
Hari ini hari minggu raesa memilih dia rumah saja . seperti yang Raesa pinta sandy tidak boleh pulang kerumah sebelum sah menjadi suami raesa
" selamat pagi mama "
" pagi sayang "
" ma maaf tadi malam raesa mau menyampaikan kabar baik sama mama tapi sudah istirahat " ujar Raesa mencium pipi ibu Nafisah
" kabar baik apa sayang "
" Ma Raesa mau menerima kakak sandy sebagai papa sambung zidan " ujar raesa sambil memegang tangan ibu nafisah
" alhamdulillah benar kah ini nak. kamu sudah membicarakan semua ini pada Sandy?"
" sudah ma . saya beri kak Sandy syarat, Raesa bilang lamar Raesa pada Ayah dan Ibu
selama belum menikah jangan tinggal di rumah mama
akad nikah nya Raesa mau di pesantren an najah di hadapan kiai dan semua santri an najah ( tampa resepsi)
setelah menikah tidak boleh meninggalkan kan mama apapun alasannya
Raesa minta mahar nya cincin emas 2 gram dan bacakan surat al kahfi sampai selesai.
saya tidak mau tinggal di Rusia. boleh berkunjung tapi tidak menetap.
itu yang raesa pinta ma kalau kak sandy tidak setuju tidak apa apa" jelas raesa pada ibu nafisah
" Mama rasa Sandy setuju. karena dia tadi malam tidak pulang dan hari ini juga tidak ada dan terimakasih sayang mama akhirnya lega mendengar kabar semua ini . mama takut mama pergi tuk selamanya sedang raesa belum menemukan pengganti syaif yang tepat . maka dari itu mama fikir Sandy lah yang tepat " ujar ibu Nafisah dengan mata berkaca kaca
" mama jangan bilang begitu. semoga Allah masih memberikan umur panjang ma bisa menemani Zidan sampai Zidan tua" ujar Raesa memeluk ibu Nafisah
" amiin"
" selamat pagi oma " sapa Nando sambil memberikan zidan pada ibu Nafisah
" eh cucu oma " lalu ibu Nafisah menggendong Zidan
" Nando kakak mau bertanya "
" ada apa kak?"
" kak sandy pulang tidak "
" oh iya kak sampai lupa, kalo sandy bilng suruh ambilkan baju di kamar nya, dan di bawa ke perumahan cakra di jl toh pati. emang kenapa kak sandy kak, kok sampai suruh bawakan baju segala"
" Nando .... kakak mu raesa mau menerima kak Sandy nya ,dan syarat nya dia tidak boleh tinggal di rumah ini dulu sampai resmi jadi suami kakak mu Raesa"
" hahahahah akhir nya kak sandy yang stres itu menang juga . dan kak raesa selamat insyaallah kak Sandy bisa menjadi imam yang baik buat kakak "
" amin, itu yang kakak harapkan "
" ma ini kami sudah hampir kelulusan. apa Nando boleh kuliah di Cina ma?"
" terserah nando .mau kuliah dimana, tapi kalau boleh mama meminta sebaiknya disini saja nak. karena mama gak mau jauh dari kamu"
" oke ma. maka dari itu Nando memberi tahu mama dulu "
" kalau menurut kakak ilmu itu bukan karena didapat dari jauh kita bisa sukses. tergantung kita saja yang mau mengembangkan nya"
" bener juga ya kak. tapi Nanda? "
" kalau Nanda dia mau di kairo mondok sambil kuliah mendalami ilmu agamanya . tapi mama harap kamu tidak iri kan hal ini atau menggugat mama karena tidak adil. kamu seorang laki laki. dan mama butuh kamu disini sekalian kuliah sambil belajar mengurus perusahaan mu. kak raesa mu seorang perempuan kasian jika harus mengurus perusahaan di lima cabang jadi butuh kamu yang harus bantu " ujar ibu Nafisah membuat Nando memahami akan hal itu
" oke mama Mando siap melaksanakan tugas mama heheheh" Nando memeluk mamanya.