
Sesampainya di rumahnya, Sandy langsung masuk kedalam dan duduk di ruang tamu, mengingat ngingat masa masa indah bersama Raesa.
Begitu cepat dirimu meninggalkan diriku
Begitu cepat masa indah itu hilang
Begitu cepat Waktu bersama kita
Begitu cepat kamu menghilang dari pelukan ku
Ya Allah. .....
Hamba sadar terlalu banyak dosa di masa lalu
Hamba sadar terlalu banyak kewajiban yang hamba tinggal kan
Mungkin ini teguran
Mungkin ini hukum
Mungkin ini karna
Atau memang hamba tidak pantas untuk hidup bahagia, karena dosa dosa hamba.
Sandy merasa kesepian, saat ini tidak ada yang bisa diajak berbicara.
" Aku akan pergi saja, mencari sebuah ketenangan, jika memang masih ada ijin dari Allah untuk aku bersatu dengan Raesa, aku yakin kita akan bertemu lagi " Ujar nya dalam hati.
Sandy melangkah menuju kamar nya. mengambil koper dan memasukkan baju nya.
Setelah tertata rapi Sandi menutup koper nya. dan keluar dari kamar nya. begitu sampai di halaman rumah nya Sandy memasukkan koper nya. kedalam mobil nya, setelah siap dia berangkat meninggalkan rumah mewah itu.
Di tempat Raesa, Hujan sedang turun sangat lebat sekali. hawa dingin yang membuat tubuh Raesa mengigil, Pak Anas menghampiri putri kesayangan nya.
" Nak pakai jaket mu hawa nya sangat dingin sekali disini " Ujar Pak Anas
" Iya yah " Jawab Raesa singkat
Lalu masuk kedalam kamar nya , Raesa mengambil jaket nya dan memakai nya. Sore hari yang biasanya cerah berubah menjadi mendung seketika, Raesa menutup jendela kamar nya, yang mulai tadi di biarkan terbuka.
Tuhan .....
Kenapa rindu itu datang saat dia sudah tidak lagi peduli pada ku.
Kenapa sebuah harapan kebahagiaan Itu harus hilang dalam sekejap.
Kenapa dia yang aku cinta lelah mendampingi ku
kenapa dia melepaskan aku saat aku butuh tempat bersandar.
Apakah ini pantas untuk ku
Apakah memang layak untuk ku
Ya Allah
Jika hukuman ini akan membuat hamba menjadi wanita kuat, hamba ikhlas
Jika teguran ini akan membuat hamba lebih dekat dengan Mu hamba ikhlas
Ampuni Hamba Ya Allah
Raesa mengambil Al Quran di atas lemari kamar nya. Dia duduk bersimpuh, membaca Ayat ayat suci Al Quran dengan khusuk.
Malam hari, setelah sholat Maghrib Raesa keluar dari kamar nya.
Ibu Ani dan Pak Anas terlihat berbincang bincang
" Ayah, Ibu besok kita ke pasar atau ke kota terdekat, kita cari mobil yang murah di shorum, yang bisa buat kita disini jika mau pergi keluar, mobil bekas yah "
" Apa Raesa ada tabungan nak ? , ayah tidak mau Raesa nanti butuh uang, sedang Ayah belum dapat pekerjaan "
" Yah kita akan membuka restoran sendiri. Raesa akan mencari tempat di kota besok. Ayo yah kita buka usaha sendiri. Tabungan Raesa dari hasil kerja Raesa di kantor Alhamdulillah lebih dari cukup yah , Karena Raesa juga ngambil gaji waktu kerja "
Ujar Raesa memeluk Pak Anas
" Syukurlah nak, ibu juga kasian jika harus lihat kamu bingung tidak punya uang "
" Besok suruh bibik juga cari sawah Yah, uang Raesa buat beli sawah lagi yah, biar kita punya tabungan "
" Kamu bener nak, Ya sudah sholat ishak dulu lalu tidur. besok jam 5 angkot nya datang ke depan balai desa itu, kalau siang jam 12 baru ada "
" Baik yah "
Raesa masuk ke kamar nya , dan sholat ishak. setelah selesai sholat Raesa merebahkan tubuhnya di tempat tidur, dan akhir terlelap dengan sendirinya.