KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 85


Ibu Nafisah tersenyum melihat Raesa


" Pulang lah nak kasian Zidan "


" Tidak ma, Raesa akan tetap di sini menjaga mama "


" Tapi Zidan " belum selesai ibu Nafisah bicara Raesa langsung berbicara


" Ada ibu dan ayah, mereka sangat menyayangi Zidan ma . biarkan Raesa menjaga mama "


" Baik lah mama tidak akan memaksa kamu untuk pulang"


" Sekarang habis kan bubur mama" Ujar Raesa sambil menyuapi Ibu Nafisah


Suasana jadi hening, Sandy dan Nando sibuk dengan handphone nya,sedang Raesa duduk di dekat ibu Nafisah sambil mengaji dengan suara pelan, sedang Sandy sesekali melirik ke arah raesa


" Kak Sandy cari makan yuk lapar" Ajak Nando yang membuat Sandy terkejut karena Sandy sedang memikirkan Raesa sambil melirik nya


" Ah iya ayo " Jawab nya spontan


" Kak Raesa mau makan apa? " Tanya Nando


" Terserah Nando saja, tapi kakak belum lapar " Jawab Raesa


" Di paksain kak nanti sakit,


" Terserah kamu saja " Ujar Raesa


Lalu Nando dan Sandy meninggal kan kamar ibu Nafisah menuju ke kantin rumah sakit, dan memesan makanan.


" Kak maaf nando lancang, kakak benar benar sayang pada kakak Raesa?"


" Iya Nando , kakak berharap Raesa mau menerima kakak "


" Kakak Sandy sabar ya. soalny kak Raesa masih mintak waktu sama mama"


" Aku tahu Nando, kalau Raesa tidak akan secepat itu menerima kakak, karena cinta kak Raesa mu itu sangat dalam pada Syaif. Tapi kakak akan berusaha semampu kakak, jika Allah menghendaki kita bersatu insyaallah tidak ada yang tidak mungkin "


" Benar kak , Nando yakin kakak bisa melewati masa penantian panjang ini" Ujar Nando tersenyum


" Kamu tidak lagi ngeledekin kakak kan? " Tanya Sandy mengernyitkan dahi nya


" Sedikit ledekin kakak hahahahahah" Suara tawa Nando keras. Semua penghuni kantin menoleh., membuat Nando menutup mulutnya malu


" Sudah lapar banget kak. mana nasi goreng nya ini kok belum datang"


" Sabar Nando masa penantian mu akan panjang hehehe" Ujar Sandy tersenyum puas ledekin Nando


" Balas dendam kak?"


" Sedikit "


Tak lama kemudian pelayan datang membawa dua piring nasi goreng, dan justru jambu. Sandi dan Nando makan dengan lahap setelah beberapa menit selesai makan mereka terburu buru ke ruangan ibu Nafisah.


" Assalamualaikum kak"


" Waalaikum salam Nando"


" Kak nasi goreng aja di kantin semua menu pada habis "


" Tidak apa apa, yang penting bisa ganjal perut kakak saja " Ujar Raesa lalu mengambil kotak yang berisi nasi itu, Raesa pun makan, tapi Raesa makan di kursi dekat ibu Nafisah, seolah Raesa takut berjauhan dengan ibu Nafisah, orang yang selama ini menyayangi Raesa seperti anak kandung sendiri, selesai makan Raesa membuang kotak nasi tersebut ke tempat sampah dan mencuci tangan nya, dan kembali duduk lagi


" Nando, Raesa saya pergi dulu ya" Ujar Sandy berpamitan


" Iya kak , aku mau tidur dulu, toh mama sudah istirahat " Ujar Nando


" Assalamualaikum " Ujar Sandy


" Waalaikum salam " Jawab Nando dan Raesa


Sandy keluar dari kamar meninggalkan Raesa dan nando, sedang Raesa juga berpamitan untuk sholat isyak.


" Kakak sholat dulu nando, tar lagi ganti kamu ya yang sholat "


" Ya kak, tapi Nando mau tidur dulu, sekalian nanti bisa tahajud awal"


" ya sudah nanti kakak bangunin " Ujar Raesa


" Assalamualaikum " Pamit Raesa


" Waalaikum salam " Jawab Nando


Raesa pergi menuju musholla, setelah berwuduk Raesa langsung masuk ke dalam musholla dan sholat, setelah beberapa menit kemudian selesai Raesa membuka mukenah nya, Raesa diam sejenak mendengar kan suara orang mengaji " kak Sandy" batin Raesa, yang ternyata Sandy yang mengaji ,Raesa tidak menyangka Sandy sangat fasih mengaji nya, bahkan sudah sangat sempurna membacanya ,sudah bisa di bilang Sandy menguasai taj wid dalam setiap bacaan sehingga terdengar indah. Raesa tersadar dari lamunannya, dan bangun dari duduk nya karena takut Sandy mengetahui nya kalau Raesa berada di musholla juga.