Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
SENAM JANTUNG


" hey.. Nonton film ini juga " jawab rania , yang juga mencondongkan badanya ke arah sang pria.


"*sama pacar* ?" tanya rania basa - basi.



" *emm* " jawabnya dengan ekspresi tidak nyaman.



" *namaku kevin , boleh kenalan nggak* ?" ucapnya. Bibirnya yang berada di sekat telinga rania. Membuatnya mendengar jelas.



" *rania "



" oh*.. " jawab kevin sambil manggut - manggut.



" *eh..eh.. Gays , dah mulai filmnya* " panggil nora pada teman - temanya.



rania membenarkan posisi duduknya kembali. dan mulai menonton film.



suara jerit para menikmat film mulai terdengar , kala sang hantu mulai muncul. wajah rania pun mulai menegang.. kedua tanganya sudah sibuk didepan wajah cantiknya. Rania menurunkan tangan dari wajahnya ketika adegan biasah , dan menutup wajahnya ketika sang hantu muncul kembali.


"noi.. Minta cemilanya dong" ucap rania.


" hmmm" nora bersuara tanpa membuka mulutnya. Tangan kirinya menyodorkan popcorn kearah rania sedang tangan kirinya sibuk menutupi matanya.


Rania mencomot popcorn yang berada di tangan nora. Namun matanya tetap fokus ke layar didepanya.



" aaaaaaggghhhhhhh "



rania berteriak bebarengan dengan penonton lain. saat tiba - tiba sosok genderuwo memenuhi layar didepanya. Jantungnya berdegub kencang.



" *nih film kapan kelarnya sich. Mana serem amat* lagi " bisik rania.



" *aaaaaagggggghhhhhhhh* " belum normal degub jantungnya. Rania sudah berteriak lagi. Sosok kuntilanak merah dengan wajah hancur dan kuku panjang mengagetkanya. Tanpa sadar rania menarik jaket kevin dan menutupi wajahnya.



Kevin yang sadar ada yang menarik jaketnya , tersenyum. Dia membiarkan rania menggunakan jaketnya.



rania yang sadar akan kelakuanya. Langsung mendongak keatas. Dilihatnya kevin tetap fokus kelayar depan. Pelan - pelan ia melepaskan tanganya dari jaket kevin. Dan duduk seperti semula.



" *huh.. Untung dia tidak sadar* " batin rania.



rania melihat kedua temanya sangat menikmati film. Sedang dirinya dari tadi harus memompa jantung.



Padahal tujuan rania ikut nonton hanya untuk menghibur dirinya yang sedang galau. Bukanya sembuh malah nambah galau. Kevin cowok idolanya sudah memiliki pacar. Dan kini sedang duduk disampingnya , ngajak pacarnya pula.



Ruangan yang gelap dan hanya penerangan dari layar depan , membuat rania bebas memandang wajah kevin. Berkali - kali rania menatap wajah tampan kevin. Jantungnya selalu berdebar kencang saat memandangnya. Ia sudah tidak perduli dengan sosok - sosok hantu yang menghiasi layar. kedua netranya fokus pada pria disampingnya.



Entah berapa lama rania menatap wajah itu. Hingga suara saklar lampu diikuti cahaya yang menerangi ruangan. Membuat rania gelagapan. Saat lampu menyala , saat itu pula kevin menoleh kepadanya.



rania yang merasa terciduk , langsung membuang muka ke arah nora.



" *noi , key... keluar yuk* " ajaknya sambil salah tingkah.



Temanya yang masih syok dengan cerita film , tidak begitu memperhatikan gelagat rania.



" *ayo* " ajak mereka.



kevin yang sadar jika rania memperhatikanya sedari tadi , hanya tersenyum sendiri.


" eeeooooaaammm....." putri menguap dan mengedarkan pandanganya kesekeliling. Ruangan sudah mulai sepi.


" udah.. Pulang yuk" ajaknya.


***


" filmnya serem banget deh key " ucap nora. Saat mereka sudah berada di dalam mobil.


" iya. Gue aja sampe senam jantung " jawab keren.


" elo baru senam jantung. Na gue.. Mompa jantung " timpal rania. " gimana nggak mompa jantung coba. Malam ini gue liat wajah kevin sampe puas " batin rania.


" *kita mampir makan dulu gays* " ajak keren.



" *udah hampir jam sembilan. Kalian berdua aja ya.. Tapi gue anterin pulang dulu* " pinta rania.



"*beneran loe nggak mau makan dulu* " tanya nora.



" *nggak noi . gue udah janji sama mami buat pulang jam sembilan "


" ya udah deh kalau gitu* " jawab nora lesu.


" kapan - kapan aja ya bestie " ucap rania.


" iya , nggak pap ran. makasih dah mau diajak keluar bareng kita" kata keren yang sedari tadi fokus dengan mobil - mobil yang melaju.


***


tok.. Tok.. Tok..


" ran.. Mami sama papi mau pergi dulu " teriak mami dari depan pintu kamar putrinya.


ceklek... Rania keluar dari kamar dengan lesu.


" mami mau kemana " tanyanya.


" cuma mau keluar saja sama papi. ini hari minggu , jadi mbok ijah nggak dateng " tutur mami.


" *iya mi. Nanti aku pesen online aja "


" yaudah mami pergi dulu ya*?"


" iya mi, hati - hati " rania menutup kembali pintu kamarnya. Dan lanjut tidur.


Tok..tok..tok...



Belum ada setengah jam rania menutup pintu , suara ketukan terdengar lagi.



" *aaaaagggggghhhhhhh...... Siapa sich yang ganggu tidur gue* !!" teriak rania sambil melempar bantal ke pintu.



" *woy... Bangun. Dah siang* " panggil sang kakak.


" kak julio...!" teriaknya girang. Kakak yang dari kemarin tak terdengar suaranya.


"*kak julio di rumah* ?" tanyanya .


" iya , kemarin kakak kesurabaya. Ada rapat dadakan" ucapnya.


" *kita ke mall yuk. Bosen nich kalau cuma dirumah aja*" ajak julio.



" *ok. Rania siap - siap dulu* " ucap rania. Lalu membanting pintu. Berlari kearah kamar mandi. Ia tak mau sang kakak berubah pikiran.



julio menunggu sang adik sambil ditemani kopi hangat. Tangan kanannya memencet layar handphonenya.



" *hallo sayang , jadi keluar hari ini*? " tanya julio.



" *iya , tapi aku ngajak keponakanku nich. Mami nggak ngijinin aku keluar sendiri*" jawab suara di balik telfon.


" iya , nggak papa. Aku juga ngajak adik aku , nanti biar bisa nemenin keponakanmu "


" ok kalau gitu sayang. Aku tutup telfonya dulu ya"


" ok. Sampai ketemu nanti ya"


julio mengambil gelas kopinya. Meminumnya berlahan. Menikmati setiap tegukan dari cangkir kopinya.


" ayo kak ..! Kita jalan " panggil rania yang sudah siap.


" ayo . Nanti kakak akan kenalkan kamu sama seseorang " ucap sang kakak.


" pacar ya..." goda rania.


Julio hanya mengangguk pelan. Simpul senyumnya jelas terlihat di bibir sexynya.