KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 78


Setelah Raesa sholat isyak Raesa langsung ke kamar Zidan, sepertinya Zidan merasa rindu sama mama nya karena Zidan tidak bertemu Raesa mulai pagi hari.


" Assalamualaikum Zidan sayang , maaf ya mama sampai malam pulang nya jadi Zidan maafin mama ya sayang " Ujar Raesa sambil mencium Zidan


" Mama mama mama" Zidan mulai memanggil mama, Raesa sangat senang karena Zidan sudah banyak bicara di umur zidan yang 15 bulan itu


" Raesa ibuk pulang ya soalnya besok ibuk ada arisan PKK di rumah . Mau masak pagi pagi, dan kamu juga libur kan jadi ibu tidak kesini besok " Ujar Ibu Ani yang datang setiap hari ke rumah Raesa


" Ibu maksih ya bantu jagain Zidan. Maaf merepotkan Ibu terus " Ujar Raesa


" Kenapa bilang gitu nak, ibuk ini ibuk kamu jadi gak ada yang di repotkan malah ibuk senang"


Tiba tiba pintu kamar Zidan terbuka


" Raesa, mama ada yang ingin di bicarakan sama Raesa" Ujar Ibu Nafisah


" Iya ma ada apa ma,"


" Ibu Ani juga jangan pergi ya saya mau bicara sama Ibu Ani juga "


" Iya Ibu Nafisah "


" Mbk Peni tolong jaga Zidan dulu ya " Ujar Raesa pada baby sister nya Zidan


" Iya mbk Raesa "


Lalu bu Ani dan Raesa pergi mengikuti Ibu Nafisah keruang kerjanya


" Duduk Ibu ani , Raesa duduk lah nak"


" Mama sepertinya mama sedang cemas , ada apa mama ?"


" Mama jangan sperti itu. Raesa tidak sedih atau merasa terbebani ma, sungguh Raesa bahagia jika mama dan adik adik bahagia" Raesa ikut menangis karena Ibu Nafisah masih tetap menangis


" Bu Nafisah jangan berfikir seperti itu. aku yakin di balik semua ini akan ada hikmahnya " Ujar Ibu Ani


" Nak mama ada satu permintaan pada mu nak"


" Apa ma katakan saja Insyaallah Raesa akan memenuhi semua permintaan mama, Raesa janji "


" Nak menikah lah dengan Sandy" Ujar Ibu Nafisah yang membuat Raesa terkejut dan terperangah, Ibu Ani juga terkejut mendengar nya.


" Ma ini hanya bercanda kan?" Tanya Raesa pelan


" Tidak nak Zidan butuh papa, jadi mama ingin Sandy menggantikan nya" Ujar Ibu Nafisah serius


" Mama pasti sudah bertemu dengan kak Sandy" Ujar Raesa lagi, Raesa merasa malu karena Sandy bertanya tentang melamar seorang wanita yang di cintai kepada Raesa sendiri.


" Tadi Sandy menemui mama, memang Sandy tidak memaksa , bahkan Sandy sendiri bilang tidak akan memaksa jika Raesa tidak mau menerima , tapi mama memang memikirkan itu sejak melihat Zidan, mulai bisa memanggil mama dan mama sakit sekali hati ini ketika kamu bekerja dan zidan di gendong Sandy tampa sengaja Zidan mengucapkan papa pada Sandy nak " Ibu Nafisah memegang tangan Raesa Ibu Ani tidak bisa berkata apa apa, karena ini adalah keputusan Raesa sendiri apalagi Sandy anak baik yang selama ini selalu sopan jika bertemu Ibu Ani


" Mama ingin Raesa menikah lagi?" Tanya Raesa pelan


" Iya nak demi Zidan dan demi kebahagiaan mu"


" Ma sebenarnya Raesa tidak bisa melupakan mas Syaif sampai detik ini . Apa Raesa bisa menerima kalau kak Sandy sebagai suami Raesa, sedang hati saya tetap mencintai mas Syaif " Ujar Raesa dengan mata berkaca kaca


" Raesa maaf kalau ibu ikut campur masalah ini . semua ini hak kamu nak jadi ibu tidak bisa berbuat apa apa, menurut Ibu Sandy juga sama seperti nak Syaif dan ibu yakin dia akan menyayangi Raesa dan Zidan seperti Syaif menyayangi kamu" Ujar Ibu Ani


" Mama, ibu, boleh Raesa istihoroh dulu , biar kan Allah yang memberikan petunjuk kepada Raesa jika istihoroh Raesa baik , maka Raesa akan langsung menjawab nya, beri waktu Raesa 1 bulan ma untuk berfikir " Ujar Raesa menangis seperti apapun Raesa berusaha menolak, tapi jika Ibu Nafisah yang memintanya Raesa tidak sanggup menolaknya, tapi Raesa merasa harus berfikir demi Zidan,saat ini yang di fikirkan Raesa hanya Zidan dan Zidan.