KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
episode 99


Azam diam mengingat semua perkataan nanda. nanda pergi begitu Saja dari tempat nya. meninggalkan azam sendiri. perasaan azam berkecamuk antara sadar dan tidak sadar. tapi azam selalu menyebut asma allah sehingga hati nya yang semula sakit dan terpukul dengan ucapan nanda sekarang sudah tenang.


Tak lama kemudian aisyah dan nando datang mereka sambil tertawa kecil sepertinya sedang menikmati percakapan mereka.


" kak azam di mana nanda?" tanya nando


" barusan disini tapi sudah pergi. entah kemana saya juga tidak tahu" jawab azam tenang seakan tidak ada apa apa.


" aisyah saya pergi cari nanda dulu, soalnya nanda tidak bawa Hp" ujar nando begitu hawatir


" maaf saya lupa menanyakan nanda mau kemana"


jawab azam


nando langsung pergi mencari nanda sedang aisyah menunggu di Cafe bersama azam


" ustad maaf seberapa dekat keluarga ustad dengan keluarga nanda?"


" sangat dekat neng soalnya kita sudah seperti keluarga"


" mmmmm pantas saja saya lihat foto foto ustad bersama keluarga nanda sedang makan bersama"


" neng maaf saya bantu nando mencari nanda dulu. ini sudah malam biar bisa pulang cepat"


" ustad saya ikut saja , karena saya juga takut sendirian apalagi tidak pernah kesini" ujar aisyah pada azam


" baik neng aisyah "


Mereka berdua ikut mencari nanda dari lantai atas sampai parkiran aisyah dan azam tidak menemukan nanda.


sedang kan nando sudah menemui nanda di musholla mall itu


" sudah selesai sholat nya?" tanya nando


" sudah kak"


" maaf kakak sebenarnya tadi sengaja membiarkan kamu berdua sama azam .biar kamu bisa bicara antara hati ke hati. biar jelas seperti apa hubungan kalian " ujar nando merasa kasian melihat adiknya sedang sakit hati


" kak mulai saat ini jangan pernah berbicara dia lagi. semua sudah ke hapus kak."


" aku tahu sulit melupakan yang kita cintai. tapi kamu punya hak untuk memperjuangkan semuanya"


" kak hak itu sudah tidak ada sekarang, aku adalah seorang santri ingin mendapatkan ilmu yang barokah manfaat dunia dan akhirat, jadi aku tidak akan memperjuangkan sesuatu yang sudah kiai tetap kan , aku akan sangat menyakiti kiai kak, dan apa yang aku harapkan hanya ridho kiai kak. aku sudah ikhlas dengan semua ini kak" ujar nanda menangis di pelukan nando


" menangis lah jika akan membuat kamu lega dan bisa bahagia"


setelah nando menelfon azam dan bertanya dimana . nando dan nanda menuju ke tempat parkir. Di mana aisyah dan azam sudah menunggu


" nanda bikin bingung kemana kamu pergi" tanya aisyah


"maaf neng masih sholat" jawab aisyah


" oke ayo kita pulang ini sudah malam"


akhirnya mereka pulang tapi azam naik mobil sendiri sedang kan nanda dan aisyah bersama dengan nando


" kamu tidak lagi ada masalah kan nan?"


" tidak ada neng , saya tadi sholat isyak dulu , soalnya neng kan lagi tidak bisa sholat jadi biar saya sekalian sholat disini di rumah tinggal duduk santai sama mama dan kak raesa " jawab nanda tersenyum menutupi kesedihan nya


Setelah beberapa menit kemudian mereka sampai. nando nanda dan aisyah masuk ke dalam rumah sesampainya di ruang tamu ibu nafisah dan raesa juga zidan sedang berkumpul menunggu nanda


" assalamualaikum " sapa nanda dan aisyah


" wa alaikum salam " jawab yang sedang duduk di ruangan itu


" kak raesa kangen" ujar nanda lalu memeluk raesa , dan nanda mencium kakak tercinta nya


" sama kakak juga, neng aisyah sehat dan kiai apa sehat semua " ujar raesa


" alhamdulillah sehat mbk "


"syukurlah oh iya selamat ya neng atas pertunangan nya dengan ustad azam "


" iya mbk terimakasih " jawab aisyah


lalu raesa melihat nanda sambil tersenyum


" tambah berisi saja ni badan, apa sering makan malam ya di pesantren?" tanya raesa sambil mencubit pipi nanda


" ah kakak emang udah kayak gini kok" jawab nanda tersenyum dan langsung gendong zidan tapi zidan malah menangis menolak


semua tertawa karena zidan merasa di gendong orang asing


" dedek zidan jangan nangis dong. aku tante kamu " ujar nanda sambil melayu zidan . tapi zidan tambah menagis menjerit


" sudah sudah berikan pada kak raesa nya" ujar ibu nafisah


keluarga itu bercerita panjang lebar semua merasa senang. dan kesedihan nanda sudah tidak tampak lagu di wajah nya. nando yang melihat adik nya tertawa sangat senang sekali.