KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 192


Raesa tidak dapat menahan air matanya , betapa dia ingat kata talak yang pertama di ucapan Sandy kini Raesa mendengar lagi ucapan Talak itu, Raesa merasa dadanya sesak, tubuh nya gemetar, Sandy juga terkejut dan sangat marah terhadap Syaif karena talak yang sudah di ucap kan itu tidak dapat di cabut kembali .


“Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah Talak yang kedua), Maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga Dia kawin dengan suami yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 230)


Syaif tidak bisa lagi rujuk dengan Raesa karena talak yang di ucapkan sudah jatuh talak tiga yaitu Raesa harus menikah dengan orang lain.


Sandy langsung menarik tangan Syaif ke luar, begitu sampai di luar.


Plak plak plak Sandy tampa sadar menampar Syaif berulang ulang.


" Kamu Sadar apa yang kamu ucapkan, kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan itu , aku tidak menyangka kamu semudah itu memutuskan sesuatu yang sangat sakral, aku mengalah melepas Raesa demi kalian , tapi kenapa kamu membuat suatu keputusan yang menyakiti hati Raesa, kamu anggap apa Raesa " Teriak Sandy tidak menyadari dia sedang di rumah sakit.


" Maaf kan aku Kak, aku terpaksa melakukan ini demi kalian , aku akan sangat bersalah jika Zidan harus sakit parah " Jawab Syaif pelan sambil menunduk kan kepalanya.


" Seandainya saja kamu berfikir dahulu, bagaimana cara nya membuat Zidan dekat dengan mu, bukan membuat keadaan semakin buruk, kamu tega benar benar tega, kamu tidak menghargai perasaan Raesa dia sudah sangat terluka "


" Tidaaaaaaak " suara teriakan dari dalam membuat Sandy dan Syaif langsung berlari kedalam .


" Ada apa Raesa " Tanya Sandy dan Syaif bersamaan dengan wajah cemas dan panik


" lihat lah Zidan mas dia kenapa mas " Ujar Raesa sambil memegang tangan Zidan


Sandy dan Syaif menghampiri Zidan dan memegang tubuh Zidan .


" tubuh nya dingin sekali " Ujar Sandy


Syaif berlari ke luar memanggil dokter, tak lama kemudia dokter datang.


" Dokter kenapa dengan anak saya dokter " Tanya Raesa panik


" Tolong dok selamat kan anak ku dokter " Ujar Syaif


"Keluar lah biar kita melakukan tindakan lebih lanjut" Ujar Dokter


Meraka keluar dari ruang Zidan , tubuh Raesa menjadi lemas, Raesa tidak mampu untuk berdiri , akhirnya dia duduk di lantai, Sandy merasa iba melihat keadaan Raesa, sedang Syaif mondar mandir cemas sekali.


Sandy mengambil Handphone nya dan menelfon Nando.


" Assalamualaikum Nando, cepat kemari bawa fatma, Raesa butuh fatma "


" Waalaikum salam kak , baik lah " jawab Nando


Sandy mematikan Handphone nya, kemudian Sandy menghubungi Pak Anas.


" Assalamualaikum bapak"


" Waalaikum salam, maaf dengan siapa "


" Saya Sandy bapak "


" Ya allah nak , bagaimana kabar mu "


" Alhamdulillah sehat pak oh iya pak sebaik nya bapak sama ibu datang kemari, Zidan sakit pak. Raesa butuh bapak " Ujar Sandy pelan sambil meneteskan air mata


" Sakit nak ,,,,, Ya allah baik lah nak , bapak akan berangkat sekarang juga "


" Fatma " Raesa langsung memeluk Fatma sambil menangis


" Sabar ya kak , semua akan berlalu, Zidan pasti sembuh "


sementara Nando menghampiri Sandy


" Kakak ada apa kenapa di luar semua "


" Zidan koma lagi "


" Ya Allah, kenapa harus Zidan, aku siap menggantikan Zidan jika itu bisa" Ujar Nando sedih


Tak lama kemudian Dokter keluar.


" Bagaimana anak saya dokte " Tanya Raesa langsung berdiri


" Dokter tolong lakukan yang terbaik untuk anak saya dokter , saya mau anak saya sembuh " Ujar syaif memohon kepada dokter sambil memegang tangan Dokter.


" Maaf manusia hanya bisa berusaha tapi tuhan lah yang menentukan nya" Jawab dokter dengan tatapan yang membuat semua panik .


" Tapi aku yakin dokter bisa menyembuhkan anak ku, Aku yakin itu dokter " Ujar Syaif memohon


" Iya dokter tolong ponaan saya " Ujar Sandy


" Maaf , Zidan tidak bisa kami selamat kan, Zidan sudah di panggil oleh yang kuasa " Ujar Dokter pelan karena setiap dokter sudah berusaha tetapi Allah yang menentukan nya .


Raesa, Syaif langsung menjerit dan masuk , Nando juga Fatma langsung masuk , Sedang Sandy berusaha tegar menghadapi nya.


" Dokter saya mintak Jenazah Zidan di mandi kan di sini , tapi saya yang akan memandikan langsung " Ujar Sandy menahan tangisnya.


" Saya berharap bapak lebih tegar dan bersabar , karena jika semua nya shok jenazah tidak cepat di atasi "


" Baik dokter , saya mau urus administrasi dulu "


Dokter pun pergi meninggal kan ruangan Zidan , dimana di dalam semua histeris menangis.


Sandy memanggil Fatma


" Ada apa kak " Ujar Fatma sambil menangis


" Tolong jaga Raesa jangan sampai air matanya jatuh ke Zidan "


" Baik kak "


♢▪▪▪▪▪ Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya mayat itu akan disiksa karena ditangisi oleh orang yang hidup.” ♢▪▪▪▪


●●●●Sesungguhnya mayat akan disiksa karena tangisan keluarganya padanya.” (HR Bukhari dan Muslim)●●●●


Menurut ulama, yang dimaksud hadis ini bahwa mayat merasa sedih dan tersiksa karena tangisan keluarganya, karena ia akan mendengar tangis dan melihat apa-apa yang mereka lakukan, dan bukan si mayat akan dihukum dan disiksa disebabkan tangis keluarganya, karena dosa seseorang tidaklah akan dipikul oleh orang lain.


Mati adalah taqdir yang memang Allah sudah tentukan pada setiap makhluk nya .