KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 162


Raesa menutup telfon nya. Kali ini dia masih sok dengan apa yang di hadapi nya. Tiba tiba Fatma datang dengan peni, Ibu Ani yang melihat kedatangan Fatma langsung menyuruh nya masuk.


" Fatma dimana Zidan ? " Tanya Raesa dengan suara serak nya karena sudah cukup lama menangis matanya sembab.


" Dia bersama Kak Sandy Kak, Fatma kemari mau melihat keadaan Kakak"


" Ambil Zidan dari kak Sandy mu lalu bawa dia ke Syaif, katakan dia anak nya " Ujar Raesa seperti tidak punya tujuan hidup.


" Kakak tidak mau pulang "


" Tidak , kakak lelah dengan semua ini Fatma "


" Sebaik nya kakak pergi ke Kiai kak, Bukan kah semua masalah ada jalan keluarnya, Fatma yakin kakak akan lebih tenang di sana " Ujar Fatma


" Iya kakak akan pergi menemui Kiai, tapi tolong ambil Zidan, kasihan kak Sandy mu dia pasti kecapean mengurus Zidan "


" Baik lah kak, Fatma dan mbk peni menemui Kak Sandy Assalamualaikum "


" Waalaikum salam " Jawab Raesa.


Fatma dan Peni sudah pergi, Pak Anas yang masih melakukan sholat Ashar setelah selesai keluar ke ruang tamu.


" Nak maafin ayah ya sebenernya ayah dan Ibu Nafisah yang salah, karena tampa di fikir panjang langsung mengambil keputusan, sebenarnya Nak Syaif di kabar kan meninggal setelah menemukan bajunya berlumuran darah yang hanya tinggal baju saja sedangkan jasad nya tidak ada. karena kamu takut Sok maka ibu nafisah memutuskan membuat makam bohongan biar kamu menerima nya " Jelas Pak Anas merasa bersalah.


" Yah semua sudah taqdir, tidak ada yang perlu di salahkan, untuk apa Raesa marah" Jawab Raesa pelan.


Tak lama kemudian datang Nanda datang


" Assalamualaikum " Sapa Nanda dan masuk


" Waalaikum salam, Masuk Nan " Ujar Ibu Ani


Nanda masuk dan duduk di dekat Raesa.


" Kak, Nanda tidak tahu harus berkata apa, aku tidak akan pernah egois dalam hal ini, aku sangat mengerti perasaan kakak, tapi mau kah kakak bertemu kak Syaif menjelaskan semuanya ? " Ujar Nanda dengan mata berkaca kaca.


Raesa yang sangat terpukul dengan masalah yang di hadapi tidak berkata apa apa, seakan Raesa sudah hilang akal sehat nya. Pak Anas merasa Iba melihat Raesa seperti itu, Raesa larut dalam kesedihan yang membuat nya diam tak berkata apa apa lagi.


" Pak Anas telfon Ustad Malik, insyaallah kak Raesa akan lebih baik jika bertemu dengan Ustad Malik " Ujar Nanda kepada pak Anak.


" Nanda benar kita harus telfon Ustad Malik"


Lalu Pak Anas mengambil ponsel nya dan menelfon ustad Malik.


Tut tut tut ....


" Assalamualaikum "


" Waalaikum salam Pak Anas "


" Bantu saya Ustad " Ujar Pak Anas suaranya terdengar panik


" Benar Ustad cepat lah kerumah, saya akan cerita kan disini " Ujar Pak Anas


" Baik lah saya akan berangkat sekarang kerumah Pak Anas Assalamualaikum "


" Waalaikum salam "


Pak Anas menutup telfon nya. Lalu duduk kembali di dekat Raesa.


" Bagaimana Pak Anas, apa bisa di hubungi Ustad Malik " Tanya Nanda


" Bisa Nan, tunggulah kamu disini, jelaskan semua nya kepada ustad Malik " Ujar Pak Anas


" Baik Pak " Jawab Nanda


Mereka semua memilih diam, hanya melihat Raesa yang duduk bersandar di kursi sambil menunduk kan kepalanya.


Tak lama kemudia ustad Malik datang, karena pintu di biarkan terbuka, ustad Malik langsung masuk .


" Assalamualaikum "


" Waalaikum salam Ustad " Jawab yang ada di ruangan itu.


" Silahkan duduk ustad " Ibu Ani mempersilah kan ustad Malik


" Ada apa ini, kenapa dengan Raesa " Tanya ustad Malik heran melihat wajah Raesa


" Ustad maaf hari ini kita di kejutkan sesuatu yang tidak pernah di fikirkan" Ujar Nanda , lalu Nanda menceritakan semua masalah nya dari awal sampai akhir, ustad Malik yang mendengar cerita Nanda terkejut dan tak percaya, tapi itulah Allah kita tidak bisa menebak kehendak nya.


" Subhanallah, kita tidak pernah menyangka akan semua itu sungguh Allah maha di atas segala galanya" Ujar Ustad Malik


" Ustad bagaimana saya menghadapi semua ini , saya bingung ustad, " Ujar Raesa pasrah


" Nak kamu harus sabar dan Ikhlas menjalani ini semua yakin kan pada Allah bahwa semua akan ada jalan keluar nya .Sabar menahan diri dari segala kesedihan, atau menahan diri dalam kesulitan, tidak mudah marah, berkeluh kesah, benci, dendam, tidak mudah putus asa, mengajarkan kita untuk tetap taat kepada Allah sehingga nanti nya terhindar dari perbuatan maksiat


ada tiga bentuk sabar yang perlu di ketahui.


Pertama: Sabar dalam ketaatan yaitu seperti dalam melaksanakan ibadah jika kita ingin istiqomah maka harus sabar dalam segala cobaan, yang membuat kita malas


Kedua : Sabar dalam menghadapi cobaan dan musibah, disini orang yang beriman akan di uji oleh Allah dengan datang nya cobaan yang silih berganti, karena sebenarnya Allah ingin menguji hamba Nya sabar kah dan ikhlas kah dengan yang Allah berikan kepada kita. Allah tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan hamba Nya, dalam garis besar kamu mampu menghadapi ini semua, yakin bahwa semua akan berakhir dengan sendirinya dan seiring waktu akan datang sebuah kebahagian yang di janjikan Allah untuk hamba-Nya.karena Allah bersama dengan orang orang yang sabar


Ketiga : Sabar dalam kemaksiatan yang mana kita harus menjauhi yang haram yang di benci Allah .dan lebih mengendalikan diri dari hal hal yang tidak di ridhoi Allah.


Di dalam Al Quran ayat 153 surat Al Baqarah


Yang Artinya: " Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sungguh Allah bersama orang-orang yang sabar ". (QS. Al-Baqarah: 153)


Maka kamu harus tegar dalam menghadapi semua ini. pergilah ambil wudhuk dan lakukan sholat, kemudian mengaji lah, insyaallah jika kamu pasrahkan semua pada Allah kamu akan mendapat jalan keluar nya " Jelas Ustad Malik detail.


Akhirnya Raesa menyadari dari kesalahan nya yang sudah putus asa. Tapi Raesa perlu teman untuk menjadi penasehat nya , Raesa perlu penyemangat untuk semua yang di lalui nya.