
Malam hari selesai sholat Magrib berjamaah, Nanda dan Fatma beranjak dari musholla terlebih dahulu, karena hendak pergi makan malam dengan Kaila
" Kak Nando ayo kita siap siap "
" Emang mau kemana ?"
" Lah bukan nya tadi Kaila kekamar mu mau ngajak makan malam , soalnya besok dia ke jerman "
" Perasaan tidak ada Kaila kekamar ku "
" Tadi mama lihat Kaila keluar dari kamar kamu Nan "
Ujar Ibu Nafisah
" Yaa Nando tidur pulas ma, jadi tidak menyadari siapa yang datang "
" Ya sudah pergi sana bersiap , kasian dia akan pergi besok " Ujar Ibu Nafisah
" Ma kak Raesa sama kak Sandy kemana " Tanya Fatma
" Kakak mu sebelum Magrib jemput Zidan ke rumah Oma Ani "
" Mmmmm, baik lah ma kita permisi dulu "
Mereka semua pergi ke kamar masing masing. Tak lama kemudia Kaila datang dan langsung duduk di ruang keluarga menemui Ibu Nafisah.
" Assalamualaikum tante " Kaila mengucap kan salam sambil bersalaman dengan Ibu Nafisah
" Waalaikum salam Kai "
" Mana yang lain tante "
" Mereka masih ganti baju, duduk lah sini sama tante, kamu pasti akan lama meninggalkan kita "
" Iya tante, mungkin 4 tahun kita disana. Soalnya Papa sama mama juga ada bisnis disana " Jelas Kaila
" Tidak apa apa , yang terpenting kamu dan keluarga sehat , dan jangan lupa untuk terus menghubungi kami , biar persaudaraan kalian tidak hilang karena sebuah jarak "
" Tante benar , Kaila tidak akan lupa "
Tak lama kemudia Nanda , Fatma juga Nando turun dari lantai atas. Kaila tersenyum melihat mereka turun, Tapi jantung Kaila seakan berhenti begitu melihat Wajah Nando, Kaila mengikuti alur permainan, jika Nando tidak mengatakan apa apa itu artinya Nando hanya bermimpi, Tapi jika Nando berbicara tentang memeluk Kaila, itu artinya Kaila harus siap menjawab nya.
" Hei kok bengong " Sapa Nando membuat Kaila terkejut.
" Nando nyebelin " Ujar Kaila sambil memukul punggung Nando.
" Sudah Ayo berangkat " Ajak Nanda
lalu mereka pergi setelah berpamitan kepada Ibu Nafisah.
Di sisi lain di kediaman Ibu Ani dan Bapak Anas, Raesa sedang bermain dengan zidan Dan Sandy juga Pak Anas dan Ibu Ani.
" Kalian bermalam lah disini , ibuk kangen sama kamu Nak " Ujar Ibu Ani
" Iya bu , Tapi besok Raesa pagi pagi sekali harus ke kantor, banyak berkas yang harus Raesa tanda tangani "
" Iya bu kita bermalam disini , Kalau Sandy terserah Raesa bu " Ujar Sandy
" Kalian pergilah makan dulu , itu ibu buat pedes ikan tuna kesukaan mu sa " Ujar Ibu Ani
" Wah mantap tu bu Bi ayo makan , Abi belum pernah loh makan pepes buatan Ibuk "
" Baik lah "
Raesa dan Sandy menuju meja makan. mereka duduk bersebelahan.
" Abi mau makan nasi nya banyak apa sedikit "
" Sedikit saja , Abi ingin makan pepes yang banyak "
" Ternyata Abi suka masakan ala ala desa"
" Sangat suka apa lagi sama ...."
" Sama apa Bi kok tidak di lanjutin "
" Sama Umik heheheh " Sandy tertawa melihat kearah Raesa.
" Bi jangan gombal, Ayo cepat makan " Ujar Raesa dengan wajah merona
Mereka pun makan . selesai makan Sandy dan Raesa kembali ke ruang tamu bermain lagi dengan Zidan.
Di Cafe tempat Kaila, Nanda , Fatma dan, Nando makan malam terlihat begitu rama, mereka menikmati makanan sambil bercanda dan tertawa.
" Kaila aku harap kamu jaga diri baik baik disana ya " Ujar Nanda
" Oke Nan makasih ya udah nemenin aku malam ini "
" Kamu jaga diri baik baik ya, jaga makan kamu juga , soalnya kamu suka se enak nya ngatur jam makan mu yang tidak teratur " Ujar Nando yang sudah mengerti tentang Kaila
" Siap bosan " Jawab Kaila
" Ini sudah malam, waktu nya kita pulang " Ujar Nanda
" Masih Jam 10 Nan "
" Tidak baik perempuan malam malam masih di luar rumah " Ujar Nanda lagi
" Ya ampun, teman ku ini sudah bener bener berubah menjadi ustadzah "
" Kaila Nanda benar, ayo kita pulang , kamu juga harus istirahat biar besok badan kamu sehat waktu di perjalanan " Ujar Nando juga
" Oke oke,,, Fatma kamu kok gak ngomong ayo kamu mau ngomong apa " Kaila hanya tersenyum saja melihat sahabatnya sudah berubah
" Aku hanya mau bilang, jangan lupa sholat lima waktu nya ya karena itu pedoman hidup yang sesungguhnya " Ujar Fatma santai
" Baik lah para santri wati kita pulang " Ujar Kaila lalu berdiri.
Nanda, Nando juga Fatma tersenyum melihat tingkah Kaila.