
Terima kasih buat semua pembacaku yang sudah menemani diriku untuk menyelesaikan setiap bab-bab dari novel : BUKAN WANITA BIASA.
Buku ini kupersembahkan untuk kalian semua para reader terbaikku yang sudah luar biasa memberiku terus semangat dan sebagai inspirasi.
Terutama untuk : Belina Bell, Dina Maryani, Kemilau Jingga, Azamnd#03 (semoga karya kamu sukses selalu) Kak Elisabeth Ratna Susanti (Karyamu sungguh the best), Salsabilah Nurul Najmi (Semoga karyamu pun sukses), dan untuk semua reader yang luar biasa yang tidak bisa aku sebut satu per satu.
Teristimewa untuk Putriku Shelby putri Lieta, teman di grup persahabatan Author, dan Author Femes yang selalu mendukungku. I love you so much.
Akhir kata, maaf jika dalam bertutur kata dan penulisanku ada hal-hal yang tidak berkenan aku mohon maaf.
JANGAN LUPA UNTUK BACA JUGA KARYA BARUKU ... yang berjudul : Cinta Tulus seorang Mafia
Terinspirasi dari kalian yang suka bacaan yang menguras adrenalin.
TERIMA KASIH.
Kisah ini sedikit unik dan berbeda dan sedikit lebih dewasa, aku berharap sedikit bijak di dalam memahami setiap goresan pena yang ingin aku sampaikan.
Cuplikan Bab 1
Namaku Jeffry Dimitri aku seorang mafia dari sindikat La Costra Nostra, jika kau pernah membaca ataupun mengetahui tentang kami, yang terkenal kejam dan dingin. Orang-orang memanggilku dengan sebutan Jeff si tangan besi.
Aku dibesarkan di sebuah panti asuhan di salah satu kota di Texas yang keras, aku tidak mengetahui siapa kedua orang tuaku. Sedari kecil aku selalu saja menggunakan kekerasan untuk bertahan hidup menyelamatkan diri dan mempertahankan secuil makanan.
Namun, kini aku terkapar dengan darah di sekujur tubuh. Aku tak menyesalinya jika nyawa melayang, aku hanya ingin kebahagiaan untuk istri dan anakku. Sayangnya kebahagiaanku tak sebanding dengan semuanya. Semua ini karena cinta … cinta dan pengkhianatan.
Andaikan aku bisa mengulang waktu ….
***
Tiga tahun lalu ….
Dor! Dor! Dor!
Decitan dari ban mobil menabrak pembatas jalanan.
"Siapa yang berani melakukan ini padaku?" teriak Jeff Dimitri, ia merasa selama ini semua musuh tunduk kepadanya.
Hampir 30 tahun seorang Jeff Dimitri malang melintang di dunia bawah tanah yang keras, ia akui dua bukanlah seorang pria yang baik, ia penjahat yang dicari seantero jagad raya.
Jeff salah satu pemuka dari sindikat mafia La Costra Nostra yang ditakuti di benua Amerika karena sepak terjang mereka yang mengerikan.
Perebutan kekuasaan di kubu La Costra Nostra mulai goyah karena tiga tokoh terkemuka mulai ingin menggeser kebijaksanaan dengan menjual anak-anak dan wanita, sebagian menolak karena tidak sesuai dengan tujuan utama berdirinya sindikat bawah tanah tersebut.
Jeff Dimitri pria yang terlihat tampan dengan brewok dan rambut gondrong, jas, dan setelan mewah langsung menarik senjata dan menembak musuhnya.
Jeff salah satu tokoh yang menolak hal tersebut, tetapi kedamaian yang mulai tercipta kembali goyah dengan persaingan di dalam kubu tersebut, tanpa diketahui siapa musuh yang sesungguhnya.
"Mungkin kelompok mafia Bowen Utara (Daerah kumuh Denver pendirinya Bowen berkulit gelap)? Bukankah kita baru saja bentrok dengan mereka!" ucap Greg salah satu anak buah Jeff yang setia.
"Tuan, sebaiknya Anda kabur! Biar kami yang menghadap-"
"Greg!" pekik Jeff.
Ia tak menyangka jika Grek tak lagi bisa meneruskan kalimatnya sebutir peluru sudah menembus kepala dan darah mengotori dashboard.
Begitu juga dengan supir dan seorang lagi, di sisi kanannya, "Aaa!" Jeff pun tertembak bagian bahu dan ia tak tahu di bagian tubuhnya yang mana lagi.
Ia langsung menendang pintu mobil merangkak menjauhi berondongan senjata, ia semakin jauh merangkak membelah temaram lampu di salah satu jalan di Kota Denver yang keras pada malam hari pukul 02.00 am.
Jeff bersembunyi di balik salah satu gedung, duar! Ia melihat ledakan dari limosin miliknya menjadi serpihan.
"Bajingan! Siapa yang telah melakukan hal ini?" umpatnya, kepalanya berdenyut yak karuan.
(Kelanjutannya kepoin di novelnya, aku tunggu!)