
Di sisi lain Syaif yang sudah menerima kematian Zidan, sudah bekerja seperti biasanya, meski cintanya kepada Raesa masih ada dan bayang Raesa terus menghantui.
Pagi itu Ibu Nafisah yang sudah sering sakit sakitan meminta Syaif untuk menjemput Nanda di bandara.
" Syaif jemputlah Adik mu "
" Nando kemana Ma "
" Hari ini Nando sedang mengurus Restoran kita yang hampir saja tidak berjalan "
" Baik lah Ma , tolong sampaikan Fatma, semua berkas di cek ulang karena nanti jam 3 kita ada meeting " Ujar Syaif, yang mengajari Fatma untuk memulai bekerja.
" Iya, mama akan sampai kan "
Syaif pun pergi meninggalkan Ruang keluarga, Syaif langsung berangkat menjemput Nanda di bandara .
Tak lama kemudian Nanda sudah berjalan menuju ke arah Syaif.
" Assalamualaikum kakak "
" Waalaikum salam Dek "
Nanda menyalami kakak nya, lalu memeluk Syaif lelaki yang pernah hancur karena cinta.
" Bagaimana kabar kakak ?"
" Alhamdulillah sehat seperti yang kamu lihat "
" Kamu sendiri bagaimana "
" Alhamdulillah sehat juga " Jawab Nanda sambil berjalan menuju ke mobil.
Nanda masuk ke mobil , sedangkan Syaif memasukkan koper Nanda, setelah itu naik kedalam mobil dan menjalankan nya .
" Kapan mau nikah lagi kak , sudah lama kakak jadi duda" Tanya Nanda sambil melihat kakak nya
" Belum siap ah , Sudah cukup luka yang kakak berikan pada wanita yang masih kakak cintai "
Jawab Syaif sambil tersenyum
" Apa kakak benar benar tidak mendapatkan kabar tentang Kak Raesa? "
" Kakak sempat memata matai di desa tempat kelahiran Pak Anas , ternyata disana sudah tidak ada , aku memang mencari nya , karena aku ingin meminta maaf atas apa yang pernah aku lakukan kepadanya "
" Kak sudah waktu nya kakak lepaskan kak Raesa, dan mencari wanita yang pas untuk menemani kakak sampai akhir hidup kakak "
" Yah semoga saja datang wanita yang mau mencintai ku tulus, selama ini banyak sih wanita yang datang mendekati kakak tapi tidak ada kerteria kakak, aku harus mendapatkan wanita yang mampu membuat keluarga ku sayang dan kagum "
" Mendapatkan wanita seperti yang kakak bilang di kagumi, berarti wanita itu harus punya kelebihan dong, yang itu artinya harus seperti kak Raisa, tapi di mana ? semoga saja Kakak bisa mendapatkan wanita seperti, yang mirip dengan Kak Raisa heheheh "
" Kenapa harus tertawa, kakak serius nih "
" Kakak itu tidak berniat nikah , jika berniat tidak usah milih yang harus sama sifatnya seperti kak Raesa "
" Ah sudah jangan bahas Raesa lagi, bikin sesak dada ku " Ujar Syaif tertawa
Tak lama kemudia mereka sampai, Nanda dan Syaif turun sedangkan barang barang Nanda di turunkan oleh pelayan nya .
" Assalamualaikum mama "
" Waalaikum salam sayang "
" Kangen mama , giman kabar mama "
" Syukurlah ma , Fatma man ma ?"
" Dia sudah berangkat ke kantor, kakak mu ingin Fatma bisa mengurus kantor, nanti kalau sudah bisa dan mengerti Fatma akan di tempatkan di perusahaan cabang kita "
" Seneng deh dengar nya Fatma akhirnya bisa menjadi wanita karir yang dia cita citakan "
" Ma Syaif ke kantor dulu soalnya ada meeting jam 3 Nanti "
" Oke deh hati hati kak "
" Hati hati Syaif "
" Iya ma " Jawab Syaif Lalu pergi.
Di kantor Fatma sibuk menyiapkan semua berkas nya, tak lama kemudian Syaif datang , Fatma memang buka adik kandung Syaif,Tapi Syaif menyayangi nya seperti adik kandung sendiri
" kamu sudah cek semuanya "
" Sudah kak, semua sudah saya siapkan "
" Oke kita berangkat sekarang, soalnya takut telat "
" Baik kak "
" Jangan lupa bingkisan yang kakak sediakan kamu bawa, ini altaf teman ku yang baru menikah, jadi aku sudah siap kan kado pernikahan nya juga sekalian "
" Siap kak "
Lalu Fatma membawa kotak kecil yang terbungkus rapi di meja , dan membawa berkas untuk meeting bersama Altaf bos perusahaan yang baru bergabung dengan perusahaan Syaif.
Di sisi lain Nando yang baru selesai mengurus Restoran itu langsung pulang kerumah .
Tak lama kemudia Nando Sampai, Nanda menyambut Nando sambil tersenyum dan memeluk nya .
" Assalamualaikum kakak "
" Waalaikum salam, giman kabar mu "
" Alhamdulillah sehat "
" Azam sudah tahu kalau kamu pulang ? "
" Belum , seingat ku Kak Azam terakhir menelfon aku 1 tahun lalu heheh "
" Apa ? gila kok bisa apa kamu tidak rindu "
" Emang dia suami ku , kan masih belum halal , jadi tidak boleh sering telfon "
" Hahahah, Kamu nih , iya juga sih aku sama Aisyah sudah 3 tahun lebih berhubungan, dan Aisyah menelfon ku , dia bilang suruh cepat ke menghadap Kiai Jakfar, kalau tidak Aisyah akan di jodohkan dengan orang lain "
" Lah kakak kenapa tidak kesana ? "
" Nunggu kamu datang biar sekalian bareng kesana , tapi aku tidak tahu di terima atau tidak , Tapi ustad Malik bilang, aku pasti di terima "
" Syukurlah kak "
" Dia juga bilang mau melamar kamu untuk anak nya hahahahahah "
" Kak lagi serius nih jangan tertawa gitu sebel ah "
Lalu mereka masuk dan makan bersama .