Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Season 2. Keabadian Cinta - Si bodoh yang menjadi sang legenda


Qinglong tak peduli jika dia sama sekali tak memiliki kelebihan apa pun, nalurinya membimbing untuk maju dengan sendirinya dengan mata yang masih tertuju pada Long Mei, yang menatapnya dengan seringai ejekan dan rasa penasaran.


"Cantik sekali! Dewa benar-benar bermurah hati, menciptakan naga betina yang begitu cantik," puji Qinglong di dalam hatinya.


Qinglong tak menyadari jika Dewa Amor telah menembakkan virus yang membuat rasa cinta dan sakit yang begitu abadi di sepanjang hidupnya kelak. Ia hanya tahu jika ia terpesona dan mengagumi naga betina di sana yang duduk dengan anggun dengan melipat kaki dan melingkar dengan kecantikan yang luar biasa.


Qinglong muda merasakan jika bunga-bunga indah bertaburan di sekitarnya, ia benar-benar melayang ke langit ketujuh tanpa berpikir lagi untuk mengkhawatirkan keselamatan dirinya sendiri 


Ia turun dari tempat duduknya dan masuk ke lingkaran luas di tengah lapangan sayembara menghadapi naga Tianlong yang hebat yang merupakan naga penarik kereta kencana milik Dewa. 


Qinglong lupa jika dia tak memiliki kekuatan, ia sama sekali tak memiliki api, yang menyembur, ia tak bisa menggunakan cakar selain untuk menerkam mangsa dan memanjat, ia lupa taringnya tak setajam pedang ia hanya menggunakan taring untuk makan.


"Woy! Kau sudah siap mati apa?" tanya Naga klan Tianlong dengan angkuh.


"Kau tidak memiliki kemampuan apa pun! Bagaimana kau bisa masuk ke arena ini? Jika kau masuk tak ada jalan untuk keluar selain kematian!" ejek Tianlong.


"Tentu saja! Siapa takut?" balas Qinglong, ia membalas tanpa berpikir panjang lagi.


Ketakutan Qinglong hilang terbawa angin hanya dengan satu tatapan yang mematikan dari Long Mei yang menawan membuat Qinglong tertawan di kubah cinta milik Long Mei.


"Wahai kau putra dari Klan Qiulong? Apakah kamu yakin, Nak?" tanya Raja Long Wan khawatir, ia mendengar rumor jika putra satu-satunya panglima klan Qiulong si naga hijau tak bisa menggunakan taring, api, dan cakarnya.


Hal tersebut selalu menjadi ejekan naga lain pada panglima tersebut. Namun, demikian panglima Qiulong tetap menyayangi keturunannya yang tak berguna itu. Ia hanya percaya jika klan Naga Qiulong adakah klan naga yang paling hebat di antara semua naga dengan kekuatan yang tersembunyi sehingga klan Naga Qiulong sedikit.


Mereka percaya jika Dewa tak ingin klan Qiulong akan membuat kehancuran sehingga setiap generasi hanya memiliki satu anak bahkan banyak yang tak memilikinya.


"Saya akan mencobanya Yang Mulia," balas Qinglong dengan percaya dirinya.


"Apakah kau yakin? Jika kau sudah memulai tak akan ada lagi, jalan keluar seperti yang dikatakan oleh Klan Tianlong." Long Wan masih mengawasi Qinglong.


"Tidak masalah, Yang Mulia!" balas Qinglong.


"Apakah kau sudah memikirkan ayah dan keluargamu jika kau mati?" tanya Long Wan, ia secara tidak langsung ingin melarang Qinglong, karena ia bersahabat dengan ayah Qinglong.


Long Wan sangat menghormati klan Qiulong termasuk panglima Qiulong yang hebat yang selalu bersama Dewa untuk mengamankan kayangan dan dunia. Hanya klan Qiulong yang tidak pernah ditunggangi oleh Dewa, selain menjadikan mereka sahabat dan panglima perang 


"Ayah saya lebih malu, jika saya keluar tanpa bertarung. Saya tidak ingin membuatnya malu lagi, Yang Mulia!" balas Qinglong, ia harus bertanggung jawab sebagai pria karena sudah memilih jalan hidupnya.


"Baiklah, jika begitu! Silakan!" ujar Long Wan.


Cinta bisa membuat seseorang jadi bodoh dan itu terjadi padanya, ia lupa segalanya ia lupa daratan akan kelemahan miliknya. Qinglong hanya percaya jika ia ingin melindungi si mata rapuh naga merah yang jelita tersebut tanpa pamrih.


"Baiklah, silakan! Tapi, jangan menyesal!" ujar Long Wan.


"Tentu saja, tidak Yang Mulia!" balas Qinglong.


Qinglong kembali menatap lawannya yang sudah tidak sabar ingin membunuhnya, "Salam!" ujar Qinglong memberikan salam sebelum pertarungan.


Namun, Tianlong tak ingin membalasnya, ia merasa malu harus melawan naga dungu tersebut, ia merasa terhina harus bertempur dengan naga bodoh tersebut. Tianlong merasa hanya dengan sekali semburan api miliknya maka ia sudah bisa memenangkan pertempuran.


"Terimalah kematianmu!" teriak Tianlong menyerang ke arah Qinglong, yang langsung melesat tanpa melihat musuhnya ia hanya melihat tatapan mata Long Mei yang menghipnotisnya memberikan kekuatan yang selama ini tertidur akhirnya terbangun hanya karena kekuatan cinta.


Qinglong mampu menangkis semua serangan Tianlong tanpa melihat musuhnya. Ia hanya menatap mata amber milik Long Mei yang begitu indah bak kilauan emas yang bersinar, hingga semburan api Tianlong membakar sebagian ekornya. Ia terkesiap sadar jika ia sudah berada di tengah pertempuran.


"Hei! Apa yang kau lakukan? Aku hanya menonton?" balasnya tersadar.


"Hahaha!" semua orang tertawa.


"Dasar bodoh!" ejek semua orang.


"Kan sudah dibilang, tak ada jalan keluar selain kematian! Mengapa naga bodoh sepertimu tak mengerti juga sih?" ujar Tianlong merasa puas, "aku akan membunuh Naga Bodoh ini!" batin Tianlong.


"Gunakan kekuatanmu dan fokuslah!" sebuah suara nyaring di benak Qinglong menuntunnya, suara nyaring yang menggoda dan terasa begitu indah.


Qinglong terpana walaupun berulang kali semburan api telah membakarnya ia melihat ke arah Luo Mei yang tersenyum padanya.


"Apakah itu suaramu Yang Mulia Putri?" tanya Qinglong di dalam benak.


"Tentu saja! Berjuanglah, dengan semangat. Nama klan milikmu dipertaruhkan, bawa nama klanmu untuk sebuah kebahagiaan dan kemenangan begitu juga untuk harga dirimu," balas Long Mei.


Seketika jiwa Qinglong bergetar dan ia melakukan seperti apa yang dikatakan oleh Long Mei, benar saja, ia memiliki pendar cahaya hijau yang keluar dari tubuhnya tanpa disadarinya.


Semua orang terpana, mereka tak menyangka jika putra semata wayang panglima Qiulong benar-benar hebat melebihi ayahnya.


Qinglong menyemburkan apinya menghalau api dari Tianlong hingga membuat Tianlong terlempar dari antena pertempuran.


"Bunuh! Bunuh!" teriak semua orang yang hadir.


Namun, Qinglong mengabaikannya ia hanya ingin menjadi pelindung sang putri bukan menjadi pembunuh untuk sang putri.


"Hore! Kau hebat Qiulong!" teriak semua orang mengelu-elukan nama klan keluarganya.


Qinglong terdiam malu ia ingin kabur ia merasa semua sorakan itu begitu mengerikan, selama ini dirinya dihina dan dicaci maki tapi kali ini ia benar-benar dipuji.


"Woy! Kamu mau ke mana? Pertandingan belum selesai?" teriak pembawa acara yaitu : naga laut, ia melihat Qinglong ingin kabur.


"Bisakah aku menghirup udara dulu?" tanya Qinglong dengan polosnya, ia merasa sesak di jantung dan paru-parunya.


Qinglong merasa butuh oksigen, ia ingin menetralisir debaran jantung dan semarak teriakan dari orang-orang membuat sesak itu semakin membuatnya ingin pingsan.


"Hahaha, apakah kau tidak bernapas?" tanya seseorang yang sudah masuk ke arena pertempuran dari klan Yinlong karena hanya klan Yinlong yang memiliki sayap.


"Sejenak saja! Aku mohon," pinta Qinglong, ia ingin muntah dan gugup rasanya. Ia tak menyangka bisa mengalahkan Tianlong naga hebat milik Dewa.


"Tidak bisa! Jika kau keluar maka kau akan diskualifikasi?" ujar si pembawa acara tanpa belas kasihan.


Long Wan hanya diam, Qinglong melihat jika Long Mei membisikkan sesuatu kepada ayahnya.


"Beri waktu padanya 5 menit saja!" ujar Long Wan.


"Kau butuh minum! Minumlah, Tuan Putri yang memberikan ini, dia juga berpesan, 'Semangatlah! Kamu pasti bisa!' jadi semangat lah!" ujar salah satu kepiting penjaga.


"Terima kasih Tuan!" balas Qinglong, ia menerima botol minuman dengan sejuta makna yang tak bisa dijabarkan dengan rumus matematika mana pun.


"Aku pergi dulu! Cepatlah kembali, 5 menit adalah waktu yang paling cepat!" ujar Kepiting, ia merasa kasihan melihat wajah pucat Qinglong.


"Baiklah!" balas Qinglong, yang langsung meminum air dan ia melihat lipatan sapu tangan indah di bawah botol minuman tersebut.


[Aku menantikanmu menjadi pengawalku, Long Mei ]


Berulang kali Qinglong membaca kalimat cinta tersebut membuat semangatnya kembali, ia menyimpan sapu tangan tersebut di balik kantung di bawah perutnya.


Ia melesat kembali ke arena pertempuran dengan sejuta keberanian dan tiada gentar sedikit pun, Qinglong merasa sapu tangan dari sang putri sudah memberinya semangat dan kekuatan.


Qinglong tak menyadari jika cinta telah merasuki dirinya dengan sejuta pengorbanan dan kelembutan seorang pria sejati. Cinta telah mengubah Qinglong si naga bodoh dan tak berguna menjadi sang legenda beribu tahun ke depan dengan sejuta tangisan dan luka atas nama cinta.


***


Di podium Long Mei si naga merah tersenyum girang melihat seseorang yang begitu polos rela mati hanya demi menjadi pengawal untuknya, kembali memasuki arena dengan sisik hijaunya yang tampan, wajah naga hijau itu begitu luar biasa.


"Qinglong dari klan Qiulong … dia tampan sekali! Bodoh tapi jujur! Daripada pintar tapi munafik!" batin Long Mei tersenyum.


Untuk pertama kalinya Long Mei menyukai sayembara yang dilakukan oleh ayahnya, semua kandidat tidak menyadari jika sayembara itu adalah sekalian ajang untuk mencari jodoh.


Dari awal Long Mei memasuki arena sayembara, ia tanpa sengaja melihat naga jantan bersisik hijau terang mengunyah rusa dengan santai tanpa memiliki rasa apa pun. Warna sisik naga jantan itu berbeda dari yang lain, membuat ia terlihat berbeda di sana.


"Dasar tidak sopan!" batin Long Mei kala melihat Qinglong untuk pertama kalinya.


Sehingga membuat Long Mei terus memperhatikan Qinglong, namun setelah mata mereka bertatapan Long Mei merasa jika pria di depannya sangat tampan dan polos dengan jujur penuh pesona melihat padanya.


Kini, Long Mei melihat ke arah pertempuran kembali, tanpa sadar ia menggigit bibirnya. Berdoa pada Dewa, agar naga jantan itu menang.


Untuk pertama kali, Long Mei merasa ia menyukai lawan jenisnya, tanpa ia tahu apa yang membuatnya menjadi suka pada naga hijau yang berbeda itu. Kebanyakan warna sisik naga, biru, keperakan, hitam, dan coklat. 


Ia melihat dirinya dan naga bersisik hijau itu yang berbeda di sana, ia seperti melihat antara dirinya dan naga jantan tersebut bak daun dan sebuah bunga mawar merah indah yang bermekaran di taman istana di kahyangan para Dewa, kala ayahandanya mengajak berkunjung ke Istana Langit.


Long Mei terus memperhatikan Qinglong dengan rasa kekaguman dan ketidakpercayaan, kini ia melihat langsung si naga hijau bodoh yang selalu dibicarakan para kumpulan klan Naga lain.


***


"Apakah kau sudah cukup bernapas? Apakah perlu aku bantu?" ejek Yinlong yang langsung terbang menyerang Qinglong dengan api, cakaran, dan ekornya yang berduri.


Qinglong melesat setinggi-tingginya ia sendiri tak tahu mengapa ia bisa mengambang walaupun tak memiliki sayap, ia tak pernah belajar tapi ia bisa melakukan semua itu dengan mudah.


Ia terbang saling menyerang dengan taring, cakar, dan semburan apinya yang besar membuat sebagian arena hancur. Qinglong belum bisa menguasai apinya.


Hingga Raja Long Wan menyemburkan api yang diubah menjadi air, hingga kebakaran menjadi padam dengan air yang keluar dari moncongnya.


Yinlong terkesiap ia terluka, ia tak menyangka ia kalah dan sudah terkapar tak berdaya. Ia hanya menantikan ajal dan bekas kasihan dari naga hijau di depannya yang masih kebingungan dengan apinya hingga ia menyemburkannya ke angkasa untuk menghindari kerusakan lainnya.


 "Bunuh! Bunuh!" teriak semua penonton.


Namun, Qinglong tak ingin membunuhnya, ia membiarkan naga Yinlong terluka, "Aku tidak ingin mengambil nyawa naga lain. Tolong obati dia!" ucap Qinglong dengan kebaikannya.


"Bagaimana jika itu kau? Yinlong tidak akan mengampunimu?" teriak seorang naga lain.


"Itu adalah kemalangan bagiku!" balas Qinglong dengan bijaksana, ia berjalan ingin kembali ke luar arena. 


Qinglong memang terkenal bodoh tapi ia selalu belajar pada para resi dan biksu hebat, karena ia tak memiliki kekuatan ia berpikir untuk membekali dirinya dengan ilmu pengetahuan yang berguna, agar membimbingnya menjadi lebih baik lagi.


"Woy! Pertandingan belum usai?" teriak lumba-lumba menggantikan MC yang pertama.


"Oh, menang masih banyak ya?" tanya Qinglong polos.


"Kau harus melawan 7 klan Naga lain lagi, termasuk klanmu sendiri!" balas si lumba-lumba.


"Hah! Aku lapar!" ujar Qinglong merasa perutnya mulai mulas minta diisi.


"Makanlah!" ujar Long Wan.


"Terima kasih Yang Mulia," balas Qinglong hingga pertempuran demi pertempuran dimenangkannya.


Qinglong berhasil membawa nama pada klan dan keluarganya, hingga Long Wan mengangkatnya menjadi pengawal putrinya yang cantik.


Namun, demikian Qinglong tak berani menatap wajah Long Mei, ia selalu melakukan kesalahan. Ia langsung jatuh terpeleset ketika satu kerlingan tatapan mata dari Long Mei melihatnya, membuat Long Mei dan semua dayang tersenyum.


Qinglong selau menundukkan pandangannya jika berbicara atau mengawal Long Mei. Keduanya selalu pergi bersama ke mana pun, kala Long Mei tertidur saat ia belajar maka Qinglong akan menyelimutinya dengan rasa cinta membuat api unggun untuknya walaupun pada dasarnya naga tak butuh itu. 


Mereka memiliki kehangatan yang luar biasa dan suhu tubuh yang bisa menyesuaikan dengan keadaan cuaca dan iklim.


Namun, karena rasa kasih sayang yang ingin diberikan Qinglong tanpa pamrih yang membuat segalanya seakan menjadi begitu masuk akal.


Menemani Long Mei menyelam di samudera dan lautan lain, berlarian di lembah, berburu makanan, dan berlatih tempur. Kebersamaan mereka begitu luar biasa indah, cinta semakin tumbuh subur di jiwa kedua naga berlainan jenis tersebut.


Namun, Qinglong dan Long Mei tak satu pun di antara mereka yang berani mengucapkan kata cinta itu. Mereka hanya saling memandang dan tertunduk malu di atas tebing menikmati senja atau bulan purnama.


Qinglong selalu membawakan rusa dan bunga indah untuk Long Mei, membuat Long Mei begitu memuja pengawalnya. Long Wan pun menyadari hal itu, ia tak keberatan dengan semua itu.


Klan Naga lain menjadi iri dan takut jika Long Mei menikah dengan Qinglong maka kekuatan klan  Long Wan dan Qiulong semakin hebat dan akan dipercaya oleh Dewa.


Hingga seekor naga dari klan Tianlong menginginkan Long Mei menjadi istrinya.


Seekor naga dari klan Tianlong tersebut meminta pada Dewa untuk melamarkan Long Mei untuknya. 


"Maaf, Ayahanda. Saya sudah memiliki kekasih," balas Long Mei menolak lamaran tersebut.