
Di sisi lain, di pesantren Nanda belajar ilmu agama sangat cepat sekali Nanda menguasai ilmu ilmu tersebut, baik ilmu fiqih, akidah, dan akhlak.
Semua ustadah yang mengajar ngaji merasa sangat kagum karena Nanda dalam 10 bulan sudah bisa dan banyak belajar kitab dan mengaji Al Quran dengan lancar.
" Assallamualaikum mbak Nanda " Sapa ustadzah Afifa pengurus pesantren Nanda
" Wa alaikum salam ustadzah "
" Ada telfon dari keluarga mu"
" Baik ustadzah, saya segera ke kantor "
" Cepatlah karena keluarga mbak Nanda belum menutup telfon nya" ujar ustadzah afifa, Nanda berlari kecil menuju ke kantor pesantren, sesampainya disana Nanda langsung mengambil telfon itu dan menerima nya
" Assallamualaikum "
" Wa alaikum salam "
" Mama apakah semua sehat"
"Alhamdulillah sayang semua sehat, kak Raesa mu melahirkan "
" Alhamdulillah kapan ma ? "
" Dua hari yang lalu sayang "
" Cowok apa cewek ma ? "
"Cowok sayang"
" Ma sampai kan salam sama kak Raesa, kalau sudah sehat kakak sama mama main ke pesantren ya"
" Iya sayang insyaallah secepatnya mama main ke pesantren sama kak Raesa"
" Baik ma Nanda tutup dulu karena mau sholat berjamaah Assallamualaikum ma "
"Wa alaikum salam sayang"
Nanda pergi ke kamarnya mempersiapkan perlengkapan sholat nya. Setelah berwuduk langsung menuju musholla untuk sholat ashar bersama .
" Assallamualaikum waroh matullahi wabarokatuh"
Sapa Azam pada penghuni aula pesantren tersebut
" Wa alaikum salam "
setelah pembahasan lomba baca kitab, dan mengaji, santri laki laki dan perempuan maka Azam memberikan jadwal untuk acara tersebut, setelah satu jam acara rapat untuk lomba selesai, pengurus pondok putri kembali ke pesantren putri.
Setelah beberapa hari kemudian, lomba membaca kitab di mulai semua santri putri dan putra berkumpul di halaman pesantren dengan di beri pembatas antara santri laki laki dan perempuan.
Nanda yang di panggil untuk urutan pertama naik kepentas, ketika sudah membaca kitab tersebut Nanda di suruh menjabar kan nya, dengan lancar Nanda menjabarkan nya .
Setelah selesai Nanda tampa sengaja matanya tertuju pada sebuah sosok yang tak asing bagi Nanda, yang tengah duduk di deretan para pengurus pesantren yaitu Azam ,seketika nanda jadi sadar bahwa Azam ada di pesantren itu juga
" ya Allah kenapa ustad Malik tidak memberi tahuku " Seru Nanda dalam hati.
Nanda kembali ketempat duduk nya dengan wajah yang tidak ceria.
" Hai Nanda kamu kenapa ? " Tanya Fatma sahabat Nanda
"Fatma, kamu tahu tidak siapa nama ustad yang memakai baju koko warna hitam yang di tengah itu" Ujar Nanda bertanya kepada Fatma.
" Itu ustad Abdullah yang sering kita gosipin itu " Ujar Fatma tersenyum yang membuat Nanda merasa kecewa seketika.
" Yang kamu bilang di jodohkan dengan putra kiai kan ? " Tanya Nanda ingin tahu lebih jelas
" Iya Nanda, emang kenapa kamu ingin tahu, bukan nya kamu paling tidak suka bergosip tentang santr putra " Ujar Fatma sambil nyenggol Nanda
" Aku hanya ingin tahu Fatma" Ujar Nanda pelan.
Nanda merasakan sakit hati, karena sudah satu tahun berlalu Nanda menjauh dari azam, untuk bisa memenuhi keinginan Azam, tapi dalam sekejap saja Azam sudah berubah dan Azam memang tidak mencintai Nanda. Tapi Nanda bukan wanita yang mudah patah hati, dia juga belajar di pesantren demi ingin menjadi wanita penyabar dalam mengarungi kehidupan kelak di masyarakat seperti Raesa.
" Nanda kok malah melamun kamu suka ustad Abdullah ya ? " Ledek Fatma membuat Nanda terkejut.
" Hah kamu ada ada saja " jawab Nanda tersenyum terpaksa.