
Malam hari setelah lomba di mulai nanda masih dengan nilai tertinggi lomba nya membuat semua pengurus putri kagum kepada nanda, setelah nanda selesai dengan lomba lomba nya, Fatma yang tampa sengaja berpapasan dengan Azam memberanikan diri menyapanya, dan pas waktu sedang sepi karena semua sibuk menonton lomba lain.
" Assallamualaikum ustad "
" Waalaikum salam mbak, ada apa mbak ? "
" Ustad maaf, sebaiknya anda gagal kan perjodohan anda demi Nanda ustad kasian dia sangat terpukul dengan semua kabar ini ustad " ujar fatma lalu pergi tampa mendengar jawaban Azam
Azam merasa sangat sedih mendengar Nanda sudah mengetahui nya. Azam bingung harus melakukan apa, dan tampa fikir panjang Azam langsung ke kantor pesantren, dia tidak lagi mengikuti lomba karena takut melihat Nanda.
•••••••••●●●●●●■■■■■●●●●●●•••••••••
Satu bulan kemudian, liburan sekolah telah tiba, semua santri di berikan liburan selama dua minggu, semua santri di pulangkan dengan di antar menggunakan bus pesantren yang di sediakan. setelah perjalanan beberapa jam, Nanda sampai di rumah nya, di depan gerbang rumahnya Nanda turun bersama Fatma, di sambut oleh satpam yang bertugas menjaga di depan.
" Selamat sore non Nanda " Sapa satpam tersebut dan memberikan hormat pada Nanda
" Selamat sore pak , tolong tas saya di bawa ya pak" ujar Nanda sopan, sedangkan Fatma yang melihat rumah mewah Nanda jadi terkagum kagum.
" Ya Allah, Nanda ini bener rumah mu apa aku mimpi ya ? " Ujar Fatma masih berdiri di depan gerbang rumah Nanda dengan melotot saja
" Fatma jangan norak tau, ayo masuk " Ujar Nanda sambil mencubit pelan lengan Fatma
" Oke oke aku gak norak" Ujar Fatma mengikuti Nanda.
Jarak dari gerbang ke teras rumah itu lumayan jauh, sekitar 200 meter membuat Fatma ngosngosan bawa tas gendong nya yang lumayan berat
" Kamu sengaja ya bawa aku jalan kaki masuk ke rumahmu ini, tahu gak baju ku di dalam tas ini berat" Ujar Fatma duduk di teras rumah Nanda sambil meluruskan kakinya tak peduli kotor Fatma duduk di lantai , Nanda tertawa melihat sahabatnya itu.
Lalu Nanda mengetuk pintu itu keras tak lama kemudian pintu terbuka
" Assalamualaikum bik Ijah"
" Waalaikum salam, ya Allah non Nanda datang" Ujar bik Ijah senang
" Bik kangen sama bibik . oh ya bik kenalkan ini teman Nanda namanya Fatma" nanda memperkenalkan Fatma yang sudah berdiri di belakang Nanda
" Ya udah masuk dulu nona yang cantik cantik ini , taruk tasnya biar di bawa masuk kedalam sama pak Yono dan bik Sumi"
Seperti biasa Fatma menoleh kanan kiri di dalam rumah Nanda, Fatma merasa Nanda orang hebat dia tidak sombong bahkan tidak pernah menunjukkan bahwa dia orang kaya . Sesampai di ruang keluarga di sana ada Ibu Nafisah , Raesa yang menggendong Zidan
" Assallamualaikum mama, kakak"
" Waalaikum salam Nanda sayang " Jawab Ibu Nafisah dan Raesa.
Nanda yang langsung mencium Ibu Nafisah dan setelah itu mencium Raesa dan Zidan. Fatma masih berdiri
" Oh iya ini Fatma ma, kak, yang Nanda ceritain " Ujar Nanda dan Fatma pun bersalaman dengan Ibu Nafisah dan Raesa
" Iya sudah Nanda dan Fatma makan dulu, kebetulan sudah di siapkan sama bik Ijah"
" Tunggu ma Nanda mau gendong adek Zidan dulu"
" Pasti tante Nanda gak sabar kenalan ama Zidan "
Ujar Raesa sambil meletakkan Zidan di pangkuan Nanda
" Nener kak Nanda itu sudah ngebayangin gendong Zidan mulai kapan hari itu"
" Pantesan Zidan nanyain Nanda terus" Ujar Raesa sambil tersenyum menggoda Nanda. Nanda pun tertawa
" Oh iya ma, mana kakak nando, trus kak sandy juga"
" Nando pergi acara musik sama teman temannya, kalau kak sandy masih ada acara di restoran nya"
" jadi kangen sama temen temen Nanda ma"
" Kaila sering main kesini, dia tanya kamu terus "
" Nanti Nanda aktif kan Handphone dulu ma, mau telfon Kaila "
Nanda akhirnya memberikan Zidan kepada Raesa dan Nanda juga Fatma naik ke lantai dua masuk ke kamar Nanda.