KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 203


Malam hari setelah makan malam Raesa duduk di ruang keluarga, bersama Ibu Ani dan Pak Anas juga Fitri, seperti yang Raesa janjikan bahwa Raesa mau menceritakan semua nya kepada Fitri .


Raesa pun bercerita dari awal sampai akhir, dan bagaimana sampai Raesa berada di bali. Fitri sudah tidak bisa menahan tangis nya, memeluk Raesa yang sudah menangis , bukan karena teringat kepada Syaif atau Sandy tetapi teringat akan Zidan anak nya .


" Sudah Mbak jangan diteruskan cukup,Saya sudah paham dan mengerti masa lalu Mbak , terlalu sakit untuk Saya dengar sekarang Mbak, hadapi masa depan Mbak, bagaimana Mbak bisa mendapatkan seseorang yang mengerti tentang Mbak, saya yakin Mbak akan bahagia nanti " Ujar Fitri sambil menangis


Ibu Ani dan Pak Anas menghapus air matanya. lalu berjalan menghampiri Raesa.


" Nak jangan cerita lagi, sudah mulai sekarang dan seterusnya tidak perlu bercerita lagi " Pak Anas mengelus kepala Raesa


" Maafin Fitri Mbk , Ibu dan paman "


" Tidak apa apa aku yakin di balik semua ini ada hikmah nya "


Selama ini tidak ada yang tahu jika Raesa sudah mempunyai Anak yang mereka tahu Raesa hanya Janda muda yang cantik, yang banyak di incar teman laki laki nya dan staf staf hotel. Tapi Raesa menjauh dari mereka , karena Raesa masih tidak ingin menikah setelah apa yang menimpa dirinya , bagaimana dirinya di buat seperti barang di lempar kesana kemari tampa memikirkan perasaan Raesa.


Luka itu baru saja sembuh , tapi Raesa tidak menyimpan dendam kepada mereka , hanya saja untuk memulai kehidupan nya dengan orang lain Raesa sangat berhati hati.


♡♡♡♡♡♡♡♡ Di sisi lain di rumah Syaif ♡♡♡♡♡♡♡♡


Azam datang kerumah Nanda seorang diri , setelah mendapat Izin dari Ustad Malik, Azam menemui keluarga Ibu Nafisah, tak lama kemudia Azam sampai, Azam langsung mengetuk pintu rumah itu , tak lama pintu terbuka .


" Assalamualaikum Bik Ijah "


" Waalaikum salam Ustad Azam "


" Mau cari siapa Ustad ? tuan Nando nya belum datang "


" Cari Kak Syaif sama Ibu Nafisah "


" Oh iya sebentar Ustad , mari silahkan masuk "


Azam pun masuk dan duduk , sedangkan Bik Ijah memanggil Ibu Nafisah dan Syaif.


Tak lama kemudian Syaif dan Ibu Nafisah keluar menemui Azam.


" Assalamualaikum Kak Syaif , Ibu " Sapa Azam langsung bersalaman


" Waalaikum salam duduk lah , oh iya Ustad Malik belum sampai Zam ? "


" Belum Kak , Insyaallah tengah malam nanti baru sampai"


" Ada apa Nak Azam " Tanya Ibu Nafisah sambil tersenyum


" Ibu , kakak , Maaf Azam kesini ingin meminta Izin dan restu untuk menghalalkan Nanda sebagai istri Azam " Ucap Azam jelas dan Singkat.


Ibu Nafisah dan Syaif tersenyum.


" Iya Zam cuma satu yang saya pinta Jaga dia seperti kita menjaga nya "


" Insyaallah kak, Azam akan memenuhi permintaan Kakak dan Ibu "


" Ibu percaya Nak Azam akan menjaga Nanda seperti kami menjaga nya "


" Besok malam saya mengundang ustad Malik untuk makan malam disini "


" Insyaallah kak Abah akan datang, mari kak saya permisi Assalamualaikum "


" Waalaikum salam "


Setelah Azam bersalaman dengan Syaif dan Ibu Nafisah Azam langsung pergi meninggalkan kediaman ibu Nafisah.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆ ♡♡☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Waktu berlalu begitu cepat kini pernikahan Syaif dan Fatma, Nanda dan Azam Sudah tinggal menghitung jam saja, Fatma yang berubah menjadi pendiam kini harus siap untuk menerima Syaif menjadi suaminya .


Acara pernikahan Syaif bersamaan dengan acara pernikahan Nanda karena bagi ibu Nafisah, Meraka sudah sama sama dewasa lebih cepat lebih baik. Baru di lamar 20 hari yang lalu tampa bertemu sama sekali Nanda kini akan di ikat dengan ikatan suci yang di ridhoi Oleh Allah dan akan menjadi perjalan baru bagi Nanda dan azam , tetapi tidak dengan Syaif, pernikahan ini sebenarnya karena sebuah kejadian memalukan, dan Syaif berharap bisa melewati pernikahan ini dengan bahagia dan akan mencoba untuk bahagia demi orang orang yang sudah di sakiti nya.


Mereka sudah berada di Masjid Agung , Fatma dan Nanda berpakaian baju pengantin yang sama , mereka sama Sama cantik.


Ijab kobul yang di ucapkan bergantian akhirnya pun selesai, Ibu Nafisha menagis melihat anak anak nya sudah mempunyai keluarga baru, tapi tidak dengan Nando yang belum bisa menghadiri pernikahan adik dan kakak nya. Karena masa ujian Nando masih 10 hari lagi.


Fatma dan Syaif menghampiri Ibu Nafisah dan menyalami ibu Nafisha (sungkem)


begitu juga Azam dan Nanda mereka menyalami Ibu Nafisah dan Ustad Malik.


Setelah Acara demi acara selesai Nanda dan Azam, Fatma dan Syaif langsung ke hotel milik keluarga Ibu Nafisah.


" Alhamdulillah,,,,akhirnya ku dapat kan juga wanita yang ku bayang bayangkan " Ujar Azam sambil memegang tangan Nanda dan yang satunya mengemudi.


" Kak lagi di mobil ah jangan banyak merayu, nanti Nanda pingsan karena terlalu sering di rayu "


" Wah kalau sampai tidak sadarkandiri, siap siap saja kehilangan keperawanan nya di mobil " Goda Azam yang membuat pipi Nanda merah merona , Nanda mencubit lengan Azam .


" Keterlaluan ah" Ujar Nanda


" Aku sudah tidak tahan zawjati " Rayu Azam yang sudah memarkirkan mobil nya di depan hotel.


" Dimana kakak " Tanya Nanda menoleh ke belakang


" Yang pasti Kakak ingin bersaing dengan ku, kita akan berlomba cepat cepat punya Anak " Ledek Azam yang membuat Nanda tertawa.


Akhirnya mereka pun turun dan langsung masuk ke kamar yang di siapkan .