KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 87


Di sisi lain di kediaman ibu Nafisah semua pelayan menunggu kedatangan ibu Nafisah di teras, dan tak lama kemudian mereka sampai para pelayan menyambut nya senang


" Assalamualaikum semua " Sapa Ibu Nafisah yang sudah turun dari mobil dan di siapkan kursi roda oleh pelayan nya


" Waalaikum salam nyonya" Jawab Semua Pelayan


" Nyonya duduklah biar saya yang dorong nyonya " Ujar bik Sumi


" Ah kalian berlebihan saya bisa kok jalan "


" Jangan nyonya duduklah biar nyonya tidak capek " Ujar bik Ijah


" Raesa mana zidan ? mama kangen " Tanya Ibu Nafisah


" Sebentar lagi sampai ma, tadi Zidan masih tidur jadi ibu sama ayah tidak tega mau angkat Zidan dari tempat tidur katanya "


" Baiklah kita masuk dulu " Ujar Ibu Nafisah


Mereka masuk kedalam rumah dan tak lama kemudian Ibu Ani dan Pak Anas juga Peni sudah datang dan menyusul masuk ke ruang keluarga


" Assalamualaikum " Sapa Pak Anas dan bu Ani


" Waalaikum salam " Jawab semuanya


" Bagaimana keadaan Ibu Nafisah sekarang " Tanya ibu Ani dan pak Anas


" Alhamdulillah bu Ani dan pak Anas saya sudah lebih enak an"


" Syukurlah, maaf kami tidak kesan untuk melihat"


" Tidak apa apa kan ibu Ani sama pak Anas menjaga Zidan, yang terpenting sekarang saya sudah sehat "


" Saya sangat bersyukur bu Nafisah cepat pulih, semoga Allah selalu memberikan kesehatan kepada Ibu Nafisah dan umur yang panjang"


" amiin "


" Maaf nyonya , mbk Raesa makan siang sudah siap sebaiknya makan dulu " Ujar bik Ijah


" Baiklah bik kita makan dulu bersama sama, Peni bawa Zidan kekamar " Ujar Ibu Nafisah


Merekapun menuju ke ruang makan untuk makan siang bersama


" Nah kalian kan menyambut saya tadi, jadi kita makan bersama ya " Ujar Ibu Nafisah kepada para pelayan nya


" Tidak nyonya biar kita nanti saja " Ujar bik Ijah merasa tidak nyaman


" Sudah lah ayo ambil piring kita makan bersama meja kita kan isi 12 kursi cukup kan. duduk lah " Ujar Ibu Nafisah yang memang selalu baik kepada pelayan nya, mereka pun duduk dan makan bersama


" Nando, mana kak sandy nya ?" Tanya ibu Nafisah yang tidak melihat Sandy


" Langsung ke restoran ma, mau belanja dulu katanya ke supermarket " Jawab Nando


" Kebiasaan tidak makan dulu" Ujar Ibu Nafisah


Sedang Raesa memahami bahwa Sandy memang menjauh dari keluarga Raesa, mungkin karena malu dan Sandy memilih pergi ke restoran, dari pada lama lama di rumah dan bertemu keluarga raesa, membuat Sandy sungkan untuk bertemu apalagi dengan Pak Anas.


Di restoran Sandy duduk di taman belakang restoran, ingatannya tertuju pada Raesa


" Kenapa harus Raesa yang aku cintai, kenapa bukan orang lain , ya Allah jika di berikan ijin hamba ingin melupakan Raesa, hamba takut kecewa ya Allah , hamba takut terluka, jika Raesa menolak, hamba akan pergi meninggalkan tanah air ini, karena hamba tidak akan mampu melupakan nya, terlalu dalam kah cinta ini ya Allah, setiap saat hamba melihat Raesa batin hamba seperti sedang berperang melawannya untuk tidak mendekati, tapi hamba sadar bahwa cinta hamba mampu mengubah hamba jadi hamba mu yang bisa tunduk pada mu ya Allah , hamba bersyukur bisa bertemu Raesa, sehingga hamba bisa datang padamu Sang Maha Pencipta dengan tulus dan mampu membuat hamba jadi manusia lebih baik lagi, terimakasih Raesa meski nanti kamu tidak menerima ku akan aku jadikan sebuah kenangan terindah mengenal mu" Seru Sandy dalam hatinya, yang tampa di sadari Sandy meneteskan air matanya sampai sampai Sandy tidak menyadari kedatangan pelayan nya


" Maaf mas Sandy "


" Eh taufik , ada apa ?" Sandy langsung menghapus air matanya, Taufik yang melihat nya tidak berani bertanya.


" Mas ada pesanan besok 200 kotak , apa mas bisa belanja sekarang biar saya siapkan dulu nanti malam bumbunya "


" Baik kah aku Belanja dulu, apa menu yang di minta "


" Gurrami bakar mas sama tempe penyet "


"Kesukaan Raesa " Ujar Sandy tampa sadar


" Maksudnya mas Sandy" Tanya Taufik heran


" Ah maaf , baiklah aku berangkat sekarang " Ujar


Sandy malu karena sudah menyebut nama Raesa, lalu Sandy pergi untuk berbelanja.