
Setelah beberapa hari di rumah sakit, Ibu Ani dinyatakan sembuh dan boleh pulang. Raesa sangat bahagia, semua membantu Raesa berkemas barang yang di bawa dari rumah ke rumah sakit.
Pak Yono sudah menunggu di parkiran depan rumah sakit , tak lama kemudian mereka keluar dari rumah sakit menuju mobil.
" Wah Fatma merasa senang sekali hari ini bisa sampai di rumah Kak Raesa yang baru "
" Tinggal saja sama Pak Anas , biar pak Anas dan Ibu Ani tidak kesepian "
" Fatma sih boleh boleh saja Pak , tapi kasian Kak Raesa kalau Fatma disini , tidak ada teman nya "
" Iya yah Fatma benar, Raesa kesepian nanti kalu Fatma tinggal di sini "
Mereka semua tertawa bahagia, tak lama kemudian mereka sampai, ibu Ani langsung di papah oleh Pak Anas di bantu Raesa, sedang kan Ibu Ningsih sudah menunggu di teras rumah kedatangan Mereka.
Di sisi lain Azam yang Sibuk berkemas untuk pulang di datangi Kiai Jakfar.
" Abdullah, Sampaikan kepada keluarga Ibu Nafisah bahwa Ijazah Diniyah dan penghargaan Nanda sudah selesai, kalau kamu tidak keberatan di bawa tidak apa apa "
" Baik Kiai saya yang akan membawa nya "
" Jika bertanya Sandy, kamu jawab yang sejujur bahwa Sandy sudah pergi dari sini " ujar Kiai Jakfar
karena Sandy sudah empat bulan yang lalu meninggal kan Pesantren.
" Baik Kiai "
" Ya sudah kamu Ambil di Kantor Nanti Barang Nanda ya "
Lalu Kiai Jakfar pergi , Azam masih teringat akan Sandy, seorang laki laki yang rela melepaskan wanita yang di cintai demi kebahagiaan adik nya. Sandy pergi meninggalkan pesantren dan mengganti nomer nya sehingga tidak dapat di hubungi oleh siapa pun.
" Kemana kamu kak , aku sangat kasihan terhadap mu, tapi aku bangga karena kamu sabar dan ikhlas atas semua ujian ini " Seru Azam dalam hati nya .
Tiba tiba Handphone berdering , di lihat ternyata Nanda yang menelfon, Azam sangat bahagia.
" Assalamualaikum alzawjat almustaqbalia "
" Waalaikum salam , semangat sekali mengucap salah nya Kak "
" Karena seseorang yang di rindu tiba tiba menelfon ku, dan memberikan energi yang luar biasa "
" Mmmmm mulai deh lebay nya "
" Sungguh jika mendengar suara itu aku terburu buru melamar mu alzawjat almustaqbalia "
" Sudah sudah bisa berdoa kalau kita bicara lama lama , Kak barusan Neng Aisyah telfon dia bilang ada barang yang mau di titip kan ke kakak Azam "
" Sudah Ada disini alzawjat almustaqbalia "
" Kak panggil aku Nanda saja "
" kenapa? "
" Belum waktu nya "
"Baik lah Ustadzah Nanda , maaf tidak seharusnya kita seperti ini, sebelum ku halal kan dirimu "
" Terimakasih atas pengertian nya "
" Assalamualaikum "
" Waalaikum salam "
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:
“Menikah adalah sunnahku, barangsiapa tidak mengamalkan sunnahku berarti bukan dari golonganku. Hendaklah kalian menikah, sungguh dengan jumlah kalian aku akan berbanyak-banyakkan umat. Siapa memiliki kemampuan harta hendaklah menikah, dan siapa yang tidak hendaknya berpuasa, karena puasa itu merupakan tameng.”
Azam pun memasukkan titipan Kiai Jakfar kedalam tas nya , setelah selesai Azam langsung berpamitan kepada Kiai Jakfar untuk pulang beberapa minggu.
Di jalanan sudah sangat macet, Azam menaiki becak menuju jalan raya, setelah sampai di pinggir jalan raya yang biasa santri menunggu bus.
Setelah hampir 30 menit menunggu tiba tiba ada mobil berhenti di dekat Azam.
" Nak Azam " teriak sopir mobil yang berhenti
" Eh pak Yono " Jawab Azam yang ternyata Pak Yono dan Raesa juga yang lain
Pak Yono Turun begitu juga Raesa dan Fatma
" Assalamualaikum Azam "
" Kak Raesa, Fatma kalian sedang apa di sini " Tanya Azam heran
" Kakak pergi ke rumah Ayah dan Ibu , dua sudah pindah ke Desa B , kamu sendiri mau kemana ? "
" Mau pulang Kak "
" Bareng kita aja kak Azam , Toh mobil kita masih muat "
" Iya benar Zam, naik lah kan bisa Gantian bawa mobil nya sama pak Yono " Ujar Raesa.
" Baik lah Kak terimakasih"
" Sama sama "
Azam pun naik ke dalam mobil duduk di sebelah Pak Yono.
" Oh iya kak ada titipan dari Neng Aisyah untuk Nanda " Ujar Azam
" Titip apa Ustad "
" Ijazah Diniyah sama Penghargaan nya "
" Terimakasih sudah membawakan ya Zam "
" Ia kak sama sama "
Mereka pun sama sama diam tidak ada pembicaraan lagi.
" Ustad Azam lihat kak Sandy gak ? " Tanya Fatma mendadak, membuat Raesa terkejut dengan pertanyaan Fatma.
"Fatma " Ujar Pak Yono
Fatma melirik ke arah Raesa tapi Fatma sudah Tidak peduli dengan tatapan Raesa yang akan menegur nya.
" Maaf kak Raesa, sebenarnya 6 lalu saat Kakak menikah, itu ada kak Sandy di sana , tapi Kiai menyuruh Kak Sandy pergi ke Dalem Gus Miftah, karena tidak ingin sakit hati " Ujar Azam
Raesa terkejut dan mematung, betapa dia sangat tidak ingin mendengar kabar Sandy , bukan karena benci , tapi Raesa takut tidak bisa melupakan Sandy dan merasa iba ke pada Sandy.
Perasaan yang Raesa lawan demi ingin mencintai Syaif, Tapi selalu saja gagal karena masih ada yang menanyakan Sandy kepada Raesa.