
Di perjalanan pulang Nanda tak hentinya menangis, Nando merasa bersalah pada adiknya, Nando mencoba menenangkan adik nya.
" Sudah jangan menangis lagi Nda, nanti sampai rumah pasti aku dimarahin kakak Syaif dan juga mama, dan kita tidak boleh lagi keluar rumah malam malam " Ujar Nando memelas pada adiknya dan merasa bersalah
Nanda mengusap air mata nya, tak lama kemudian mereka sampai pintu di buka oleh pak yono. Nanda berjalan cepat menuju ke kamarnya karena tidak mau dilihat keluarga nya. Nando merasa lega ternyata semua keluarga sudah istirahat.
Di dalam kamar Nanda merasa ketakutan mengingat semua kejadian itu, Nanda membuka jaket yang di pinjami oleh azam, laki laki yang yang telah menolongnya , tiba tiba ada yang jatuh dari jaket itu yaitu dompet, Nanda mengambilnya dan membuka dompet itu ternyata isi ktp dan surat surat motor juga mobil juga Atm. Nanda membaca ktp itu
:MUHAMMAD AZAM
:20 APRIL 1999
Nanda tersenyum sendiri karena ingat ucapan terimakasih tadi dengan menyebut bapak, azam seorang lelaki tampan tinggi putih , tampa di sadari Nanda tertidur pulas sambil memang KTP itu.
Pagi hari di meja makan sudah berkumpul untuk makan. Ibu Nafisah, Syaif, om Sam dan Nando tapi Nanda belum turun juga, Nando merasa cemas takut terjadi sesuatu pada Nanda
" Nando kemana Nanda tidak biasanya dia turun telat untuk sarapan " Tanya Syaif
" Tidak tau kak, coba aku panggil " Jawab Nando tapi tak lama kemudian nanda muncul dari arah dapur pintu belakang
" Gagi semua " Sapa Nanda seperti tidak terjadi sesuatu di malam hari
" Dari mana kamu pagi pagi sudah ke taman gak biasanya " Tanya Nando heran
" Apa kamu tidur di paviliun?" Tanya Ibu Nafisah lagi
" Ah tidak maa , tadi saya ngantar baju yang mau di pakai nanti buat di cuci dulu" Jawab Nanda yang sebenarnya menyuruh mencuci jaketnya Azam
" Sudah kita mulai sarapannya sudah hampir jam 7 nih kalian mau sekolah dan om Sam hari ini balik ke rusia " Ujar Ibu Nafisah. Raesa sudah menyiapkan semuanya mereka tinggal sarapan saja.
" Om nanti pasti sangat rindu kalian " Ujar om Sam sedih.
" Tapi om akan sangat merindukan masakan menantu om " Ujar om Sam lagi yang membuat Raesa sedih mendengarnya
" Iya om, jangan hawatir insyaallah kita main ke rusia" jawab raesa.
Mereka pun sarapan, selesai sarapan mereka semua meninggalkan meja makan, Syaif berangkat ke kantor dan langsung mengantar om Sam , Raesa juga ikut serta mengantarkan om Sam kecuali Ibu Nafisah yang hanya tinggal di rumah. Semua barang yang di beli untuk oleh oleh dan bumbu yang di janji kan Raesa sudah di kemas dan di bawa di masukkan ke dalam mobil.
Tak lama kemudian mereka sampai di bandara, Syaif dan Raesa mengantar sampai dipintu pemberangkatan, Syaif memeluk om Sam begitu juga Raesa, om Sam pun pergi meninggalkan Syaif dan Raesa.
" Sayang ikut ke kantor ya " Ajak Syaif pada istrinya
" Aku pulang saja mas, kasian mama sendirian " Jawab raesa sambil memeluk suaminya di mobil
" Tapi kamu belum pernah ku ajak ke kantor " Ujar Syaif memaksa
" Pamit dulu mas ke mama, kan kasian mama mas, nungguin aku " Ujar Raesa lagi , lalu Syaif mengambil Hp nya dan menelfon Ibuk Nafisah
Tut tut tut
" Assallamualaikum ma " Sapa Syaif
" Wa alaikum salam " Jawab Ibu Nafisah
" Mama, aku bawa Raesa ke kantor ya " Pamit Ayaif pada Ibu Nafisah
" Ya tidak apa apa, kasian juga istrimu tidak pernah di ajak jalan jalan sama kamu, sesekali kali kamu ajak lah dia untuk makan malam di luar, mama kasian sama istrimu dia penurut dan selalu menjaga mama dengan baik " Ujar Ibu Nafisah, yang membuat Syaif menyadari karena kesibukannya mereka hanya bertemu di malam hari sampai pagi ,hanya di rumah saja kecuali pergi belanja Raesa bisa pergi keluar
.
" Iya ma makasih saran mama assalamualaikum " Ujar Syaif, merasa senang dengan saran mama nya
" Giman kata mama mas?"
" mama bilang kamu boleh di bawa kemana aja " Ujar Syaif sambil mencium pipi Raesa.