KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 221


Tak Berapa lama kemudian sandi,Bapak Samuel dan Pak Anas sampai, mereka langsung masuk ke dalam rumah dan langsung masuk ke ruang tamu, terlihat di sana ada Ibu Ani, Raisa dan ibu Velly. Ibu Ani menepuk pundak Raesa.


" Pergilah kalian harus bicara berdua dengan Sandy, karena kalian sekarang sudah sah menjadi suami istri lagi" Ujar Ibu Ani


Entah apa yang ada dipikiran Raesa, dan juga Sandy, yang pasti Mereka sama-sama malu mungkin karena sama-sama pernah egois atau marah atas hubungan mereka, akhirnya Raesa pergi meninggalkan ruang keluarga diikuti oleh Sandy,sampai di dalam kamar mereka duduk di sofa .


" Maaf apakah kamu dipaksa untuk menikah denganku " Tanya Sandy pelan


" Tidak ada yang memaksaku, aku cuma mengikuti kata hati, aku hanya ingin menjadi lebih baik lagi dan teringat dengan masa-masa yang menyakiti kedua orang tua ku, jika aku terus seperti ini , orang tua kita akan menjadi korban dari ke egoisan kita"


Jelas Raesa menunduk


" Umik" Panggil Sandy memegang tangan Raesa


" Abi " Raesa langsung memukul paha Sandy


" kamu jahat, kamu tega, menyakiti aku sampai aku tersiksa begitu lama, kamu keterlaluan kamu yang membuat ku lelah memikirkan semuanya, jika kamu mengulangi lagi maka aku akan membenci mu dan mengutuk mu menjadi duda selamanya " Raesa berbicara sambil memukul paha Sandy


Sandy langsung memeluk Raesa, menciumi wajah Raesa.


" Cukup Umik kamu jangan banyak bicara , sudah lama kamu tidak bicara ketika kamu bicara, kamu akan menyakiti aku dan aku akan sangat sakit mengingat semua kesalahan ku yang ku lakukan kepada mu "


" Masih kah aku yang pertama untuk mu " Tanya Raesa


" Hanya kamu cuma kamu "


Mereka melepas rindu yang sudah lama di pendam , Sandy menarik hijab, Sandy melihat wajah tampa hijab itu.


" Umik tahu jika aku melihat mu saat kemaren, seandainya tidak ada dosa, sudah ku perkosa umik"


" Sampai segitukah rindu itu? aku tidak "


" Tidak nangis, Tidak sedih, tidak memendam, karena akan meyiksa diri " Ujar Sandy sambil meletakkan jari dibibir Raesa.


" Abi lagi meledek ku kan ? oke jujur dulu waktu Abi pergi aku benar benar sakit banget, bahkan ketika aku kembali ke Syaif dia sering menyiksa ku , karena aku masih memikirkan Abi, dia tidak membantuku melupakan Abi, tidak seperti Abi yang sabar menunggu agar aku lupa padanya , tubuh ku bisa menjadi milik nya , tapi jiwa dan cinta ini tidak bisa aku berikan padanya, karena dia tidak bisa memberikan aku sebuah waktu untuk memulai nya dari Awal. Aku sakit bahkan jika aku di pukul seribu kalipun aku tidak akan lagi merasakan sakit, demi anak ku yang ternyata dia juga lebih mengharap Abi menjadi papanya, sampai akhirnya Allah lebih sayang jika Dia di panggil Oleh Allah. sejak itu aku memutuskan tidak akan lagi menoleh ke masa laluku, aku tidak punya teman di Saat aku sedih , aku lebih mengurung diri di kamar, Ibu yang selalu menjadi saksi ketepukulan ku, dia tahu aku masih berharap padamu, ibu tahu kalau aku masih mencintai mu " Raesa menangis memeluk Sandy sekuat kuat nya , mengingat pedih nya perjalanannya.


" Umik maaf kan aku , aku pantas kamu hukum, aku pantas kamu benci , ternyata karena aku tidak mempertahankan mu kamu menjadi tersiksa, ya Allah lelaki macam apa aku ini sampai tega memepertaruh kan wanita yang ku cintai di siksa " Sandy berdiri merasakan frustasi mendengar cerita Raesa.


Bruk bruk bruk


" Abi apa apa an ini , kenapa seperti ini " Ujar Raesa berdiri menghampiri Sandy yang memukul tembok sampai tangan nya berdarah


" Ini belum seberapa , sakit yang kamu rasakan tidak bisa di bandingkan dengan apa yang kamu lihat ini, aku pantas seperti ini Umik " Ujar Sandy memukul kan kepalanya ke tembok ,


" Hentikan Abi hentikan apakah kamu ingin mati dan menyakiti aku lagi" Isak Raesa memeluk Sandy


" Aku banyak melakukan kesalahan , aku benci dengan diriku " Ujar Sandy menangis mereka saling memeluk .


Raesa melepaskan pelukan itu dan mengambil Kotak p3k di tempat biasanya di sediakan .


" Sini aku obati, janji jangan lakukan ini , demi aku " Ujar Raesa sambil mengobati luka di tangan Sandy dan membalut nya dengan kain Casa.


" Kenapa kamu sangat mencintai Abi " Tanya Sandy


" karena kamu berjuang mendapatkan aku tampa harus memaksaku mencintai, sekarang jangan banyak bicara , luka mu cukup serius, luka di kepala Abi juga , kita ke dokter" Ujar Raesa khawatir


" Dokter ku hanya Umik , mendapat umik dan mendapat maaf mu itu sudah membuatku lebih baik "


" Aku selalu memaafkan Abi, berterimakasih lah kepada pak Wayan yang telah menerima ku kerja di hotel mu " Ujar Raesa sambil mencium bibir Sandy


" Siapa lagi yang selalu membantu Umik dan menjadi sahabat Umik " Tanya Sandy sambil menarik Raesa ke pelukan nya.


" Fitri ,,,, Abi dia bekerja di hotel bagian marketing, dia menjadi tulang punggung keluarga nya, kehidupan nya pas pasan, bantu dia Abi, aku ingin Ayah nya sembuh , dia yang selalu memberikan semangat kepadaku sejak aku bekerja di sana "


" Terimakasih Abi "


" Hei kenapa Umik mengucapkan terimakasih, apa yang aku punya adalah milik mu, semuanya bukan hanya tubuh ku , begitu juga dengan Umik, jangan lagi mengucap kan terimakasih, mulai sekarang semua keluarga akan tinggal di sini tidak boleh pulang ke indonesia, terlalu banyak kenangan pahit disana, aku tidak mau istri tercinta ku mengingat ingat nya lagi, semua akan di urus Nanti "


" Abi katakan kemana saja Abi setelah berpisah dengan ku ? "


" Aku mendalami ilmu agama di An najah, saat Umik bersama Syaif disana aku sudah di sana, tapi Kiai Jakfar sangat mengerti dia mengirim ku ke pesantren gus Miftah, aku lebih berpasrah kepada Allah , dalam doa ku meminta jodoh yang pas untuk ku, mungkin ini jawaban nya umik masih tetap milik ku"


" Abi hebat aku kagum pada Abi yang lebih memilih memasrahkan diri kepada Allah, kapan kapan kita suwan ke Kiai Jakfar ya Abi, aku kangen suasana pesantren "


" Boleh , oh iya disana sekarang yang menjadi Kiai besarnya Nando "


" Alhamdulillah akhir anak itu bisa bahagia "


" Umik "


" Mmmm"


" Mau kah memaafkan keluarga Ibu Nafisah "


" Dendam tidak akan menyelesaikan semua masalah Abi, tapi Boleh lan aku meminta waktu untuk bertemu dengan keluarga mama nafisah "


" Iya tidak ada larangan Umi, karena aku ingin kita mempunyai sifat yang penyabar dan IKHLAS, Kita juga akan datang ke makam Zidan "


" Terimakasih Abi mengerti semua tentang keinginan aku, Abi kalau Nanda gimana sama Fatma , mereka baik kepada Raesa aku rindu kepada mereka "


" Alhamdulillah Nanda sudah menikah dengan Azam, dan Fatma ,,, " Sandy berhenti berbicara


" Fatma kenapa Abi " Tanya Raesa heran


" Fatma menikah dengan Sandy "


" Hahahha, alhamdulillah Abi, aku rasa Abi tadi berhenti bicara Fatma takut aku cemburu ya ????Abi sudah tidak ada secuil cinta di hati ku, apakah Abi mau aku mencintainya lagi " Ledek Raesa yang membuat Sandy menatap nya


" Jangan katakan lagi kamu hanya milik ku , mulai saat ini siapapun yang akan memisahkan kita , aku akan menghalangi nya "


" Abi sudah waktu nya sholat isyak aku rindu berjamaah dengan Abi dan rindu suara mengaji Abi "


"Umik benar aku rindu berjamaah mari kita sholat setelah mengaji aku mintak jatah yang ku selama 4 tahunan aku menahan nya kini aku mintak Umik membayar nya setiap hari harus di cicil buat biar luas yang empat tahun, heheheh"


" Abiiiiiii ah lebay genit "


" Sudah lama aku tidak seperti ini , dan itu Umik yang mampu membuat ku seperti ini "


" Sudah ayo kita sholat "


Mereka pun berwuduk setelah itu sholat Ishak berjamaah.


Selesai sholat Sandy berdoa mengucap syukur kepada Allah.


* Ya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, terimaksih atas semua kejutan terindah yang Engkau berikan kepada Hamba, Ya Allah puji Syukur kepada Mu yang telah mempersatukan Kami dalam ikatan yang menuju surga Mu, bimbing kami ya Allah karena kami masih sering khilaf dan lupa, jauhkan lah kami dari sifat sifat yang Engkau benci,, jadikanlah keluarga kami keluarga yang sakinah mawaddah warrohmah Amiiin*


Setelah itu Raesa bersalaman tak terasa air mata haru menetes di tangan Sandy.


" Jadilah istri sholehah, aku tidak mau Umik bekerja lagi, wanita itu tugasnya melayani suami , tidak perlu bekerja keras , cukup jadilah wanita penurut "


" Iya Abi sayang "


Akhirnya mereka melepaskan semua kerinduan yang sudah lama di pendam, Kamar itu menjadi saksi kebahagiaan mereka untuk yang kedua kali nya , setelah menjalankan kewajiban seorang istri , mereka tertidur lelap.