
Tak lama kemudian kaila dan nando sampai. mereka turun nando ikut masuk kerumah kaila . Di ruang keluarga papa dan mama kaila sedang duduk santai dan setelah 2 tahun nando baru bertemu dengan orang tua kaila
" selamat siang tante om" sapa nando yang tiba tiba muncul
" hei nando kamu sudah besar sayang , bagaimana kabar mama kamu " ujar mama kaila . nando sambil bersalaman
" ganteng lagi anak nyonya nafisah ini" ujar papa kaila bapak firman dan ibu hasti
" alhamdulillah sehat tante oh iya tante sama om tumben ada di indonesia?" tanya nando heran karena sering di luar negeri
" sudah selesai urusan om sekarang lagi urus bisnis yang di sini mungkin selama 3 tahun kita fokus disini dan ingin memantau kaila selama ujian sekolah nya"
" mmmmm. Bener juga om soalnya kaila sering keluyuran kalau tidak ada orang " ujar nando sambil tertawa. kaila langsung menghampiri dan menarik telinga nando
" auw sakit kai" ujar nando kesakitan
keluarga kaila tertawa melihat kelakuan nando dan kaila
" eh nanda bagaimana kerasan di pesantren soalnya kaila bilang nanda masuk pesantren "
" kerasan banget om. malah sesudah lulus ini langsung kairo kuliah sambil mendalami agama "
" wah hebat nanda tante sama om tidak menyangka anak itu bisa jadi wanita berhijab gitu" ujar bapak firman heran tapi bangga
" kaila boleh dong ikut nanda nanti ke kairo " ujar ibu hasti
" ah gak ma, pasti pakai hijab itu ribet . mending kuliah disini saja" ujar kaila menolak
" siapa juga anak tomboy suruh pakai hijab nanti semua ketawa lihatnya hahaha" ledek nando
" mulai deh nando nih kesel aku" ujar kaila lagi .
tak terasa jam sudah sore . nando pamit pulang pada orang tua kaila
" om nando pulang dulu"
" oke sering sering main kesini ya"
"siap om "
lalu Nando pergi dari rumah kaila.
Jam sudah menunjukkan pukul 19.30 ustad malik dan sandy bersiap kerumah raesa menemui pak anas dan ibu ani. mereka berangkat berdua saja. setelah beberapa menit kemudian mereka sampai. ustad malik dan sandy turun dari mobil mereka sengaja tidak memberi tahu pak anas dan bu ani jadi kedatangan Sandy dan malik secara mendadak.
" assalamualaikum " ucap ustad malik
pintu terbuka
" wa alaikum salam , ustad malik nak sandy silahkan masuk" sapa pak anas
lalu mereka masuk dan duduk
" eh ada tamu " sapa bu ani sambil tersenyum
" iya bu ani ! ada kepentingan sama bapk anas sama ibu ani juga " ujar ustad malik sambil tersenyum
setelah ibu ani membuat teh lalu duduk di dekat pak anas. sedangkan sandy tidak bicara sama sekali. kecuali di ajak bicara terlebih dahulu.
" sandy ayo bicara " ujar ustad malik pelan
" maaf bapak ibu, sandy sebelumnya minta maaf. kedatangan Sandy kemarin ingin meminta restu pada ibu dan bapak. bahwa saya mau melamar raesa jadi istri saya " ujar sandi sambil menunduk kena kepalanya tak berani menatap pak anas dan bu ani lama lama.
bu ani dan pak anas tersenyum. karena sebenarnya pak ansori sudah tahu kalau raesa menerima nya.
" alhamdulillah nak sandy bapak dan ibu sudah setuju . tinggal nunggu waktu yang tepat untuk tanggal pernikahan nya. karena raesa mintak di pesantren. jadi bapak mau ke pesantren dulu sama ustad malik. " ujar pak anas senang
" alhamdulillah " sandy tersenyum lega
" nanti kita bisa atur pak anas. InsyaAllah minggu ini kita ke kiai jakfar" ujar ustad malik
" baik lah kita akan ke kiai jakfar. tapi nak sandy tidak usah ikut biar bapak dan ustad malik yang menyelesaikan "
" baik bapak"
" pak anas ibu ani kami permisi dulu. yah alhamdulillah semoga tali silaturahmi kita tetap nyambung pak anas dan ibu ani"
" amin amin amin " jawab ibu ani dan pak anas
" assalamualaikum " ujar ustad malik dan sandy sambil bersalaman
" wa alaikum salam " jawab kedua orang tua raesa
sandy dan ustad malik meninggalkan rumah raesa . kebagian yang tidak bisa di ukiran dengan kata kata .itu yang dirasakan sandy saat ini.