
Jam menunjukkan pukul 16.00 sore hari. Keluarga Ibu Nafisah sudah sampai di Pesantren An najah. Mereka turun dari mobil.
" Ma dari Kiai kita langsung saja pulang nanti cari hotel buat istirahat, jangan istirahat disini "
" Iya mama juga kurang enak banyak Wali santri disini , sebaik nya kita cepat pulang kalau sudah selesai"
" Ma kita langsung saja ke kamar Nanda dan Fatma, setelah itu langsung ke Kiai " Ujar Raesa
" Iya Nak" Jawab Ibu Nafisah
Mereka pun masuk ke dalam pesantren, sedangkan Nando dan Sandy menunggu di dalam Mobil
" Kak aku mau telfon Aisyah dulu ya "
" Emang nya Aisyah nerima kamu"
" Kakak meremehkan aku ya"
" Bukan meremehkan, tapi aneh saja cowok kayak kamu mau melamar Aisyah pemilik pesantren besar ini , Terus nanti kalau di suruh ngajar baca kitab gimana? " Ujar Sandy meledek Nando
" Ah jodoh kan kita tidak tahu, Kan bisa belajar sama ustad Malik " Jawab Nando Senyum senyum
" Hahaha mana mau ustad malik ngajarin kamu ngaji, soalnya calon menantu nya kamu ambil hahahah"
" Kakak ketinggalan berita ya ... ah aku memang lupa mau bercerita" Ujar Nando tertawa
" Emang cerita apa lagi"
" Kan si Azam suka sama Nanda "
" Aaapaaaaa. ....kamu jangan bercanda Nan "
" Enggak lah kak ini beneran "
" Terus Nanda juga mencintai Azam?"
" Iya kak"
" Wah gak bisa di biarkan ini, Nanda gak boleh sakit hati kasian dia" Ujar Sandy yang tiba tiba marah
" Kak ngapain marah "
" Kakak akan buat perhitungan dengan Azam biar tidak mendekati Nanda. kasian Nanda akan sakit hati nanti"
" Jangan kak biar kan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri" Ujar Nando
" Tapi kamu yakin Nanda tidak apa apa?"
" Yakin kak. sudah jangan ganggu Nando ya. Nando lagi mau telfon calon istri hahahah"
Sandy hanya mengeleng geleng kan kepalanya melihat tingkah Nando
" Assalamualaikum " Sapa Aisyah dari seberang
" Waalaikum salam " Jawab Nando
Lama sekali tidak ada suara karena Aisyah sangat takut berbicara dengan Nando.
Sebagaimana firman Allah di surat Al Ahzab ayat 32
“Karena itu janganlah kamu (isteri-isteri Rasul) tunduk (yakni melembutkan suara) dalam berbicara sehingga orang yang dalam hatinya ada penyakit memiliki keinginan buruk. Tetapi ucapkanlah perkataan yang baik”
Aisyah Ingat akan firman Allah, tidak boleh berbicara lembut kepada lelaki bukan muhrimnya. Dan Aisyah sangat takut untuk melakukan itu. mungkin dulu sebelum tahu Nando suka Aisyah bisa tertawa bercanda, tapi saat ini Aisyah takut berbicara dengan Nando.
Aisyah memilih mematikan Handphone dan menonaktifkan nya.
Nando merasa kecewa sekali, Sandy yang melihat itu tersenyum.
" Dalam hukum islam jika bukan mahrom nya kamu tidak boleh bicara, karena akan lari ke zina. Kamu harus paham apa yang Aisyah fikirkan itu" Ujar Sandy menepuk pundak Nando.
" Kakak benar mencintai Wanita beriman dan berilmu agama tinggi , itu tidak mudah. Aku harus berjuang demi mendapat kan nya" Ujar Nando sedih
Sandy tertawa melihat kearah Nando
" Puas ya ledekin Nando, Ingat dulu yang mengejar cinta kak Raesa gimana rasanya " Ujar Nando tersenyum
" Bener kamu harus banyak belajar dari kakak. aku yakin kamu bisa"
" Doanya kak semoga bisa mengambil hati Kiai Jakfar Hahahah"
" amiiin"
Di sisi lain di pesantren, Ibu Nafisah sudah bertemu Kiai Nanda dan Fatma juga sudah pamit dan bersalaman pada Kiai Jakfar. Dan langsung menuju kamar , sedangkan Raesa masih bertemu Kiai
"kiai mohon pangapunten salebetipun nanda uga fatma mengaji dipunriki menawi wonten klintu ing sengaja utawi pun boten kami sasomah memohon pangapunten dhateng kiai, amargi nanda uga fatma namunga manusia biyasa.
( Kiai mohon maaf selama nanda dan Fatma mengaji disini jika ada salah di sengaja atau pun tidak kami sekeluarga memohon maaf kepada kiai, karena Nanda dan fatma hanyalah manusia biasa.)
Ujar Raesa sambil menunduk hormat kepada Kiai jakfar.
" Iya Nduk saya juga mintak maaf mungkin cara mengajar nya terlalu keras atau kesalahan Yang tidak di sengaja saya mintak maaf "
" memper memper kiai. uga punika wonten sekedhik saking kami katur pamungon sekolah ingkang dereng rampung, menawi wonten kendala utawi kekirangan modal ampun isin isin hubungaken kami kiai. insyaallah kami jagi mbiantu nya."
( Sama sama kiai. Dan ini ada sedikit dari kami untuk pembangunan sekolah yang belum selesai, jika ada kendala atau kekurangan modal jangan malu malu hubungin kami kiai. Insyaallah kami siap membantu nya)
Raesa menyerah kan Cek bantuan untuk pesantren sebanyak 1.5 M
Kiai sangat malu menerima nya , karena keluarga Ibu Nafisah sangat baik kepada pesantren.