
Jam menunjukkan pukul 5.40 pagi hari. Raesa dan Sandy sudah berada di bandara Xxx di antar Pak Yono sopir Ibu Nafisah.
Pas jam enam mereka berangkat ke Bali. Dan turun di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai .Tidak perlu menempuh jarak yang cukup lama untuk sampai sekitar satu setengah jam sudah sampai.
Di pintu kedatangan sudah di sambut oleh Seorang Pria muda. Dia adalah anak pelayan Bapak Samuel di Rusia.
" Selamat datang tuan Sandy dan nyonya " Sapa pria itu, lalu mengalungkan bunga di leher Raesa dan Sandy. Bukti bahwa mereka di sambut Baik di Bali.
" Nama kamu siapa ?" Tanya Sandy
" Saya Komang tuan putra dari Bapak nengah atau Bapak Agus yang kerja ke Tuan Samuel " Jelas nya
" Ooo iya aku tahu. Hei bagaimana kabar ibuk Ida? " tanya Sandy.
Ibu Ida adalah pengasuh Sandy waktu kecil sampai dia umur 15 tahun . Karena sering sakit sakitan Ibu Ida berhenti dan beristirahat di rumah.
" Ibu sehat tuan. Nanti ibuk pasti mengunjungi Tuan ke villa " Ujar Komang
" Baik lah bawa aku ke villa teman Papi . Dia bilang sudah Booking Kamar Villa nya"
" Sudah tuan semua sudah saya jadwal kan. Mari tuan kita berangkat sekarang "
Mereka pun masuk ke dalam mobil . Setelah itu Komang menjalankan mobil nya.
Suasana sudah mulai macet. Dari bus bus wisatawan mancanegara dan mobil mobil yang di Rental para tamu begitu juga motor motor yang di kendarai para bule.
" Abi kita mau bermalam di daerah mana ?" Tanya Raesa
" Abi juga kurang Paham tapi Komang sudah Sangat hafal betul Tempat wisata dan Villa di Bali ini" Ujar Sandy sambil memegang tangan Raesa
"Maaf Komang, kita mau bermalam di mana ya ? " Tanya Raesa penasaran
" Di Villa daerah Pecatu Nyonya. Tuan dan Nyonya tidak Akan di Sewa kan Villa yang Ramai pengunjung. Tapi sudah di pesan kan Villa pribadi hanya Tuan dan Nyonya nanti yang tinggal di sana"
" Terimakasih ya Komang baik sekali "
" Sama sama Nyonya "
" Oh iya Mang jadwal untuk kita jalan jalan apa sudah kamu atur juga?" Tanya Sandy detail
" Sudah Tuan Nanti
Sore tuan Dinner dengan Nyonya di Pantai Jimbaran Restoran saefood yang sudah terkenal di penjuru dunia. Setelah itu Tuan dan Nyonya kembali ke villa
Pagi jam Delapan saya antar Tuan dan Nyonya Breakfast. Lanjut nanti ke Garuda Wisnu Kencana yang di kenal GWK. Tuan bisa langsung Makan siang di Restoran Jendela Bali yang terdapat di Area GWK. setelah itu Istirahat ke Villa Lalu " Jelas Komang yang masih belum selesai tapi sudah di potong penjelasan nya oleh Sandy.
" Maaf Mang. Saya Mau jam dua sampai jam tujuh di villa saja. Nanti kalau aku perlu jalan jalan, aku hubungi kamu ya. " Ujar Sandy
" Baik Tuan "
Tak lama kemudian mereka sampai di Villa tersebut. villa yang berhadapan dengan Laut sungguh indah Sekali. Merekapun turun. Komang membantu membawakan barang barang Sandy dan Raesa.
" Tuan ini terlalu banyak " Ujar Komang, melihat uang yang begitu banyak itu.
" Sudah ambil saja, Nanti kamu cari sewa dekat sini saja ketika aku butuh kamu sudah ada "
" Baik tuan , saya permisi dulu Tuan dan Nyonya "
Komang pun pergi. Kini hanya tinggal Raesa dan Sandy di villa yang lumayan besar. Terdapat kolam renang dan 2 kamar tidur juga dapur untuk memasak.
Raesa berdiri d jendela yang menghadap Laut. Angin yang sepoy sepoy membuat Raesa menikmati nya. Sandy memeluk Raesa dari belakang
" Sayang apakah perasaan mu tenang ?" Tanya Sandy pelan sambil memeluk erat pinggang Raesa
" Alhamdulillah Perasaan ku nyaman Disini Bi " Jawab Raesa pasrah ketika Sandy membuka hijab nya.
" Disini hanya kita berdua Sayang boleh Aku melihat Rambut mu yang panjang " Ujar Sandy sambil membuka hijab Raesa
Raesa tersenyum dan mengangguk . Sandy membalikkan tubuh Raesa menghadap ke arah Sandy. Menatap Wajah yang lemah lembut yang selalu terpancar iman dan taqwa itu.
" Abi apa tidak menyesal menikah dengan wanita janda " Ujar Raesa pelan
" Jika jandamu adalah anugerah terindah dari Allah, aku tidak menolak nya" Jawa sandy mencium bibir Raesa.
Mereka Saling ******* satu sama lain. Sudah semakin jauh bermain,tangan Sandy sudah meremas remas bukit kembar milik Raesa.
" Tidaaaaaaak " Raesa menjerit dan mendorong tubuh Sandy hingga terjatuh ke ranjang. Raesa berlari kedalam Kamar mandi Sandy terkejut dan merasa cemas dengan keadaan Raesa.
" Umik buka pintu nya, kenapa dengan Umik " tanya Sandy cemas
Tapi Raesa tidak menjawab nya. Raesa hanya menangis duduk bersimpuh di lantai Kamar mandi itu. Karena sangat hawatir Sandy membukanya. begitu terkejut nya Sandy melihat keadaan Raesa.
" Umik ada apa ? Kenapa menjerit " Tanya Sandy hawatir
.
" Maafin aku Bi. Pukul saja aku Bi, aku pantas mendapatkan nya dari Abi. aku sakit Bi kenapa harus datang secara tiba tiba masa lalu itu Bi. Padahal aku sudah mau melakukan itu bersama abi " Isak Raesa pilu. Membuat Sandy merasa bersalah dan tidak tega dengan keadaan Raesa yang seperti orang ketakutan di kamar mandi.
" Maafin Abi sayang. Coba aku bisa lebih bersabar mungkin Umik tidak akan seperti ini"
" Aku yang salah Bi " Jawab Raesa
Lalu Sandy membawa Raesa ke kamar nya dan merebahkan tubuh Raesa di ranjang.
" Istirahat lah Umik, aku buatkan teh untuk Umik biar lebih segar "
Lalu Sandy menuju ke dapur mengambil teh dan gula setelah itu membuat air mendidik dengan tero listrik
" Begitu dalam nya cinta mu kepada Syaif, sehingga tidak mudah melupakan nya, tapi aku berjanji akan berusaha keras membawa pergi dari masa lalu mu sayang dan kamu akan hidup bahagia di dalam dekapan ku " Ujar Sandy dalam hati nya.