KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 176


Raesa hanya menundukan kepala nya, tidak peduli dengan senyuman Syaif yang di ingat Raesa saat ini adalah Zidan bahagia.


" Assalamualaikum Raesa " Sapa Syaif pelan


" Waalaikum salam "


" Syaif apa kah kamu siap dengan syarat yang di ucapkan Raesa, hafalan munjiyat nya ? " Tanya Kiai


" Sudah Kiai, saya sangat siap " Jawab Syaif mantap


" Bacalah, saya akan mendengarkan "


" Baik Kiai " Jawab Syaif


Lalu Syaif membaca surat surat pilihan dalam Al Quran itu.


Meraka semua menyimak nya, Raesa diam tidak berbicara apa apa, dia hanya berfikir bahwa Syaif telah berubah


" Salah kan aku jika harus memberikan kesempatan kedua kepada kepada Syaif, dulu aku bisa menerima tampa ada rasa cinta, aku yakin saat ini aku bisa jika harus kembali kepada nya " Seru dalam hati Raesa


Tampa di sadari bacaan itu sudah selesai di baca oleh Syaif.


" Alhamdulillah Syaif kamu berhasil, dan kamu lulus dari syarat itu" Ujar Kiai Jakfar


Syaif tersenyum mendengar apa yang Kiai sampaikan.


" Saya sangat bersyukur Kiai, ternyata saya bisa perjuang kan semuanya yang sudah di rampas oleh saudara sendiri " Jawab Syaif dengan senyum kemenangan, Raesa yang mendengar kata kata rampas sangat terkejut, karena Raesa berfikir Syaif telah berdamai, tapi Raesa memilih untuk diam


" Jalani hidup kalian dengan kesabaran dan keikhlasan, jangan sampai ada amarah dari kalian berdua. Saya mewakili Bapak Anas Jika kamu mau menikahi Raesa lagi makan Bapak Anas sudah menerimanya" Ujar Kiai Jakfar


" Saya siap rujuk lagi dengan Raesa Kiai, jadi saya mintak hari ini kita akan di nikahkan " Ujar Syaif


" Bagaimana nak Raesa ? " Tanya Kiai Jakfar


" Kula nyakajeng kiai" ( Saya terserah Kiai )


Jawab Raesa


Akhir nya Raesa di persatuan kembali dengan Syaif , Kiai hanya berpesan supaya Raesa menjadi wanita sholehah dan penyabar menghadapi banyak hal.


Setelah Acara itu selesai Raesa berpamit pulang Begitu juga Syaif, Raesa tidak merasakan dia telah rujuk kembali dengan Syaif , Karena hati Raesa tidak bisa di bohingi, Raesa masih mencintai Sandy.


Setelah di parkiran Syaif menghampiri Raesa dan memeluk nya. Raesa terkejut dengan sikap Syaif yang masih banyak santri.


" Lepaskan mas, masih banyak santri disini " Ujar Raesa pelan


" Maaf aku rindu tak mampu menahan nya " Jawab Syaif tersenyum sambil melepaskan pelukan nya.


" Mobil mu biar Pak Yono yang bawa , kamu pulang bersama ku "


" Tapi aku harus menemui Ibu dulu "


" Aku antar kamu kemana kamu akan pergi "


Raesa tidak banyak berbicara, dia mengangguk kan kepalanya.


" Assalamualaikum nak Raesa " Sapa Pak Yono yang tiba tiba datang


" Waalaikum salam bapak , bagaimana kabar bapak, Raesa kangen sama bapak " Ujar Raesa senang


" Alhamdulillah bapak sehat , Nak Raesa sendiri bagaimana ? "


" Alhamdulillah sehat juga Bapak. mari pak kita menemui ayah dan ibu dulu" Ujar Raesa kepada Pak Yono


Lalu mereka pergi meninggalkan pesantren, Raesa naik mobil Syaif, Sedangkan Pak Yono naik mobil Raesa. mereka menuju ke alamat restoran yang di rintis oleh Raesa sendiri.


Setelah perjalan satu jam lebih tiga puluh menit, mereka sampai, Raesa turun begitu juga Syaif. Syaif melihat restoran milik Raesa.


" Bagus tempat nya , nuansanya sangat indah cocok untuk anak muda dan keluarga "


" Terimakasih mas , mari silahkan masuk " Ujar Raesa


mereka masuk bertemu dengan Ibu Ani dan Pak Anas.


" Assalamualaikum Ayah , Ibu " Sapa Syaif sambil menyalami mereka berdua.


" Waalaikum salam " Jawab Pak Anas dan Ibu Ani


" Bagaimana kabar ayah sama ibu " Tanya Syaif


" Alhamdulillah sehat nak, kamu sendiri bagaimana nak "


" Sehat yah buktinya Syaif masih bisa bertemu ayah ibu dan menjemput Raesa "


" Duduk lah , Ibu akan siapkan makanan untuk kalian"


" Oh iya Yah Ada bapak Yono di depan " Ujar Raesa


" Ya Allah Raesa kenapa tidak disuruh masuk "


" Pak Yono bilang mau menunggu di luar "


Lalu Pak Anas memanggil Pak Yono dan menyuruhnya makan bersama dengan Raesa dan Syaif . Selesai mereka mengobrol di belakang restoran dimana terdapat kolam ikan dan tempat duduk yang nyaman.


" Kalian pulanglah ke kampung , besok baru kembali ke rumah yang di kota " Ujar Pak Anas


" Maaf yah kita akan kembali ke rumah di kota secepat nya Karena Zidan mencari mama nya "


" Baik lah ibu tidak memaksa kalian untuk mampir. tapi Raesa Ayah sama Ibu akan tinggal disini dulu nak mengurus usaha mu ini " Ujar ibu Ani


" Terimakasih ibu sudah mau mengurus nya , Raesa secepat nya akan datang lagi menemui ibu membawa zidan bu "


" Ibu berharap kalian akan memulai lagi dari awal, nak Syaif Titip Raesa jangan sakiti hati nya, dia sudah banyak menderita, ibu tidak mau Raesa menderita lagi " Ujar Ibu Ani merasa iba dengan nasib anak nya.


" Saya janji Ibu dan Ayah tidak akan menyakiti nya "


" Kalian hati hati di jalan " Pesan pak Anas


" Iya Yah " Jawab Raesa


" Syaif dan Raesa pamit dulu yah, Ibu " Pamit Syaif menyalami Pak Anas dan Ibu Ani


Raesa memeluk Ibu nya sambil menangis, Pak Anas mengelus kepala Raesa. Lalu Raesa memeluk Pak Anas.


Mereka pun pergi dari restoran itu, Pak Yono mengemudi mobil itu sedang Raesa dan Syaif duduk di belakang.


Syaif memegang tangan Raesa dan mencium tangan nya, sambil menoleh ke arah Raesa.


" Sayang aku rindu, bahkan sangat rindu " Ujar Syaif


" Aku pun sama rindu, bahkan sangat rindu sampai semua orang melihat ku iba karena aku sangat merindukanmu, tapi itu dulu , kamu fikir aku langsung jatuh hati pada Sandy , kamu fikir aku langsung mencintai Sandy, kamu fikir aku pacaran sama dia sebelum nya??? Tidak, kita tidak pernah berdua bahkan makan bersama kita tidak pernah,selama 3 tahun dia memendam perasaannya terhadap ku, bahkan aku tidak tahu tentang perasaan nya . Dan pada Akhirnya mama yang menjodoh kan kami mama memikirkan Zidan , karena Zidan dekat dengan Sandy dan dia menyuruhku menikah dengan Sandy, karena ada sosok papa di diri Sandy ,Aku belum bisa menerimanya waktu itu , bahkan aku sakit hati dan tersiksa karena harus berusaha melupakan mu, bahkan setelah menikah aku belum bisa melupakan mu, sampai 1 bulan kami tidak tidur bersama, Sandy sanggup menahan nya . Dia mengikhlas kan semuanya kepada Allah. Sampai pada akhirnya aku mencintai nya, dan mas Syaif tahu jika aku di suruh melupakan Sandy saat ini , itu sangat sulit mas. Aku kembali kepada mas, hanya ingin Zidan bahagia sosok kedua orang tuanya lengkap. Seandainya dulu makam itu tidak di buat aku tidak akan menikah. Tapi mama tidak ingin aku larut dalam kesedihan dan terpukul terpuruk terlalu lama, mama membuat semuanya seperti nyata. ayah bilang setelah mas Syaif di nyatakan hilang karena baju mas Syaif yang sudah berlumuran darah tertinggal di hutan dengan keadaan sudah sobek, sekarang yang Raesa mau maaf kan Sandy, dia tidak bersalah dalam hubungan ini, hanya saja Allah ingin menguji kita , menegur kita" Jelas Raesa dengan derai air mata yang tak mampu di tahan nya .


Raesa merasa sangat tersiksa tapi Raesa tidak mampu berbuat apa apa kecuali pasrah kepada taqdir Allah.