema membuat Jenderal Li Sun terpelanting ke belakang dan terbaring dengan darah yang mengalir di sekujur tubuh.


Lu Dang tidak menyia-nyiakan kesempatan ia terus melesat ingin menancapkan cakar beracun ke dada Li Sun, "Kau benar-benar luar biasa Jenderal Li Sun. Tidak percuma nama besarmu Harimau dari Chang An!" teriak Lu Dang.