KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 164


Sesampainya di rumah, Syaif langsung turun dan berlari menuju ke kamar nya .


" Raesa ,Raesa, Raesa dimana kamu," Teriak nya


Nando yang mengikuti kakak nya hanya mengamati saja. karena percuma meski di halangi Syaif tidak akan menghiraukan nya.


" Raesa mana anak ku , Raesa pertemukan aku dengan Anak ku " Teriak Syaif didalam kamar mencari cari Raesa ke sudut kamar nya , setelah membuka lemari pakaian nya Syaif diam .


" Kamu benar benar pergi sayang, kamu benar benar mengingkari janji cinta kita, ternyata kamu berbohong untuk hidup bersamaku selama nya" Ujar Syaif sambil melihat ke dalam lemari pakaian Raesa yang sudah kosong , karena sejak menikah dengan Sandy baju Raesa di pindah semua.


Lalu Syaif keluar dari kamar nya, dan ketika sampai di luar kamar nya Syaif melihat kamar yang ada tulisan Baby Zidan , Syaif langsung berlari ke arah pintu itu dan membuka nya, ketika melihat kamar itu kosong Syaif merasa kecewa karena tidak menemukan Anak nya juga.


Tapi mata Syaif seketika tertuju ke arah dinding yang terdapat Foto Sandy dan Zidan juga Raesa. Jantung Syaif seakan berhenti, merasakan sakit dalam hati nya. Entah itu mimpi atau nyata Syaif masih tidak percaya, yah Foto yang sangat bagus untuk sebuah keluarga yang bahagia.


Syaif duduk di lantai Kamar Zidan, pandangan nya kosong menatap ke depan.


" Kak Sandy kamu hebat bisa mengambil milik ku " Ujar Syaif pelan


" Kamu yang aku kira baik ternyata menikam ku kak, Aku akan merebut nya kembali milik ku " Ujar Syaif dengan wajah penuh dendam.


Tiba tiba Fatma dan Peni datang membawa zidan.


" Kak Ini Anak mu " Ujar Nando sambil membawa Zidan mendekati Syaif.


Syaif menoleh ke arah Zidan, betapa terharu nya Syaif melihat anak nya sudah besar, umur nya yang sudah 31 bulan, Syaif mengulurkan tangan nya ingin menggendong Zidan, Tapi Zidan merasa Takut karena belum mengenal Syaif


" Ini Papa Nak , Ayo gendong papa Nak " Ujar Syaif pelan tetap mengulurkan tangan nya


" Idak au, papa idan ukan amu, papa idan apa Andi " Ujar Zidan ketakutan dan membuat semua kaget karena Zidan tidak mau terhadap Syaif dan menyebut Nama Sandy.


Syaif menagis mendengarkan nya .


" Zidan sayang ini, papa zidan juga " Ujar Nando sambil membelai rambut Zidan.


" Papa Sandy masih Naik pesawat jemput Oma sama opa" Nando mencoba menenangkan Zidan


Tapi apa? Zidan menangis histeris, memanggil Sandy. Semua menjadi panik, Selama ini mulai dari Zidan Bayi sampai Zidan umur 31 bulan Sandy lah yang selalu ada , meski belum menikah dengan Raesa , Sandy lah yang selalu menemani dikalahkan tidur siang nya. Ikatan batin antara orang tua dan anak memang kuat, tetapi meski tidak ada hubungan apa apa jika kasih sayang itu tulus maka akan sama dengan ikatan batin orang tua juga.


" Mbk Peni tenang kan zidan " Ujar Nando


Lalu Zidan di gendong oleh Peni, Sedang Syaif masih duduk di lantai.


Di sisi lain Raesa sudah mulai lebih tenang, dia menemui Pak Anas, di ruang tamu yang sedang duduk bersama Ibu Ani.


" Ayah Raesa mau menemui Kak Sandy " Ujar Raesa pelan


"Biar Ayah antar Nak , Ayah takut kamu kenapa napa di jalan "


" Baik Ayah"


" Ada dimana Sandy ? "


" Dia ada di rumah milik nya sendiri di jalan hayam wuruk 5 " Jawab Raesa.


Lalu Pak Anas mengambil kunci mobilnya , mereka berpamitan pada Ibu Ani.


Setelah berpamitan Raesa dan Pak Anas keluar dari rumah dan naik kedalam mobil nya.


Dua puluh menit kemudian mereka sampai Raesa turun dari mobil , sedang kan Pak Anas lebih memilih menunggu di dalam mobil. Karena ini adalah urusan keluarga Raesa dan Sandy jadi Pak Anas tidak ingin ikut campur , terlebih lagi Sandy juga tersiksa dengan keadaan ini.


Tok tok tok Raesa mengetuk pintu rumah Sandy. Tapi tidak ada jawaban , Raesa teringat bahwa Raesa juga hafal sandi pintu itu. yang memang di buat husus dengan kata sandi di pintu rumah milik Sandy .


Raesa masuk kedalam rumah itu , mencari cari Sandy ke semua kamar , sayup sayup terdengar suara mengaji dari musholla rumah itu , Raesa melangkah menuju musholla, ketika sampai di pintu musholla Raesa melihat Sandy sedang mengaji dengan khusuk nya. tampa menyadari kedatangan Raesa. Raesa duduk di belakang Sandy yang sedang mengaji, Raesa tidak mampu menyapanya , Raesa hanya menangis melihat nya dan mendengar kan suara Sandy yang sedang melantunkan Ayat ayat suci Al Quran.