
Semua menangis saat melihat Raesa menangis, yang memanggil nama Syaif sambil berterik .
" Sudah nak kamu harus ikhlas bukan kah semua sudah di atur oleh sang maha pencipta " ujar Pak Anas, Raesa langsung menghapus air matanya
" Ayah antar Raesa ke makam Mas Syaif yah"
pinta Raesa pada Pak Anas
" Mari nak ayah antar " Lalu Pak Anas memegang tangan Raesa,dan mengandeng nya karena Raesa masih lemas sekali. Nando ikut mengantar Raesa sedangkan Ibu Ani dan Ibu Nafisah juga Nanda tidak ikut kepemakaman.
Raesa banyak diam Pak Anas merasa tidak tega melihat kearah Raesa yang menangis, sedangkan Nando fokus membawa mobil nya.
Tak lama kemudian mereka sampai, Raesa turun sambil di pegang Pak Anas, mereka masuk ke pemakaman umum di mana sudah di tunggu oleh penjaga makam itu
" Selama sore Bapak" Sapa penjaga kuburan itu
" Sari keluarga Ibu Nafisah pak" Jawab Nando
" Mari saya antar " Ujar penjaga kubur itu, mereka melangkah menuju ke makam Syaif, yang sudah di sediakan oleh penjaga makam itu, setelah sampai Raesa langsung duduk bersimpuh di tanah melihat batu nisan ada tulisan Ahsan Malix Syaif , rmRaesa memeluk batu nisan itu
" Mas secepat ini Mas Syaif pergi, Mas berjanji akan menjaga ku, Mas berjanji akan melindungi ku, Mas ambil cinta di hati ku agar aku tidak sesakit ini ketika Mas pergi, Nas kenapa kamu tidak buat aku benci padamu sebelum kamu pergi " Isak Raesa
" Mas Raesa hamil , Mas bilang ingin banyak anak tapi Mas pergi begitu saja, tampa Mas peduli perasaan ku " Ujar Raesa lagi sambil menangis tersedu sedu.
Pak Anas dan Nando ikut menangis melihat Raesa yang begitu sedih dan terpukul oleh kematian Syaif.
" Nak mari kita pulang, tidak baik lama lama disini ,kamu sedang hamil" Ujar Pak Anas
" Iya kak ayo kita pulang , kak Syaif juga tidak mau melihat kakak dan calon bayi kakak ada apa apa " Ujar Nando juga .
" Baik ayah kita pulang " Ujar Raesa
Akhirnya mereka pergi meninggalkan makam Syaif, dalam perjalan pulang Raesa hanya melamun.
" Betapa banyak kenangan yang kamu lalui bersamaku Mas, apa aku sanggup jalani ini tampa kamu mas " Seru Raesa dalam hati nya.
" Ayah dalam menjalani masa idahku boleh Ibuk tinggal bersama ku yah di rumah mama ? begitu juga ayah tinggalah dengan ku"
" Apapun yang kamu mau nak ayah dan ibu akan menurutinya"
" Nando boleh kan keluarga kakak tinggal rumah mama " Ujar Raesa pada Nando
" Boleh kak,rumah itu adalah milik kakak jadi kenapa masih minta izin pada Nando kak"
" Terimakasih Nando" Ujar Raesa lalu diam
Nando melajukan mobilnya dengan kencang karena sudah masuk waktu magrib, tak lama kemudian mereka sampai, mereka masuk kedalam rumah mewah itu, Ibu Nafisah dan Ibu Ani juga yang lain menunggu di ruang keluarga
" Assallamualaikum"
" Wa alaikum salam" Jawab semuanya
" Mama Raesa mintak ijin ya ma , biarkan Raesa menjalani masa Iddah Raesa bersama ayah dan ibu disini ma " Ujar Raesa duduk di antar Ibu Nafisah dan Ibu Ani
" Iya sayang mama tidak keberatan, yang mama mau Raesa bahagia dan jangan pernah tinggalkan mama, sampai kapan pun rumah ini milik mu nak jadi mama titip nando dan Nanda pada kamu nak " Ujar Ibu Nafisah sambil menangis memeluk Raesa
" Mama ayo kita sholat bersama" Ujar Raesa
" Nari Nak kita sholat berjamaah bersama setelah itu kita ngaji bersama " Ujar Ibu Nafisah lalu mereka pergi dari ruang keluarga menuju musholla sedang rmRaesa pergi kekamar berganti baju .