
Tak terasa hari pernikahan Raesa dan Sandy sudah tinggal 3 Hari.
Di bandara Sandy dan Raesa menjemput Ibu Vely dan Bapak Samuel. Dari pintu kedatangan Bapak Samuel melambaikan tangannya. Sandy sangat bahagia dengan kedatangan mama dan papa nya begitu juga Raesa .
"How are you, dad and mom?"
( apa kabar papi dan mami )
" Dad and mom are fine " ( papi dan mami baik baik saja ) Jawa Bapak Samuel dan Ibu Vely
" Auntie, I know Raesa " ( tante kenal kan saya Raesa) Ujar Raesa sambil mengulurkan tangan nya
" You are so beautiful that Sandy deserves to be crazy about you" ( kamu cantik sekali pantas sandy sangat tergila gila pada kamu)
" Raesa om kangen sama Raesa , ayo buatkan om masakan kesukaan om" Ujar Bapak Samuel
Ibu Vely memeluk Raesa penuh kasih sayang. sayang sekali Ibu Vely tidak bisa berbahasa Indonesia. Hanya Bapak Samuel yang fasih dalam berbahasa Indonesia.
Mereka pun pergi dari Bandara dan menuju ke rumah Ibu Nafisah.
Tak lama kemudian mereka sampai. Nando Raesa Bapak Samuel dan Ibu Vely turun . Di pintu Ibu Nafisah sudah menunggu di teras rumah nya. Ibu Nafisah berpelukan dengan Ibu Vely mereka menangis karna Ibu Vely teringat Syaif
" sorry sister I was not present when your child died. I hope your child is calm in nature there" (maaf adik aku tidak hadir waktu anak kamu meninggal. semoga anak kamu tenang di alam sana) Ujar Ibu Vely sedih
" thank you pray brother"(terimakasih doa kamu kakak ) Ujar Ibu Nafisah
" Dimana cucu ku ?" Tanya Bapak Samuel
" Didalam kakak. Mari silakan masuk"
Mereka semua masuk menuju kamar zidan . dimana zidan sedang bermain dengan peni
" Om itu zidan " Ujar Raesa
" papa ma papa " Ujar zidan sambil mengulurkan kedua tangannya mintak gendong Sandy
" Ya Allah kangen ya ana papa Sandy. sudah hampir 20 hari tidak bertemu papa" Ujar sandy lalu mengambilnya dari Bapak Samuel
Zidan yang sudah dekat dengan sandy membuat zidan memeluk Sandy erat
" angan egi papa , idan angen papa" ( jangan pergi papa zidan kangen papa ) Ujar zidan dengan bahasa baby nya
Semua tertawa mendengarkan Zidan berbicara
" Sayang ayo gendong mama " Ujar Raesa
Tapi zidan menolak dia tetap memeluk Sandy . Raesa terharu melihat tingkah Zidan yang seperti ke papa nya sendiri.
" Sudah biar aku yang gendong. Aku juga kangen sama Zidan biasanya setiap hari bersama sama. Tapi ini sudah lama juga tidak bertemu dengan Zidan"
" Sebaiknya kakak istirahat dulu dengan Kak Vely, nanti setelah istirahat kita makan. Dan Raesa silakan untuk om dan tante mu ya buat makanan kesukaan nya"
" Baik mama Raesa ke dapur dulu untuk masak bantu bik sumi juga"
Lalu Raesa pergi meninggalkan kamar Zidan menuju dapur .
" Bik ijah bik sumi saya bantu ya " Ujar Raesa
" Nak Raesa kan lagi belum sehat betul. Biar bibik saja yang masak , jangan hawatir semua bisa bibik lakukan "
" Saya sudah sehat bik , jadi biarkan saya membantu bibik berdua "
Akhirnya bik smua dan bik ijah tidak bisa mencegah nya. Raesa pun memasak kesukaan bapak Samuel dengan di bantu bik ijah dan bik sumi.
1 jam kemudian masakan sudah siap . dan sudah di tata rapi di meja makan. Raesa pergi menuju ke kamar zidan memanggil Sandy dan yang lain untuk makan bersama.