KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 177


Perjalanan sudah lebih dari 4 jam, Setelah pembicaraan yang serius Syaif tidak banyak berbicara, seakan dia memikirkan sesuatu.


" Berhenti Pak Yono " Perintah Syaif


" Baik Tuan "


" Pak Yono ini sudah dekat, Pulang lah ini naik Taxi, Sampaikan pada mama kita akan sampai sore "


" Baik tuan "


Lalu Syaif pindah menggantikan Pak Yono membawa mobil nya, sedang Raesa masih duduk di belakang tidak berkata apa apa.


" Turun " Perintah Syaif


" Mau kemana mas ? " Tanya Raesa


" Ikut lah dengan ku, cukup menurut saja, aku ini suami kamu " Perintah Syaif dengan nada tinggi


Raesa tidak berkata apa apa lagi, dia mengikuti Syaif masuk ke dalam hotel. Setelah memesan kamar Syaif memegang tangan Raesa lalu masuk kedalam kamar hotel itu.


" Mas aku harap kita tidak melakukan apapun " Ujar Raesa pelan


" Kamu milik ku, selama ini Aku sudah tersiksa menahan nya " Ujar Syaif sambil menutup pintu kamar itu.


" Mas tapi aku masih belum siap , aku takut melakukan dosa mas "


" Kita sudah sah sayang , kenapa harus berdosa, kumohon pahami keinginan ku " ujar Syaif memohon.


" Mas jika aku berhubungan badan dengan mu dan yang datang adalah wajah lelaki lain , itu tidak boleh mas , aku akan berdosa" Jelas Raesa dengan meneteskan air mata


" Mas tolong kasik Raesa waktu , aku pasti bisa melakukan ini , tapi bukan saat ini " Ujar Raesa memelas.


" Itu hanya alasan kamu saja, biar aku menjauh dari mu , iya kan ? " teriak Syaif marah


" Cukup mas , aku capek berdebat dengan kamu, ternyata Syaif yang aku kenal sudah berubah " Ujar Raesa terisak.


" Iya aku memang berubah, karena kamu menghianati aku, kamu menyakiti aku, apa kamu bisa menjadi Raesa yang dulu, Raesa yang belum di sentuh lelaki lain , oo atau kamu rindu untuk di sentuh laki laki sehingga dengan mudah kamu menikah lagi, dan kamu memilih laki laki yang hampir mirip dengan ku supaya kamu bisa membayangkan aku "


Plaaaak


" Puas menghina ku, puas mencaci maki aku, apa lagi yang ingin mas katakan kepadaku, ayo mas aku siap, apa ini alasan kamu menginginkan aku kembali, hanya untuk di hina dan dituduh rendah, kamu bilang mengerti tentang sifat ku , kamu bilang aku wanita Sholehah, tapi ternyata aku salah, ucapan kamu yang dulu ternyata hanya rayuan untuk meluluhkan hati ku , agar aku mencintai mu " Ujar Raesa sedih dan marah.


Syaif memeluk Raesa erat , tapi Raesa meronta berusaha melepaskan pelukan itu.


" Kamu tidak pernah menghargai aku , aku sudah berusaha pergi agar semua bisa berubah seperti dulu lagi, tapi kamu telah memberi luka kepada ku , ucapan kamu menyakiti aku mas , aku bukan *******, yang butuh tidur dengan laki laki lain jika pasangan ku tidak ada " Ujar Raesa sambil menangis dan berusaha melepas pelukan Syaif.


" Oke aku minta maaf , tapi aku mau kamu menemani aku, memberi kan aku kepuasan, persetan dengan fikiranmu, aku mau tubuh mu " Ujar Syaif pelan tapi penuh paksaan.


Syaif memaksa Raesa membuka bajunya. Raesa mencoba menghindar, tapi Syaif dengan amarah nya begitu bernafsu dan nafsu itu sudah seperti binatang buas, memaksa dan tidak memberi Raesa kesempatan untuk melawan, tubuh Raesa gemetar air matanya tidak dapat di tahan , terus mengalir, Syaif sudah sangat berbeda, Raesa seakan di perkosa, karena Syaif memaksa Raesa untuk berhubungan badan.


Tubuh Raesa sudah tidak mengenakan baju sama sekali, kini tangan dan kaki nya di ikat dengan hijab yang di pakai Raesa . Raesa yang awal nya meronta kini dia hanya menangis melihat Syaif yang berlaku kasar pada nya.


Syaif sudah tidak perduli dengan tangis Raesa, dia terus menciumi tubuh Raesa, mencumbu Raesa, dan setelah puas menciumi tubuh Raesa dia melakukan yang sudah lama tidak pernah di lakukan, Syaif sungguh menikmati ketika sedang mencapai puncak, sedang Raesa merintih kesakitan dan menangis karena tangan nya dan kaki nya di ikat.


" Terimakasih kasih sayang, kamu sudah memberikan kepuasan, lain kali jangan menolak, karena aku akan memaksa nya " Ujar Syaif mencium kening Raesa dan melepaskan ikatan nya


Raesa merasa sakit dengan keadaan nya, tapi Raesa berusaha kuat menghadapi semuanya , hanya demi Zidan .