
Raesa mencium Zidan begitu juga Zidan memeluk erat Raesa.
" Mama angan enggi agi ya , idan indu mama, papa Andy ana ma, idan angen apa Andy ma " Ujar Zidan menangis mencari sosok Sandy yang telah lama menghilang.
" Papa Sandy masih kerja, Zidan kan ada papa Syaif , dia juga sayang sama Zidan. dan Zidan harus mau sama papa Syaif " Ujar Raesa mencoba menasehati dan mengatakan yang sesungguhnya.
Tapi tidak dengan Zidan Ketidak datangan Sandy 5 bulanan ini membuat Zidan tetap mencari nya. bahkan Zidan semakin kurus, tidak seperti Sebelum nya yang gemuk dan berisi.
" Sayang Papa akan menjaga kamu mengajak kamu bermain dan akan menemani kamu tidur bersama Mama, jadi jangan takut ya sayang " Ujar Syaif menghampiri Zidan, Tapi Zidan seperti takut melihat syaif menutup matanya dengan kedua tangan nya dan sembunyi di dada Raesa .
" Zidan Sayang, tidak boleh seperti itu Mama tidak suka , Zidan harus menerima papa Syaif dia papa kamu nak " Ujar Raesa membelai Rambut Zidan
" Idan akut ma, Papa itu mayah am apa Andi ma " Ujar Zidan membuat Raesa terkejut karena Zidan bilang marah dengan Sandy.
" Apa Sandy sempat kesini tapi Mas Syaif tidak baikan sama dia " seru dalam hati Raesa.
" Sudah lah kalian jangan paksa Zidan dulu, nanti pasti akan menerima dengan sepenuhnya, hanya saja Syaif harus bersabar, jika tidak selamanya anak itu tidak akan dekat dengan Mu " Ujar ibu Nafisah
" Mama Maafin Raesa ya ma sudah meninggal mama dalam keadaan Sakit "
" Tidak perlu minta maaf , mama yang seharusnya minta maaf , menyiksa kamu dengan keadaan seperti ini , hati mu telah terluka nak " Ibu Nafisah memeluk Raesa sambil menangis.
" Ma ini adalah jalan hidup yang tuhan berikan, baik itu sakit atau senang, kita akan menjalani dan mensyukuri semuanya, mulai saat ini mama jangan merasa seperti itu" Ujar Raesa memendam sakit dalam hatinya, karena perlakuan Syaif di hotel.
" Kak, Fatma sangat kangen sama kakak"
" Aku juga Fatma, terimakasih sudah menjaga anak ku "
" Aku adik mu kak jadi sudah sepantasnya aku membatu kakak menjaga Zidan "
terakhir Bik Ijah yang langsung menangis melihat Raesa.
" Bik kok menangis "
" Kangen sama nak Raesa " Jawab Bik Ijah sedih
" Raesa juga kangen kalian semua " Ujar Raesa memandang Bik Ijah dan yang lain
" Nak pergilah Istirahat kalian pasti Capek"
" Tidak ma Raesa ingin bersama dengan Zidan Raesa kangen Zidan ma "
" Kalau begitu pergilah ke kamar Zidan bawa Zidan bersama kamu dan Fatma "
" Baik ma " Jawab Raesa dengan perasaan lega, Karena sebenarnya Raesa masih takut dengan apa yang di lakukan Syaif kepada nya .
Raesa menggendong Zidan membawa ke kamar nya, di ikuti Fatma. setelah sampai di dalam kamar Zidan , Raesa merebahkan tubuhnya sambil memeluk Zidan, Raesa menangis melampiaskan rasa sakit nya kepada Zidan memeluk Zidan sekarang takut kehilangan Zidan.
Fatma merasa tidak tega dengan keadaan Raesa, Fatma melepaskan Sepatu Raesa tapi begitu Fatma memegang pergelangan kaki nya, Raesa menjerit dan Fatma terkejut melihat Kaki Raesa merah seperti bekas di ikat.
" Ya Allah kakak kenapa ini kak, apa yang terjadi dengan kakak , Apa sudah di obati kak ?" Umumnya Fatma dengan bermacam pertanyaan.
" Tidak apa apa Fatma aku hanya terjatuh "
" Kak tidak mungkin terjatuh akan seperti ini kak" Ujar Fatma panik , dia mengambil obat di kotak P3K Yang tersedia dikamar Zidan.
" Kakak benar benar tidak apa apa "
ketika Raesa duduk dan memegang tangan Raesa, Fatma menatap Raesa penuh pertanyaan dan sedih
" Kakak berbohong, dan Allah melarang umat nya berbohong "
"Aku tahu Fatma, tapi aku akan berdosa jika aku harus jujur membuka Aib suamiku, aku adalah seorang istri yang hanya patuh perintah suami "
" Kak apa ini kak Syaif yang melakukan ?"
Raesa mengeleng kan kepalanya ketika Fatma memaksa untuk jujur Raesa mengadu kesakitan lagi
" Aauuw " Seru Raesa menahan sakit
Fatma melihat pergelangan tangan Raesa , mata Fatma melotot tidak percaya.
" Kak Ini sudah tidak wajar, kenapa kakak berjuang untuk kembali jika kakak akan dis siksa seperti ini " Ujar Fatma dengan tangisnya karena sudah tidak tega melihat Raesa
" Aku pantas mendapatkan nya " Jawab Raesa pelan menahan tangis nya. karena tidak mau Zidan melihat nya.
" Kak Ini tidak pantas kakak dapat kan, selama ini kakak sudah setia tidak cepat menikah, tapi memang Kak Syaif tidak punya perasaan, dia tetap pemarah karena dendam dengan hidup kakak dan kak Sandy "
" Jangan sebut Sandy lagi, aku wanita yang sangat jahat dan tidak punya perasaan, aku membuat mereka bermusuhan bahkan aku melukai hati mereka berdua " Ujar Raesa dengan mata berkaca kaca
" Kak, Fatma siap menjadi sandaran kakak jika kakak sedang sedih, hanya kita berdua kak, aku tidak akan menceritakan kepada siapapun"
" Terimakasih Fatma "
Raesa memeluk Fatma kini air matanya yang di tahan akhirnya keluar juga dan tidak bisa di tahan lagi.
Seorang wanita yang Ikhlas menjalani hidup meski harus di sakiti, dia adalah RAESA NADRA BILKIS HUMAIROH wanita sederhana yang butuh kasih sayang bukan butuh harta .