KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
episode 93


Sore hari raesa sudah sampai di rumah diruang tamu sedang ada tamu . raesa masuk dan mengucapkan salam. ibu nafisah menjawab nya


" sayang ini teman mama. dia yang akan merias kamu. untuk acara makan malam nanti"


" ma tidak perlu di rias ma . kan cuma makan malam"


" mama akan marah kalau kamu menolak nya"


" baik lah demi mama " jawab raesa pasrah


" sis silahkan di rias dan gaun nya juga siapkan ya" ujar ibu nafisah.


" baik nyonya"


mereka mengikuti raesa ke lantai atas setelah sampai di depan kamar raesa. raesa menyuruh nya duduk di ruangan keluarga atas . sedang raesa berpamitan untuk mandi dulu.


merekapun menunggu di ruang keluarga. beberapa menit kemudian raesa selesai mandi dan memanggil perias itu .


" mbk tolong ya rias yang sederhana saja" ujar raesa pelan


" baik nyonya"


"terimakasih "


Raesa di rias dengan make up natural tetapi terlihat elegan. dengan gaun busana muslim warna abu abu membuat pas dengan badan raesa . perias jadi kagum melihat nya


" cantik mahal dan sempurna sekali " ujar perias itu


" terimakasih mbk"


" sama sama"


setelah siap raesa turun dimana di lantai bawah sudah di tunggu oleh ibu nafisah.


" mama zidan kemana ?"


" tadi sudah di bawa ibu ani kerumahnya. jadi kita bisa pergi tampa beban zidan disini"


" terimakasih mama" ujar raesa mencium pipi mertuanya


Tak lama kemudian mereka pun sampai . ibu nafisha turun dari mobil dan di susul oleh raesa. ibu nafisah berjalan beriringan dengan raesa. setelah sampai di pintu aula raesa merasa heran karena para pelayan di rumah nya menjadi penerima tamu di pintu utama . semua terlihat rapi dan raesa terperangah saja melihat itu.


" selamat datang nyonya dan mbk raesa" sapa para pelayan itu , raesa hanya diam saja seperti patung


" i i iyaa loh kok paman sama bibik semua disini. ada apa ini?" tanya raesa heran


" sudah masuk saja ya " ujar bu nafisah


raesa pun masuk mengikuti ibu nafisah, ketika masuk dan semua melihat raesa nyanyian ulang tahun dan tepuk tangan dari semua tamu undangan dan taburan bunga mawar putih menaburi raesa . raesa tak percaya akan semua itu dia hanya diam tidak menyangka dengan kejutan besar tentang ulang tahun nya . yang tampa raesa sadari raesa juga lupa kapan dia berulang tahun. raesa menangis memeluk ibu nafisah ibu ani dan pak anas juga menghampiri nya .


" terimakasih mama, ayah , ibu terimaksih kejutannya" ujar raesa dengan tangisnya


" hapus nak air matamu sudah saat nya memulai sesuatu yang baru" ujar bu nafisah


" selamat ulang tahun anak ku. sehat selalu dan semoga Allah selalu memberikan umur yang panjang , dan murah rejeki "


" iya nak ibu tidak bisa memberikan apa apa . hanya berdoa yang terbaik pada mu"


" tidak ibu dan ayah .kasih sayang kalian yang membawa ku bertemu mereka orang orang baik " ujar raesa


" mama zidan mana" tanya raesa


" itu disana " ujar bu nafisah menunjuk ke arah sandy yang sedang menggendong zidan,.


raesa melihat zidan yang sangat dekat dengan sandy sepertinya mereka punya ikatan batin yang kuat , raesa melihat kedekatan itu.


" nak ayo naik kesan semua menunggu kamu" ujar ibu ani


" iya ibu"


raesa melangkah menuju tempat dimana kue ulang tahun yang begitu besar berbentuk piramid dengan coklat yang begitu lezat.


dengan di iringi musik dan nyanyian dari para undangan. setelah memotong kue raesa memberikan pada ibu ani dan pak anas lalu ibu nafisah. kemudian zidan yang sudah di ganti di gendong ibu ani.


dari kejauhan sandy melihat raesa dengan takjub. kecantikan nya dan tingkahnya tutur sapa nya . membuat cinta sandy semakin kuat . cinta tak terbalas tapi sandy cukup bahagia melihat raesa bahagian. keinginan memiliki raesa susah sirna tapi cinta nya tak pernah sirna. hanya menunggu ke ajaib tuhan saja , itu yang di harap sandy saat ini