
"Salam Hormat Yang Mulia Perdana Menteri Qin Chai Xi dan Kakak Ipar Chien Ti'er semoga Dewa memberkati kalian!" ucap Selir Qin memberikan penghormatan kepada kakak dan kakak iparnya.
"Bangunlah, Adikku! Silakan duduk, apakah kamu membawa kabar baru dari Istana Persik?" tanya Perdana Menteri Qin.
Selama ini Selir Qin-lah yang selalu menjadi mata-mata di Istana Persik apa yang sering dilakukan oleh jenderal Li Sun. Sehingga Perdana Mentri Qin selalu mengetahui segala sepak terjang perlawanan untuk menumpas pemberontak dan di mana saja Li Sun sedang bertugas yang diberikan oleh Kaisar Liu Fei.
"Kakak, aku kesal dengan tingkah Li Phin, dia sudah membuat aku dihukum pukul sebanyak 100 kali dan dipermalukan di depan semua selir dan dayang. Selain itu, dia juga sudah membebaskan Selir Min membuat Li Sun lebih menyayangi Selir Min," rengek Selir Qin,
"Bukan itu saja, Li Phin juga sudah membuat semua dayang dan prajurit pengawal mentaati peraturan yang dibuatnya. Sehingga, aku tak lagi bisa berbuat sesuka hati untuk mengelola keuangan di Istana Persik, "lapor Selir Qin.
"Sialan, dasar bedebah! Li Sun telah menyakiti Adikku, aku akan menegur Li Sun nanti. bagaimana dengan rencana peresmian pernikahan Li Phin dan Jang Min?" tanya Qin Chai Xi,
"Kita tidak boleh membiarkan, hal itu sampai terjadi! Apalagi, jika pasangan itu telah dinobatkan menjadi kaisar dan permaisuri. Kamu tahu, apa yang akan terjadi kedepannya, akan menyulitkan kita untuk melakukan kudeta!" tukas Perdana Menteri Qin.
"Aku berusaha untuk menggagalkan rencana pernikahan mereka. Aku akan membubuhkan racun di gaun pengantin Li Phin atau menjebak Li Phin dan Pangeran kedua Liang Si. Bukankah kita sudah membuat rumor dan memasukkan Li Phin ke Limen Utara? Namun, gadis iblis itu terlalu beruntung. Dewa masih membuatnya tetap hidup.
"Selain itu, Raja Liang Bao sangat dermawan dan berbaik hati kepada Li Sun, karena mereka bersahabat. Kita melupakan hal itu," ucap Selir Qin.
"Um, usulmu sangat bagus sekali, Adikku! Apakah kamu yakin?" tanya Perdana Menteri Qin senang akan usul Selir Qin karena selama ini setiap usul dan saran Selir Qin selalu saja berhasil.
"Aku sangat yakin, dia akan membuat malu dirinya dan Li Sun juga. Tenang saja, Kak. Aku sudah membuat rencana," ujar Selir Qin dengan antusias.
"Wah, Bibi! Aku sangat bahagia ," ujar Jiajia bahagia.
"Aku sangat ingin melihat Kaisar Liu Fei meninggal dunia. Tapi, Tabib Luo berhasil mengobatinya dan Ratu Li Hun akan mengasingkan diri ke Gunung Sun, setelah Jang Min dan Li Phin dinobatkan. Ratu Li Hun juga sudah sembuh, sekarang aku mendengar rumor jika semua makanan yang dihidangkan mulai wajib dicicipi sebelum diberikan kepada Ratu dan Kaisar.
"Semua ini sangat merepotkan. Aku tidak menyangka, sejak kehadiran Li Phin dan Jang Min. Semua peraturan kekaisaran mulai berubah dan ketat. Belum lagi Li Phin berhasil membunuh Paman Cien Fang, Lu Bin, Chien Lo, dan banyak jenderal Changsha. Kalian harus berhati-hati," ujar Putri Ti'er.
"Lapor, Yang Mulia! Nona Lu Cia datang melapor!" ucap Pengawal.
"Biarkan, dia masuk!" ujar Perdana Menteri Qin.
"Baik, Yang mulia!" balas Pengawal langsung ke luar dari ruangan.
Seorang wanita berpakaian serba hitam dan tertutup hanya terlihat matanya saja, datang dengan luka di bahu dan darah di sekujur mulut dan pakaiannya.
"Lu Cia!" apa yang terjadi?" teriak Selir Qin dan Chien Ti'er langsung berlari menyambut tubuh Lu Cia yang langsung jatuh ke tangan kedua wanita tersebut.
"Pengawal! Bawa Nona Lu Cia ke kamar dan panggil Tabib Qin Fei," ujar Nyonya Chien Ti'er.
Pengawal langsung membawa Lu Cia ke kamar dan memanggil Tabib Qin Fei.
"Bagaimana keadaan Lu Cia, Tabib?" tanya Chien Ti'er khawatir terhadap sepupunya sekaligus Selir pertama Kaisar Liu Fei.
Selama ini mereka menipu jika marga keluarga Lu Cia adalah Chien. Ibu dari Raja Changsha Chien Fu dan Chien Ti'er yang bernama Lu Ame adalah adik dari ketua racun sekte Hitam Lu Dang sehingga mereka bersepupu, karena ingin menikahkan Kaisar Liu Fei dengan Putri Kerajaan Chansha.
Mereka menipu jika Lu Cia adalah putri Raja Changsha terdahulu yaitu Chien Kwang(ayah dari Chien Fu dan Chien Ti'er) dan Selir Go Zhu putri Raja Mongol yaitu Go Ciu.
"Aku tidak tahu bagaimana bisa seorang wanita yang terkenal memiliki racun mematikan bisa terkena racun teratai kematian miliknya sendiri? Apakah lawannya benar-benar orang hebat dan memiliki tenaga dalam yang sangat luar biasa?
"Di dunia ini, selain Nona Zhang Mei, tak seorang pun yang memiliki tenaga dalam yang sangat luar biasa, hanya dialah pemilik Mustika Penguat Jiwa. Hm, aku sangat sulit untuk menyembuhkannya.
"Aku rasa hanya ketua aliran Racun Sekte Hitam Lu Dang yang bisa mengobatinya," ujar Tabib Qin Fei.
"Ketua Racun Sekte Hitam Lu Dang adalah ayah Lu Cia, kita tidak tahu bagaimana cara menemukannya. Setelah dia siuman kita baru tahu siapa yang telah menyerang dan membalikkan racun teratai kematian miliknya kepada Selir Chien Cia( Lu Cia)," ujar Qin Chai Xi.
"Suamiku apa yang harus kita lakukan? Aku tidak ingin Kaisar maupun Ratu juga Putra Mahkota dan semua orang akan curiga jika Selir Chien Cia tidak bisa menghadiri peresmian pernikahan Putra Mahkota?" ujar Putri Ti'er cemas.
"Jangan khawatir! Aku akan berusaha mencari jalan, semoga saja Selir Chien Cia sembuh dua hari lagi, aku hanya takut jika Kaisar ingin bertemu dengannya. Kamu tahu, jika Kaisar tergila-gila kepada Selir Chien bukan?" tanya Perdana Menteri Qin semakin cemas.
"Um, sebaiknya nanti malam kita susupkan saja Selir Chien ke Istana Harem. Aku tidak ingin Kaisar dan semua orang akan curiga. Tabib Qin Fei, usahakan agar Selir Chien sadar dan sedikit sembuh kita harus mengulur waktu hingga kita bisa menemukan Ketua Sekte Hitam Lu Dang," perintah Perdana Menteri Qin.
"Baiklah, Yang Mulia!" balas Tabib Qin Fei. Ia terus menggerus obat dan menulis ramuan yang diberikan kepada dayang.
"Kakak dan Kakak Ipar, sebaiknya aku pulang aku tak ingin jika Li Sun dan Li Phin akan curiga! Bagaimanapun aku hanya mengatakan, jika aku hanya ingin berjalan-jalan ke Kota Chang An untuk membeli peralatan sembahyang juga kebutuhan pernikahan, "ujar Selir Qin.
"Baiklah, Adikku! Berhati-hatilah," jawab Perdana Menteri Qin.
Selir Qin dan Dayang Sie langsung pulang di tengah jalan dia bertemu dengan Dayang Sue yang diberinya tugas untuk berbelanja semua keperluan untuk pernikahan dan sembahyang.
Saat mereka berada di tengah jalan hari mulai petang, "Hiat!" sebuah bayangan memakai pakaian serba putih dan tertutup memakai cadar melayang menyerang Selir Qin.
"Sialan! Siapa kau?" teriak Selir Qin melesat mengelak dengan kecepatan yang sangat luar biasa.