
Dikantor Syaif merasakan rindu pada istrinya, tiba tiba ada suara whatshap masuk, Syaif langsung membukanya, Syaif tersenyum sendiri melihat kiriman mamanya yang tak lain adalah video Raesa ketika di dapur, Syaif merasa bahagia melihat nya
” Istriku memang hebat , mama tidak salah pilih” Gumannya dalam hati , tak lama hp nya ber bunyi lagi ternyata istrinya yang menelfon.
“ Assallamualaikum sayang” Sapa Syaif
“ Waalaikum salam mas ” Jawab Raesa
“ Ada apa istriku menelfon ? apakah rindu sama suaminya “ Goda Syaif sambil senyum senyum
“ Ah mas ada ada saja, rindu sih rindu mas tapi kan jauh ,hehhe, “ Jawab Raesa yang bikin gregetan Syaif
“ Mas setelah sholat dhuhur saya dak bik Ijah ke pasar ya mas, belanja keperluan dapur, dan ijin mintak antar sopir karena Raesa tidak bisa naik mobil, heheh ” Pamit Raesa pada Syaif
“ Sebaiknya tunggu mas pulang sayang nanti mas yang antar ya, aku takut istriku di bawa orang ” Ledek Syaif yang membuat Raesa senang di antar suaminya.
“ Iya mas, tapi mas sholat dulu ya awas loh kalau gak sholat, gak dapat jatah nanti malam ” Ujar Raesa malu tapi membuat Syaif tambah bergairah, karena ingin terus ada di dekat istrinya.
“ Mulai nakal ya, awas nanti satu malam harus tiga kali oke ” Ujar Syaif tersenyum sendiri mengoda istrinya
“ Insyaallah mas semoga allah menyehatkan tubuh kita ” Jawab Raesa
“ Amiin ” Jawab Syaif senang
“ Mas sudah dulu ya , titip mata dan hati ya mas karena itu milik ku yang paling berarti ” Ucap Raesa yang membuat Syaif tersentuh dengan ucapan istrinya
“ Assallamualaikum mas”
“ Waalaikum salam sayang ” Jawab Syaif
Tak lama kemudian Syaif berjalan menuju ke musholla kantornya, semua karyawan heran sekaligus kagum melihat bosnya yang masih muda rajin beribadah.
Selesai sholat Syaif kembali ke ruangannya , tiba tiba hpnya berdering setelah di buka Syaif terkejut, karena yang menelfon adalah Farah pacar jauh nya.
Rasa cinta nya kepada Farah bener bener hilang dan rasa cinta kepada Raesa lebih dalam , mungkin karena mencintai karena ridho Allah, tapi terhadap Farah mencintai karena penuh nafsu.
Syaif mengambil jasnya dan pergi meninggalkan kantor menuju rumahnya , tak lama kemudian Syaif sampai dan langsung masuk ke dalam rumah, Syaif mendengar canda tawa Raesa di ruang keluarga bersama mamanya ,Nando dan juga Nanda.
“ Assallamualaikum “ Salam Syaif pada keluarganya
“ Waalaikum salam ” Ucapa semua penghuni ruangan keluarga itu
“ Kak kata mama nanti kalau buat cucu jangan Cuma satu atau dua disuruh lima ” Ledek Nando yang membuat Ibu Nafisah dan yang lain tertawa, tapi tidak dengan Raesa dia menunduk merasa malu
“ Boleh juga tu Nando, kamu akan banyak keponakan yaa, gimana sayang setuju gak " Ujar Syaif , sambil memeluk Raesa .
“ Ayo jawab kak Raesa, Kalau tidak menjawab kakak setuju " Ledek Nanda sambil mengedip ngedipkan matanya dan tertawa, membuat wajah Raesa merah merona karena malu
“ Oke oke kak Raesa kalah sama kalian ” Ujar Raesa malu , Ibu Nafisah tertawa melihat menantunya yang malu malu mengatakan itu.
“ Sudah pada sholat kah ini “ Tanya Syaif
“ Sudah dong kak ” Jawan Nando dan Nanda bersamaan
“ Tumben nih jam satu kalian berdua udah dirumah ? ” Tanya Syaif pada adiknya
“ Lagi ada rapat kak kelas tiga , jadi kita pulang lebih awal " Jawab Nanda
“ Terus mama kok belum istirahat siang ” Tanya Syaif pada Ibu Nafisah
“ Tadi mama sudah tidur sebelum sholat dhuhur sambil di pijat sama menantu mama yang baik banget ” Ujar Ibu Nafisah bangga pada Raesa.
Kini dirumah itu banyak kebahagiaan yang datang Ibu Nafisah sangat bahagia dan beruntung mendapatkan menantu yang baik dan rajin beribadah.