KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 195


Sudah genap delapan hari meninggal nya Zidan, Syaif yang mengurung diri di kamar hanya keluar jika waktu makan saja . sedang Raesa sudah pergi meninggal rumah besar itu untuk selamanya, Raesa hanya berpamitan kepada Ibu Nafisah dan Nando, Nanda juga Fatma, tetapi Raesa masih menyimpan perceraian itu , Raesa sudah sangat terluka , dia pergi dan tidak akan kembali lagi ke rumah Yang penuh cinta dari Ibu Nafisah tapi penuh duka dari orang lain.


Setelah menempuh perjalanan 6 jam mereka sampai di Desa dimana ibu Ningsih menunggu nya.


" Nak bagaimana kabar nya "


" Sehat Bik "


" Istirahat lah dulu setelah itu makan " Ujar Ibu Ningsih


" Iya mbk yu "


Mereka pun masuk ke kamar masing masing, Bik Ningsih masih menyelesaikan memasak nya. Setelah selesai Sholat ishak Pak Anas dan Ibu Ani keluar dari kamar nya Tak lama setelah itu Raesa keluar juga langsung duduk di meja makan.


" Bu, Ayah besok Raesa mau ke bali, Raesa berharap ibu dan ayah memberikan Izin kepada ku "


" Untuk apa Nak, kamu harus izin kepada Nak Syaif terlebih dahulu, karena dia masih suami mu "


" Maaf bu tapi kita sudah sepakat untuk tidak hidup bersama lagi "


Deg Pak Anas dan Ibu Ani terkejut tak percaya dengan ucapan Raesa.


" Nak kamu lagi bercanda bukan " Tanya Pak Anas


" Tidak yah , Raesa sudah berjanji pada hati dan diri Raesa sendiri, akan melupakan semua masa lalu Raesa dan akan kembali hidup ceria seperti dulu sebelum masuk kedalam keluarga ibu Nafisah. mulai sekarang Nomer Hp ayah dan ibu di ganti ya. tidak ada yang perlu di hubungi lagi di keluarga Ibu Nafisah, kita adalah orang lain dan orang asing "


" Nak apa kamu sudah benar benar siap meninggalkan Syaif" Tanya Ibu Ani sambil memegang tangan Raesa


" Ibu kita suda cerai jadi ibu tidak usah lagi berharap pada Syaif atau siapapun " Ujar Raesa mantap tampa menangis


" Jika itu mau mu nak Ibu dan ayah akan ikut dengan mu, tidak mungkin ibuk membiarkan dirimu sendiri menghadapi masalah ini nak "


" Makasih bu , bik Restoran itu tetap bibik kelola , buat makan bibik jika ada sisa masuk tabungan Raesa ya . jangan lupa sawah itu untuk bibik semua "


" Apa kalian akan pergi lama " Tanya Bik Ningsih sedih


" Mungkin bik tergantung nanti Raesa betah atau tidak "


" Yah bibik hanya berdoa semoga kamu bisa menemukan tujuan mu nak yang membuat mu bahagia dan tidak sedih seperti ini "


Mereka pun makan, selesai makan mereka kembali ke kamar masing masing, Raesa tidur dengan pulas , niat dan tekat nya, Raesa memilih untuk tidak berhubungan lagi dengan keluarga Ibu Nafisah, baik Syaif atau Sandy.


Begitu juga Sandy kini kembali ke Rusia, untuk menggantikan Bapak Samuel yang sibuk mengurus perusahaan nya, hati nya sudah mantap untuk melupakan semua nya , setelah apa yang terjadi , sampai sampai Anak menjadi korban dari masalah mereka.


●●●●●●●▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪●●●●●●●●●●


Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat sudah hampir dua tahun Raesa pergi tampa kabar, dan saat ini Raesa yang sudah memilih tinggal jauh dan membeli rumah di Bali bersama Ibu Ani dan Pak Anas, rumah yang sederhana hanya 3 kamar saja.


Pak Anas dan Ibu Ani hanya tinggal di rumah saja, sedang Raesa sudah bekerja di sebuah hotel yang tidak jauh dari rumah Raesa, meski jabatan nya hanya seorang Accounting tapi Raesa senang bisa kembali hidup tampa beban apa pun. perbandingan yang dulu waktu menjadi seorang Bos besar


" Selamat pagi mbk Raesa "


" Pagi fitri " Jawab Raesa pada sahabat baru nya


" Mbk nanti siang makan siang bareng ya "


" Boleh, tapi mending makan di rumah ku aja , ibu ku udah masak banyak "


" Mbak malu lah , tiap hari numpang makan di sana "


" Selama masih bersaudara dengan ku jangan bilang malu dong, lagian ibu itu senang sekali "


" Baik lah, Fitri nurut aja Wes " Ujar Fitri


" Mbak aku dengar dari yang biasa membersihkan villa milik bos besar kita katanya mau datang loh kak"


" Kenapa pemilik hotel ini tidak pernah datang ya , padahal saya lihat dari perkembangan hotel nya bagus loh "


" Dia masih muda Mbk, setahu ku pernah datang sekali tapi hanya sebentar bertemu dengan bapak Wayan, dan yang aku dengar bapak wayan itu tangan kanan nya jadi dia di sebut owner nya, pemilik aslinya tidak mau ada yang tahu, kalau dia orang kaya"


" kamu suka nguping ya "


" Bukan suka nguping mbak, mereka yang suka cerita" Ujar Fitri yang bertugas di bagian marketing


" Sudah kita fokus dulu ya "


Mereka pun bekerja dengan tugas masih masih