
Setelah hampir 5 jam mereka menunggu Zidan sadar , dokter menemui keluarga Ibu nafisah lagi.
" Maaf, Zidan kita pindah kan ke ruang ICU, Keadaan yang tidak memungkinkan, satu jam yang lalu Zidan sempat menyebut nama Sandy, tapi sampai saat ini dia belum sadar , siapa Sandy, bisakah dia di bawa kemari " Jelas dokter
Syaif dan Raesa terkejut mendengar nya Apalagi Raesa, sempat takut Syaif marah, tapi bagi Raesa untuk saat ini yang di fikirkan Raesa hanya kesembuhan Zidan.
" Dia adalah paman nya dokter " Jawab Syaif pelan tapi tetap menunduk kan kepalanya
Raesa menoleh ke arah Syaif yang tidak marah dengan mengucapkan paman , begitu juga Ibu Nafisah dan Nando juga Fatma.
" Saya akan bawa dia untuk Zidan " Ujar Syaif lagi serius
" Kakak tidak bercanda bukan ? " Tanya Nando heran
" Demi Zidan mungkin aku tidak akan egois lagi, demi Zidan mungkin aku harus Berubah , Dan demi kesehatan dia aku tidak akan marah lagi " Ujar Syaif sedih sambil menangis.
Syaif mengambil Handphone nya mencari nomer Sandy, entah berapa kali Nomer itu di hubungi tapi tetap tidak aktif. Setelah itu Syaif menghampiri Ibu Nafisah.
" Ma telfon Om sam Katakan Syaif minta maaf tolong Sandy suruh datang demi Zidan " Ujar Syaif.
Raesa dan Ibu Nafisah juga Nando dan Fatma begitu terkejut dengan apa yang Syaif katakan .
" Syaif maaf Ibu tidak bisa menghubungi Om Sam mu , Dia sudah marah kepada mama dan dia sudah memutuskan hubungan saudara antara kita " Jawab Ibu Nafisah Pelan . Raesa terkejut dengan kabar Bapak Samuel dan Ibu Vely yang sangat marah itu, sampai sampai memutuskan tali persaudaraan itu.
Raesa dia tidak berkata apa apa lagi. Karena Raesa merasa, diri Raesa lah mereka tidak akur.
" Kapan om sam yang memutuskan persaudaraan ini ma " Tanya Nando heran karena Nando dan yang lain tidak mengetahui nya.
" Maaf maaf Beberapa bulan yang lalu Om Sam menelpon Mama, dia menanyakan tentang keadaan Sandy dan Raesa, ternyata Sandy tidak mengatakan bahwa dia sudah cerai dengan Raesa, jadi Om Sam menelpon mama dan menanyakan kabar mereka, Setelah Mama menceritakan bahwa Syaif masih hidup, dan Sandy melepaskan Raesa memberikan kepada Syaif, dan Om Sam sangat marah setelah tahu cerita hubungan kalian bertiga, dia beranggapan bahwa Mama lah yang menjadi dalang dari semua ini, dia bilang pada mama dulu yang menjodohkan adalah mama dan sekarang mama pula yang telah memisahkannya. Om Sam sangat marah kepada Mama sangat maras sekali,sampai dia bilang bahwa tidak akan ada lagi persaudaraan di antara kita, karena kalian sudah menyakiti hati anak ku, kamu sudah menyakiti hati aku dan Istriku, itu yang yang di katakan om Sam sama Mama, memang ini salah mama, sekarang Raesa tersiksa, Sandy dan Syaif juga sakit hati " jelas Ibu Nafisah bersedih
" Ma maafin Syaif membuat mama menanggung semua ini " Ujar Syaif memeluk mama nya.
" Nak mama sayang sama Syaif, cuma kalau Syaif nakal, mama akan marah " Jawab Ibu Nafisah memeluk Syaif.
" Kak Syaif maaf, sebenarnya kak Sandy tidak ada di Rusia, setau Fatma kak Sandy masih di daerah pesantren An najah " Jelas Fatma
" Sayang maaf kan aku selama ini membuat kamu tersiksa seperti ini, aku menyadari semua nya karena kau terlalu cemburu dan takut kehilangan dirimu , Saya akan pergi mencari Sandy untuk Zidan" Ujar Syaif memeluk Raesa, Raesa merasa seperti mimpi melihat perubahan Syaif yang secara spontan, yah karena seorang anak semua bisa berubah. Syaif yang awal nya marah tidak bisa di tebak selalu marah dan egois menghadapi masalah hidup nya, kini Syaif berubah menjadi lembut , bahkan Raesa merasakan perubahan Syaif, Itu yang membuat Raesa membalas pelukan Syaif , karena suami nya patut mendapat kesempatan untuk bahagia bersama nya.
" Mas apakah kamu siap bertemu Sandy tampa amarah ?"
" Aku sudah yakin sayang demi anak kita " Ujar Syaif tersenyum di sela tangis nya.
" Pergilah jika kamu sudah siap dan menerima semua nya " Ujar Raesa sambil memegang tangan Syaif
Syaif pun pergi meninggalkan Ruang ICU dimana Zidan masih terbaring lemah tak berdaya.
Syaif di antar Pak Yono menuju ke pesantren An najah, pergi untuk mencari Sandy, lelaki yang sudah pernah menjadi suami dari istrinya, lelaki yang pernah di benci bahkan sangat di benci.
Manusia tidak bisa mengubah kehendak Allah, sekuat apapun sebuah pendirian jika Allah ingin mengubah nya , maka semua akan berubah .