KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 83


Sore hari setelah jalan jalan Raesa langsung menuju ke rumah ibu Ani dan pak Anas. Setelah sampai mereka turun , ibu Ani dan pak Anas memang sudah menunggu kedatangan Raesa di teras rumah nya.


" Assalamualaikum Ibu, Ayah " Ujar Raesa lalu memeluk ibu dan ayah nya


" Waalaikum salam " Jawab mereka berdua


" Sudah selesai acara nya bu?"


" Sudah nak tadi jam 1" Jawab bu Ani yang langsung menggendong Zidan


" Raesa, peni makan dulu , ibu sudah siap kan untuk kalian "


" Baik ibu" Jawab Raesa


Raesa dan Peni masuk ke dalam rumah dan langsung ke ruang makan , menu yang di buat bu Ani adalah menu ke sukaan Raesa. Sampai sampai Raesa makan dengan lahap sekali . Selesai makan Raesa menuju ibu Ani dan pak anas di luar . Zidan sangat senang di gendong pak anas.


" Raesa maaf ayah mau bertanya "


" Ada apa ayah "


" Apa sudah di putus kan masalah Sandy " Tanya pak Anas membuat Raesa diam


" Kenapa nak apa kamu tidak suka Sandy ? " Tanya pak Anas lagi


" Yah maaf, dulu ketika Raesa mau menikah dengan mas Syaif ayah yang menjodoh kan nya . Bahkan kita tidak saling mengenal, tapi kalau kak Sandy Raesa sudah kenal jadi beri raesa waktu. Sehingga apa yang Raesa hadapi ini tidak begitu menyiksa Raesa. Raesa masih istihoroh yah . Semoga petunjuk nya baik yah, dan kalau baik Raesa akan menerima keinginan mama dan kak Sandy melamar Raesa " Jawab Raesa membuat ibu Ani menatap iba dengan nasib anak nya


" Raesa ibuk tidak memaksa nak. cuma ingin yang terbaik saja tidak lebih nak " Ujar ibu Ani


" Saya tahu bu, kak Sandy sangat sayang terhadap Zidan. Bahkan seperti sosok bapak buat Zidan, tapi ini perasaan Raesa yang harus di kendalikan bu, biar Raesa bisa melupakan mas Syaif dan bisa memulai hidup yang baru " Jelas Raesa dengan mata berkaca kaca


" Maaf kan ibu dan ayah ya nak "


" Ibu, ayah, untuk apa mintak maaf , Raesa tahu ayah dan ibu hanya tidak ingin Zidan dan saya tidak ada yang merhatiin. dan Raesa tahu bagi ibu dan ayah Sandy sosok yang pas mengganti kan mas Syaif "


jawab raesa membuat bu ani dan pak anas tak bicara apa apa lagi. hanya diam


Tiba tiba Hp nya berdering, Raesa membuka nya ternyata Sandy yang menelfon.


" Waalaikum salam kak Sandy , ada apa ? "


" Cepat pulang tante tidak sadarkan diri, begitu aku sampai tante terjatuh di ruang keluarga"Ujar Sandy yang membuat Raesa menangis karena panik dan sedih


" Kak cepat bawa ke rumah sakit. kita bertemu di rumah sakit husada " Ujar Raesa dengan nada hawatir


" Oke kita bertemu disana "


Raesa menutup telfon nya


" Ada apa nak ? kenapa ?" Tanya pak Anas cemas


" Ayah, mama tidak sadarkan diri "


" Ya Allah, cepat lah nak pergi ke rumah sakit, biar ibu dan ayah juga Peni jaga Zidan disini "


" Iya bu, tapi sebaik nya ayah antar Raesa ke rumah sakit"


" Iya nak , kamu sedang sedih dan hawatir sekali lebih baik ayah saja yang antar"


Lalu mereka pergi menuju rumah sakit husada, Raesa diam dari mulut nya selalu menyebut asma Allah memohon kesembuhan untuk ibu Nafisah.


Tak lama kemudia sampai, Raesa dan pak Anas langsung berlari menuju ke ruang UGD, di depan UGD Sandy dan Nando sudah duduk cemas sekali,


" Assalamualaikum Nando, Kenapa mama " Tanya Raesa sambil menangis


" Entah lah kak, saya dan kak Sandy baru sampai dan melihat mama terjatuh di lantai langsung tidak sadarkan diri. Nando hawatir mama kenapa napa kak, nando tidak punya siapa siapa lagi kak " Tak terasa nando terisak . Raesa memberi semangat kepada Nando


" Percayalah mama pasti akan baik baik saja Man" Ujar Raesa mengusap air mata Nando


" Nando pergilah sholat, kamu belum sholat ashar " Ujar sandy


" Iya kak saya sholat dulu" Jawab nando.


suasana jadi hening Raesa mondar mandir menunggu dokter . pak Anas menghampiri nya dan memeluk putri nya .