KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
episode 110


Di pesantren ibu nafisah dan nando juga pak anas sudah sampai. barang yang di beli ibu nafisah sudah di turunkan. dan langsung masuk keruang pertemuan santri dengan keluarga.


" mbk saya orang tua nanda dan fatma mohon di panggil" ujar ibu nafisah pada petugas penjaga loket pesantren. sambil menunjuk kan kartu keluarga


" baik bu mohon di tunggu " jawab sang petugas


lalu nanda di panggil . tak lama kemudian nanda dan fatma keluar betapa terkejut nya karena nanda dan fatma tidak bisa di jenguk ibu nafisah


" mama kakak dan ustad juga pak anas ada apa kok tumben rombongan " ujar nanda senang begitu juga fatma mereka menyalami ibu nafisah pak anas ustad malik dan nando.


" seharusnya jangan pasang muka kayak gitu. kesenangan kalau di datangi mama" ledek nando


" ya iya dong kak" jawab fatma dan nanda


" kalian sehat semua?" tanya pak anas


" alhamdulillah sehat pak anas "


" nanda fatma ustad mau ke kak azam dulu ya"


" iya ustad " jawab nanda dan fatma mereka saling melirik


" ustad malik ini untuk azam " ujar ibu nafisah memberikan tas belanjaan besar yang berisi makanan


" ehem ehem" nando pura pura batuk sambil melirik nanda


" awas kamu ya" ujar nanda pelan sambil mencubit pinggang nando


" terimakasih ibu nafisah kalau begitu saya ke azam untuk istirahat. sebentar setelah sholat azhar kita ke kiai" ujar ustad malik


" saya juga ikut ustad malik. mau istirahat dulu " ujar pak anas


" iya silahkan pak anas. saya langsung ke kiai juga nanti setelah sholat. "


pak anas dan ustad malik keluar dari ruangan pertemuan santri putri.


" Ma tumben sempati kesini ? jauh loh aku kasian ama mama"


" ada kabar baik nak ! "


" kabar baik apa ma ?"


" kak raesa mau menikah dengan kak sandy " ujar ibu nafisah senang


" apa ma ! benar nih? kapan ma? trus kak raesa setuju gak?"


" awalnya kak raesa gak mau tapi mama yang memaksa. sudah saat nya kakak mu bahagia membina rumah tangga nak. mama tidak mau melihat nya terpuruk terus karena di tinggal kakak mu. Di hadapan kita dia bisa bahagia tegar dan kuat tapi ketika dia sendiri . mama tahu dia terluka"


" insyaallah tidak nak. mama sudah bicara dengan kakak mu apalagi kiai jakfar juga mendukung" ujar ibu nafisah


" fatma kok diam kamu kayak patung aja" ujar nando sambil mengusap muka fatma


" ah kak nando kebiasaan deh. aku tu senang. sebab selama di pesantren baru kali ini aku ada keluarga yang keisni" ujar fatma tersenyum senang


" ooo begitu ya"


" iya kak. apalagi sekarang sudah punya ibu ya fatma senang sekali " ujar fatma sambil memeluk ibu nafisah


" jangan panggil ibu panggil mama juga biar sama seperti yang lain" ujar ibu nafisah


" iya ma"


" fatma tu bawa karton yang banyak depan ruangan ini" ujar nando sambil menunjuk ke karton kacang


" haaaa, emang fatma sama nanda tukang bawa barang gitu kak.itu banyak loh" fatma melotot


" ma buat apa itu semua " tanya nanda


" buat teman teman kamu semua satu pondok. kasik satu karton perkamar " jawab ibu nafisah.


Nanda akhirnya masuk dan menemui kepala ustadzah dia menyuruh per ketua kamar untuk mengambil keluar . kepala itu tahu kalau ibu nafisah adalah donatur terbesar di pesantren itu tapi nanda mengatakan untuk tidak memberi tahu siapapun .


" main nanda biar saya suruh satu persatu untuk ambil di luar"


" terimakasih ustadzah dan ini titipan mama" nanda memberikan satu tas besar juga buat para ustadzah nya


" nanda kami mengucapkan terimakasih banyak ya "


" sama sama ustadzah "


nanda langsung menemui ibu nafisah . satu persatu santri itu keluar mengambil oleh oleh ya g dari ibu nafisah.


" nanda teman teman mu kok gak ada yang gaul?" bisik nando pada nanda


" ah kakak. namanya di pesantren. kamu lihat nanda Juga sama kan "


" iya juga sih kayak dandanan nya bik ijah semua hahahaah" ledek nando bikin fatma tertawa


" bener bener banget. trus ngapain kak nando kesini lihat bibik bibik ini" ujar si fatma


" kangen bibik bibik hahah"


ibu nafisah ikut tertawa melihat anak anak nya bercanda.