KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 159


Malam hari mereka semua sibuk packing barang barang yang akan di bawa untuk pulang. Nanda, Fatma begitu juga dengan Nando yang sibuk membangkus baju syar'i dan tas yang akan di kirim ke Aisyah sebagai oleh oleh nya.


Selesai packing mereka istirahat, karena penerbangan ke indonesia jam 4 dini hari . Tetapi tidak dengan Sandy, Sandy merasa berat meninggalkan Ibu Vely, Raesa yang melihat wajah suaminya sedih menghampiri nya.


" Abi kenapa wajahnya jelek gitu, ini sudah malam kita harus tidur, besok pagi kita harus bangun pagi" Ujar Raesa pada Sandy yang masih duduk di teras kamar nya.


" Umik, Abi merasa kasihan terhadap mama, dia sangat sedih kita tinggal kan " Ujar Sandy


" Bi maafin Umik ya, ini semua karena umik tidak mau tinggal disini " Ujar Raesa merasa bersalah


Sandy menarik tangan Raesa dan duduk di pangkuan Sandy.


" Umik tidak salah, kenapa minta maaf, justru Abi yang minta maaf sudah buat Umik merasa bersalah, sekarang jangan sedih ya " Ujar Sandy


" Bi kita buat jadwal saja, setiap Akhir bulan kita kunjungi mama gimana " Ujar Raesa sambil memeluk Sandy


" Boleh juga saran Umik, tapi apa Umik tidak capek harus tiap bulan "


" Untuk kebahagiaan orang tua tidak ada yang capek Bi " Jawab Raesa mencium kening Sandy


Sandy merasa sangat beruntung memiliki Raesa yang mengerti dengan setiap kemauan nya.


Keesokan hari nya jam 4 pagi mereka sudah berada di bandara untuk berangkat ke tujuan mereka. Ibu Vely menangis memeluk Raesa,begitu juga Bapak Samuel


" Mama is taking care of her health. I must miss Dad and Mom" ( papa, mama jaga kesehatan kalian, aku pasti merindukan kalian ) Ujar Raesa kepada Ibu Vely dan Bapak Samuel.


" Always healthy my child " ( sehat selalu anak ku ) Ujar Ibu Vely memeluk Raesa


" Papa harap kalian sering seringlah datang kemari " Ujar Bapak Samuel.


" Iya Papa Raesa dan Sandy akan di usahakan tiap bulan kesini " Ujar Sandy


" Om tante kita berangkat, terimakasih atas semuanya selama kita disini " Ujar Nando


" Om dan tante bahagia kalian disini, pesan om belajar lah dengan sungguh sungguh biar kalian jadi anak yang berguna bagi nusa bangsa dan agama "


" Terimakasih om " Ujar Nanda.


Mereka pun pergi menuju ke pintu pemberangkatan. Ibu Vely dan Bapak Samuel meneteskan air mata melihat kepergian mereka, merasakan bahagia tetapi hanya sementara saja.


Kurang lebih 23 jam di dalam pesawat, sungguh melelahkan sekaligus bahagia, Raesa bisa bertemu dengan mertua nya.


Keesokan hari nya mereka sampai di kota tercintanya. Raesa, Sandy , Nando , Nanda juga Fatma dan baby Zidan naik kedalam mobil mereka dan merasa lelah sekali .


" Nyonya, Nyonya. .. " Pak Yono berhenti berbicara seperti ada kesedihan dengan wajah Pak Yono.


" Kenapa mama Pak Yono " Tanya Raesa cemas


" Tante kenapa " Tanya Sandy cemas


" Pak yono kok diam sih " Tanya Nanda dan Nando


" Mama sakit kah Pak Yono ? " Tanya Fatma


" Iya " Jawab Pak Yono singkat . Pak Yono membawa mobil nya sangat kencang sekali. mereka seperti merasa aneh terhadap pak yono


" Ya Allah kenapa Pak Yono tidak telfon kita " Ujar Raesa dengan panik nya.


" Baru saja Mbk Raesa, ini saya dari rumah sakit langsung jemput"


" Oke kita langsung kesana " Ujar mereka bersamaan.


Pak Yono tidak berbicara apa apa lagi, Dia fokus menyetir, dan tak lama kemudian mereka sampai, semua berebutan untuk turun karena mereka semua panik .


Pak Yono membawa mereka ke ruang Rawat Inap yang baru saja Ibu Nafisah di pindah kan.


Raesa membuka pintu Kamar Ibu Nafisah, seketika tubuh Raesa bergetar , mata nya terbelalak, mulut nya bergetar tak sanggup berucap, Sandy, Nanda , Nando juga merasa terkejut dengan apa yang di lihat bagai kan di sambar petir di siang hari.


" Selamat datang keluarga ku " Sapa seseorang yang berdiri di sebelah Ranjang Ibu Nafisah.


" Mas syaaaaaiiiiiiif " Ujar Raesa tak mampu lagi berucap


Yah ternyata Syaif yang berdiri menemani Ibu Nafisah yang sedang tidak sadarkan diri. karena kedatangan Syaif.


" Syaaaiif kamu kah itu?" Tanya Sandy dengan suara terputus putus seperti sulit sekali berucap


" Kakak " Teriak Nanda dan Nando berlari menghampiri Syaif dan memeluk nya .


" Kakak masih hidup " Tanya Nando suara isak tangisnya


" Iya kakak masih di berikan umur panjang sehingga bisa sehat dan kembali kepada kalian "


Raesa masih berdiri seperti patung begitu juga Sandy sambil menggendong Zidan yang sedang tidur berdiri seperti patung. kebahagiaan yang baru di mulai tapi datang kepahitan yang akan di hadapi.


Sanggup kah Raesa memilih salah satu di antara mereka, atau Raesa mengalah untuk pergi meninggalkan keduanya.