
Jauh di sebuah desa, yang terletak di bawah lereng gunung , suasana desa yang masih sangat asri. Raesa dan keluarga baru sampai di sebuah desa terpencil desa xxxx, yang membuat Raesa tersenyum melihat pemandangan sawah sawah dengan tumbuhan padi siap panen.
Pak Anas menyuruh sopir Angkot berhenti di depan balai desa xxxx, setelah itu Pak Anas, Raesa dan Ibu Ani turun.
Desa Xxxx adalah desa tempat kelahiran Pak Anas, karena orang tua Pak Anas sudah tiada, maka Pak Anas menitipkan rumah itu kepada adik sepupu nya.
Mereka berjalan menelusuri jalan setapak, yang belum terjemah Aspal atau proyek jalan di desa.
Tiba tiba ada seorang wanita tua memanggil nya.
" Anaaaas " Teriak nya dari jauh
" Mbak yu " Panggil balik Pak Anas pada wanita tua itu, yang ternyata kakak sepupu Pak Anas.
" Siapa Ayah "
" Dia bibik mu nak, kakak sepupu Ayah, hanya tinggal satu ini saudara Ayah "
" Kenapa Ayah tidak pernah ajak Raesa ke desa ini "
" Pernah dulu nak ketika kamu masih bayi " Jawab Ibu Ani.
" Karena Ayah bekerja jadi ayah tidak pernah ngajak kalian kesini. cuma Ayah saja yang sering main kesini "
Setelah saudara sepupu Pak Anas sampai di dekat Pak Anas, Raesa bersalaman begitu juga Ibu Ani dan Pak Anas.
" Ya Allah kamu sudah besar nak " Ujar Ibu Ningsih
" Bibik sehat sehat saja kan ? " Tanya Raesa
" Alhamdulillah ndok bibik sehat "
" Mbak yu sedang apa? "
" Sedang panen, ayo kok ngobrol di jalan, kita pulang ke ruma"
" Iya mbk " Jawab Pak Anas
Mereka mengikuti Ibu Ningsih, setelah sampai di depan rumah Raesa dan Ibu Ani langsung masuk mengikuti Ibu Ningsih.
Rumah yang sederhana, yang terbuat dari kayu jati , tetap sangat bersih, Ibu Ningsih merawat rumah itu dengan baik.
" Ayah rumah ini, membuatku nyaman "
" Ini satu satu nya peninggalan kakek mu nak dan sebelah sawah ini adalah rumah Bibik mu "
" Raesa mau memulai nya dari rumah ini yah, dan akan menjemput Zidan tinggal bersama ku, hidup apa adanya " Ujar Raesa dengan mata berkaca kaca
" Apa kalian ada masalah " Tanya Ibu Ningsih melihat wajah Raesa yang berubah sedih.
" Setelah capek kita hilang , aku akan bercerita mbk "
" pergilah kalian beristirahat, aku kesawah lagi untuk melanjutkan pekerjaan ku "
" kalau kalian lapar pergilah ke rumah aku masak banyak hari ini karena banyak yang bantu pekerjaan di sawah "
" Iya mbk , pergilah " Ujar Ibu Ani
Dan di sisi lain, Ibu Nafisah sudah di bawa pulang dari rumah sakit.
Sesampainya di ruang keluarga Ibu Nafisah langsung menemui Zidan yang sedang bermain bersama Fatma dan Peni juga Bik Ijah, beruntung sekali Zidan tidak rewel di tinggal Raesa , Syaif duduk di kursi sofa sambil memperhatikan Zidan.
" Assalamualaikum "
" Waalaikum salam mama sudah sehat " Tanya Fatma
" Alhamdulillah nak mama sudah baikan "
" Maaf Fatma tidak ikut menjaga mama, karena kasian Zidan ma kalau di tinggal "
" Tidak apa apa nak, kamu sudah banyak membantu mama "
" Syaif apa kamu menemukan Raesa "
" Belum ma , Raesa sudah pergi ma, dia lebih memilih hidup sendiri meninggalkan aku dan Zidan dari pada kembali padaku, atau dia lebih memilih Sandy " Ujar nya membuat Ibu Nafisah sedikit kesal dengan ucapan Syaif
" Jaga bicara mu , dia bukan wanita seperti itu "
" Lelah ma dengan semua permainan ini , aku harus mencari Raesa kemana ? atau jangan jangan dia sedang bersama Sandy " Ujar Syaif dengan wajah marah
" Sandy tidak mungkin melakukan itu, dia sudah berubah , dia bukan Sandy yang dulu "
" Sandy akan tetap seperti itu, pecandu obat obatan ma , dan itu sangat sulit untuk sembuh " Jawab Syaif dengan nada sinis.
" Jangan berburuk sangka pada nya, justru dia sudah berubah 100 persen dari kehidupan nya yang dulu , mama tidak membela nya , tapi itu kenyataan nya "
" Sudah ma jangan bahas dia lagi. aku benci dengan laki laki itu, perebut istri orang " Ujar Syaif kesal.
Ibu Nafisah kecewa dengan sikap Syaif yang sudah banyak berubah .
Nando dan Nanda juga tidak habis fikir dengan Syaif yang berbicara se enak nya mengenai Raesa.
Karena bagi Nando dan Nanda Raesa adalah wanita yang pernah perjuangan demi hidup nya dan keluarga nya. Perusahaan menjadi maju dan berkembang pesat, bahkan Raesa membuka perusahaan di bidang pariwisata di 3 tempat , tampa sepengetahuan Ibu Nafisah, kini semua usahanya di tinggal kan begitu saja. hanya berpesan kepada setiap kepercayaan nya untuk mengurusnya dengan baik dan melaporkan kepada kluarga Ibu Nafisah jika mengalami masalah. Raesa menyatakan mengundurkan diri dari perusahaan itu, dan menganti nomer Handphone nya.