Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Season 2 Keabadian Cinta - Akhir dari pertempuran


Kekuatan dan tebasan pedang membahana di angkasa berusaha untuk menembus pertahanan dari asap hitam yang dikeluarkan oleh Raja Iblis Neraka, dengan kekuatan yang luar biasa Dara dan Qinglong menyerang raja iblis neraka dari sisi kanan dan Long Mei yang bersatu dengan Liu Min dari sisi kiri.


Trang! Trang!


Tebasan pedang naga hijau berpendar dengan kekuatan maha dahsyat berusaha untuk membelah tubuh Guangzhou yang sudah dirasuki raja iblis neraka dan Lu Dang.


Namun, serangan demi serangan selalu saja mampu ditepis oleh raja iblis dengan kepulan asap hitamnya. Akan tetapi, kepulan asap hitam itu mulai sedikit melemah seiring sinar mentari yang mulai meninggi.


"Enyahlah, kau Raja Iblis Neraka! Tempatmu bukan di sini!" teriak Dara membahana dengan melesat bak kilat langsung menusuk ke arah jantung Guangzhou.


Namun, lagi-lagi raja iblis neraka berkelit dan mengeluarkan kepulan asap hitam yang menyamarkan pandangan Dara hingga tusukan pedang melesat menembus angin.


"Bajingan! Jika terus begini, kapan tewasnya nih, iblis?" umpat Dara kesal, ia tak lagi peduli dengan perutnya yang masih melilit.


Dara melihat Liu Min dan Long Mei masih  menyerang dan bertempur dengan raja iblis neraka dengan begitu cepat, pedang Liu Min mengeluarkan air dan kristal juga api yang menjadi 3 elemen bersatu di tubuh pedang Liu Min.


"Wah, Nona Zhang Mei benar-benar keren!" batin Dara, "selain itu dia juga cantik," lanjutnya.


Dara begitu terpesona akan kecantikan Long Mei seakan wajah naga betina itu, dipenuhi dengan bintang dan bunga indah, membuat Dara seakan ingin memeluknya.


"Ya, istriku benar-benar cantik, bukan?" balas Qinglong, ia begitu bangga dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki istrinya.


Keduanya masih memperhatikan Liu Min dan Long Mei yang terus menyerang dengan api dan kristal air yang mengerikan yang dikeluarkan oleh tebasan pedang Liu Min membuat tubuh Guangzhou sedikit terhuyung.


Dara melesat secepatnya untuk menyerang bagian belakang tubuh Guangzhou dengan tebasan pedang membelah tubuh Guangzhou hingga ledakan kembali bergema.


Dara dan Liu Min dengan pasangan naga yang masih bersatu dengan tubuh mereka melesat secepatnya ke angkasa menghindari ledakan.


Sedangkan semua orang di bawah berjumpalitan menghindari ledakan. Pengawal Guangzhou dan para ninja tak banyak yang selamat, mereka terbakar oleh ledakan yang mengerikan tersebut.


Bangunan gedung Guangzhou runtuh seketika akibat ledakan membuat semua orang kembali lari tunggang-langgang menyelamatkan diri.


"Aaarghh!" erang kesakitan raja iblis neraka.


Raja iblis neraka muncul dari balik ledakan dengan kepulan api yang mengerikan ia terbang ke angkasa. Tubuhnya bukan lagi Guangzhou ataupun Lu Dang melainkan sosok-sosok wujud raksasa yang menyeramkan dengan tanduk di dahi dan tubuh yang mengerikan dengan kobaran api di sekujur tubuh, matanya tepat di bawah tanduk tersebut. 


Raja iblis neraka meraung dengan marah mengibaskan kedua tangan yang memiliki kuku runcing dengan kobaran api, juga taring di sudut mulutnya. Kibasan tangan raja iblis neraka membuat Liu Min dan Dara harus melesat ke sana kemari menghindari tangan raksasa tersebut.


"Wah, ternyata kau jelek sekali! Pantas saja, kau suka merasuki manusia!" ejek Dara, ia menebaskan pedangnya dari tempatnya Melayang di angkasa.


"Kau ingin makan dan merasakan hal yang indah lagi saat kau merasuki tubuh manusia, bukan? Dasar setan bin iblis!" umpat Dara kesal, ia masih saja belum berhasil membunuh raja iblis neraka tersebut.


"Aduh, mengapa istriku sedikit aneh? Biasanya dia tak suka mengejek orang lain? Mengapa sekarang dia suka sekali berkomentar! Aduh, mulutnya lebih sadis dari netizen sosmed dan pengkomen novel?" keluar Liu Min tanpa sadar.


"Mungkin itu pengaruh bayimu, Kaisar! Bukankah buah tidak jauh jatuhnya dari pohon?" timpal Long Mei.


"Kecuali dibawa tupai ya?" lanjut Liu Min, "hm, Nenek! Apa maksudmu? Jadi, kamu menuduh aku  bermulut tajam begitu?" tanya Liu Min menyadari sindiran sarkasme dari Long Mei.


"Tebak saja, sendiri! Yang menghamili Dara siapa?" tanya Long Mei.


"Aku!" jawab Liu Min


"Berarti gen anakmu, gen siapa?" tanya Long Mei.


"Aku!" balas Liu Min.


"Nah, terjawab sudah! Ngapain harus bingung itu anak mirip siapa?" balas Long Mei menyeringai untuk semenit keduanya saling pandang.


"Hahaha! Benar juga ya? Tidak mungkin mirip tetangga kecuali selingkuh!" ujar Liu Min.


"Apa itu selingkuh?" tanya Long Mei.


"Aduh, memang di klan naga tidak ada selingkuh ya? Enak benar!" balas Liu Min.


"Selingkuh itu apa? Apakah sejenis makanan ringan?" tanya Long Mei, mereka masih terus saja membahas masalah yang tidak perlu.


"Aduh, itu orang bukannya malah menolong kita malah sibuk bertengkar!" umpat Dara.


"Hah! Dasar! Jika begini kapan selesainya ini perang?" timpal Qinglong sedikit kesal melihat istri dan kaisar mereka malah adu mulut mengenai hal yang tak masuk akal dan tak begitu penting.


"Woy! Iblisnya masih di sini? Mengapa kalian masih terus bertengkar?" teriak Dara dan Qinglong berbarengan.


"Jika kalian bertengkar itu artinya kalian dirasuki iblis!" umpat Dara.


"Aaargh!" erang raja iblis neraka, "aku … lagi … dikit-dikit aku lagi yang disalahkan … apakah kalian tahu, bagaimana rasa sakitnya dituduh demikian? Rasa sakitnya tuh di sini tahu!" umpat Raja Iblis Neraka, ia menunjuk kepalanya.


"Ya, suka-suka akulah! Yang namanya iblis itu nggak punya hati, kalau punya hati itu namanya manusia! Tapi, manusia terlalu bodoh untuk menggunakan hatinya dengan baik!


"Aku hanya memuluskan keinginan kalian. Hai, Para Manusia! Iblis yang sebenarnya adalah diri kalian sendiri!" amuk Raja Iblis Neraka kesal.


"Bah! Mengapa kau yang marah? Bukankah tugasmu memang menyesatkan keturunan Adam?" umpat Liu Min.


"Itu memang sumpahku! Tapi, pada zaman sekarang manusia sendiri yang melebihi iblis! Dia enak-enak 'kan mabuk aku … yang disalahkan.


"Dia yang berjudi dan saat dia menang dan mendadak dangdut kaya, dia lupa padaku. Begitu dia bangkrut aku … yang disalahkan.


"Dia yang enak asik-asik keluar masuk gua kenikmatan dan makan terong rebus di hotel, dia lupa padaku. Begitu dia sadar, lagi-lagi yang disalahkan aku … kalian pikir aku tidak capek, tahu?!" kesal raja iblis neraka.


"Hah!" ucap semua orang memandang raja iblis neraka.


"Kan itu memang salahmu!?" balas semua orang.


"Enak saja! Tuhan dan para Dewa sudah memberikan aturan, mengapa kalian langgar? Jangan salahkan aku dong?" ujar raja iblis neraka.


"Bah! Mengapa jadi begini?" tanya Liu Min, ia semakin bingung dengan sikap raja iblis neraka.


"Jangan mau terkecoh! Itu hanyalah pengalihan raja iblis neraka untuk mengambil empati manusia," ucap Qinglong, 


"Sejatinya iblis tidak pernah tepat janji, yang tak pernah ingkar janji itu hanya merpati!" ucap Long Mei.


"Hm, merpati ya … pantas saja Daraku tidak ingkar janji … bukankah dara nama lain dari merpati di dalam bahasa Indonesia?" ucap Liu Min, ia menggaruk dagunya.


"Ya, begitulah! Negara Garuda itu ya?" ujar Long Mei mengingat pada masa klan naga ada burung hebat yang disebut Garuda.


"Diam kau naga hijau! Kau mirip sekali dengan ulat!" umpat raja iblis neraka.


"Apa aku harus bilang, 'Wow!' gitu?" sindir Qinglong terkekeh.


"Ayo, kita bereskan saja raja iblis neraka ini, aku sudah ingin bermesraan dengan Daraku!" ajak Liu Min.


"Woy! Dasar omes! Bisa-bisanya kamu malah memikirkan ranjang yang bergoyang?" umpat Dara, ia merasakan segalanya semakin kacau.


"Aduh!" keluh pasangan naga tersebut. 


Kedua naga tersebut hanya menggelengkan kepala menyadari pertengkaran keduanya di udara yang masih saling adu mulut dengan tangan masing-masing menggenggam pedang yang masih berpendar hijau dan merah bercampur perak melingkupi tubuh keduanya 


"Mampuslah, kalian!" teriak raja iblis neraka menyerang dengan kekuatan penuh, ia sengaja mencari celah membuat pasangan muda tersebut bertengkar hingga ia dengan mudah masuk dan melumpuhkan mereka.


Brash!


Cahaya api menyerang Dara dan Liu Min dengan kekuatan penuh yang dilontarkan oleh Raja Iblis Neraka. Trang!


Liu Min dan Dara menebaskan pedang menangkis ke arah serangan kobaran api milik raja iblis neraka yang mengarah pada mereka.


Cahaya saling beradu dengan kekuatan masing-masing saling dorong dan tarik menarik hingga brak! Duar!


Segalanya menjadi ledakan mengerikan dan kekacauan terjadi lagi seketika segalanya terhenti bak gerakan lambat.


Tubuh Dara dan Liu Min melayang di udara bagaikan daun kering tertiup angin bersama para naga yang terpisah dari tubuh mereka sedangkan tubuh raja iblis pun mengalami hal yang sama hingga kecepatan kekuatan kembali menyatu.


Kedua naga tersadar dengan cepat kembali menyatukan tubuh mereka dengan pasangan orang yang mereka lindungi mengangkat pedang secepatnya.


"Long Mei, aku mencintaimu! Dulu, sekarang, bahkan nanti!" teriak Qinglong melesat menyatukan tubuhnya pada Dara mengangkat pedang naga hijau untuk menyelamatkan Dara dan bayi juga semua orang.


"Aku harus mengakhiri perang ini. Hubungan ini harus diputuskan!" batin Qinglong, "Dara yang memiliki mustika naga penguat ruh milik Long Mei, aku harus bersatu dengannya untuk mengeluarkan kekuatan kami," batin Qinglong ia ingin mengorbankan dirinya.


"Qinglong!" teriak Long Mei, ia pun melesat bersama tubuh Liu Min.


Long Mei di dalam tubuh Liu Min menyatukan diri dengan Qinglong dan Dara, keduanya mengambil alih tubuh kedua anak manusia yang mereka jaga dan lindungi selama ini sejak dari ribuan tahun dengan suka dan duka dengan berbagai kesedihan, tawa, dan canda juga air mata serta darah yang sudah tertumpah.


Dari setiap generasi dan reinkarnasi keduanya tanpa mereka sadari hanya karena sebuah permainan raja Iblis Neraka yang egois.


Dara dan Liu min tersadar mereka merasakan di dalam satu tempat selembut kulit ari tipis dengan 4 jiwa bersatu menyerang dan menebaskan pedang ke arah raja iblis neraka yang masih kesusahan untuk memulihkan tenaga.


Bras! Duar!


Ledakan lebih dahsyat terjadi lagi tubuh Guangzhou dan raja iblis neraka terbakar di udara menjadi serpihan dan kepulan asap hitam kembali masuk ke portal yang masih terbuka di bumi dan tertutup seketika.