
Malam hari saat makan malam Raesa dan Fatma juga Zidan turu ke lantai bawah menuju ruang makan. disana sudah ada Syaif , Ibu Nafisah dam Nando menunggu nya.
" Selamat datang kakak " Sapa Nando tersenyum senang melihat Raesa
" Hei Nando "
" Kak Pak Anas dan Ibu Ani bagaimana? Saya kangen kak "
" Alhamdulillah sehat Nan "
" Kak jangan pergi lagi ya, Kasian Zidan "
" Insyaallah Nan " Jawab Raesa singkat
" Duduk lah, kita menunggu mu sejak tadi "
Raesa tidak menjawab tapi Raesa berusaha tersenyum di depan semua keluarga. tapi tidak dengan Fatma seperti menaruh dendam dengan melihat Syaif .
" Raesa kenapa pergelangan tangan mu " Tanya Ibu Nafisah tampa sengaja melihat nya ketika Mengambil Zidan dari Fatma
Raesa terkejut begitu juga Syaif.
" Ah waktu di sana ma Raesa ceroboh tangan Raesa terkena toples " Jawab Raesa singkat
Syaif menunduk seakan takut di ketahui mama nya. tapi saat Raesa mengatakan lain , Syaif tersadar Raesa ternyata tidak mengatakan yang sebenarnya.
" Saya rasa tangan kakak Raesa perlu di bawa ke dokter ma, coba tanya Pak Anas bekas toples apa itu ma, soalnya kalau toples itu plastik aman takut nya toples itu besi " Ujar Fatma pura pura terkejut sambil melihat Syaif.
" Oh iya Raesa jangan ceroboh nak nanti infeksi, biar ibu telfon ibu Ani"
" Tidak usah ma , biar Syaif yang mengurus nya nanti, Biar Syaif yan menanyakan pada Ibu dan ayah , saya akan bawa ke rumah sakit setelah ini "
" Iya ma jangan terlalu hawatir ini hanya luka biasa ma" Jawab Raesa melirik pada Syaif .
Syaif pura pura mengambil nasi sendiri dan lauk nya, mereka pun makan bersama .
Setelah selesai makan, Raesa membawa Zidan ke kamar nya. Fatma mengikuti nya karena ingin mengganti Zidan .
" Pergilah Ganti baju kakak "
" Fatma bantu kakak ya , ambil kan baju di kamar Sandy " Ujar Raesa pelan
" Baik Kak, apa semua baju saya suruh pindah saja "
" Pindah semua ke kamar Zidan "
" Baiklah kak saya akan kesana "
Fatma keluar dari kamar Zidan dan menuju ke kamar Sandy.
" Bik Ijah " Panggil Fatma dengan nafas yang tidak teratur
" Ada apa nak Fatma "
" Bik lihat baju kakak Raesa di kamar Kak Sandy gak ?" Tanya Fatma bingung
Bik Ijah menarik Fatma ke teras belakang , dan menunjuk ke tempat sampah.
" Ya Allah Kak Syaif keterlaluan " Ujar Fatma kesal
" Ini sudah 5 hari yang lalu di bakar , bibik tidak bisa melarang nya , karena tuan bilang ini baju akan menyakiti hati nya gara gara sudah pernah di pegang Den Sandy" Ujar Bik Ijah pelan karena takut Syaif datang.
" Terus bagaimana ini Bik ? Kakak mau ganti baju "
" Belikan Saja , kamu antar kak Raesa nya "
" Oke dah Bik,Kasian kak Raesa, mana dia sedang sakit "
" Kita harus apa nak Fatma, seperti nya Tuan muda sudah berubah jadi tidak seperti dulu lagi"
" Bener-bener berubah, aku aja yang melihatnya Ngeri, kenapa sih kak Saif kayak gitu sekarang, Kak Raisa loh benar-benar tersiksa gara-gara sikap "
" Sudah ayo kita masuk nanti ada Tuan Syaif bisa di marahin Bibi sama tuan muda"
" Baiklah aku akan mengantarkan Kak Raesa untuk membeli baju. Tapi sebaiknya aku aja deh soalnya Kak Raesa lagi nggak enak badan "
" Cepat kamu minta antar Tuan Nando dia kan lagi di rumah "
" Baiklah bik aku mau menemui Kak Nando "
" Semoga sukses ya ngajak Tuan Nando nya"
Fatma akhirnya pergi meninggalkan Bi Ijah sendirian, Fatma langsung masuk ke kamar Zidan dan dan menemui Raesa.
" mana bajuku ? aku sudah merasa tidak enak badan ku merasa lengket semua "
" Kak maaf baju kakak tidak ada sama sekali , waktu aku buka lemari Kakak aku juga terkejut, terus aku lari ke lantai bawah menemui Bik Ijah, setelah itu Bik Ijak mengajak ku ke teras belakang, menunjukkan baju-baju kakak yang sudah dibakar oleh Kak Syaif 5 hari yang lalu " Jelas Fatma
" Mas Syaif kenapa sih, dia bener-bener sudah gila, sudah tahu itu baju-bajuku semua, kenapa dia harus bakar ? emang aku salah apa ? " ujar Raisa sambil meneteskan air mata. Dia seakan tidak sanggup menghadapi Syaif yang telah berubah, bahkan saat sudah tidak seperti dulu lagi tidak menjadi lelaki yang penyabar
" Tidak seharusnya Kakak memperjuangkan cinta kak Syaif . Seharusnya Kakak memperjuangkan cinta Kak Sandy, dia sudah banyak berkorban untuk kakak, dia sudah setia menunggu Kakak, tapi apa ? Kakak memilih lelaki yang egois, lelaki yang tidak mau memberikan kasih sayang yang sesungguhnya kepada kakak, lihat kak Syaif dia baru bertemu kakak sudah menyiksa Kakak seperti ini,apakah itu pantas disebut sebagai lelaki yang bertanggung jawab ? apa itu pantas disebut lelaki yang bisa menjadi imam yang baik? tidak itu bukan imam yang baik, jika seorang lelaki Sudah berani memukul maka dia itu adalah lelaki yang tidak punya hati "
" Dalam dirinya sudah di penuhi amarah dan dendam yang tidak bisa ditahan karena hatinya tidak ada iman dan taqwa nya sama sekali, Seandainya dia lebih memilih ikhlas dan sabar Insyaallah dia akan jadi lelaki yang sempurna yang bisa menjadi imam yang baik dalam keluarga ini, tapi apa ! Mas Syaif lebih memilih egoisnya dan kekerasannya untuk memperjuangkan cintanya, aku ragu Apakah aku bisa bertahan hidup dengannya ? Jika dia tetap seperti itu. Aku ragu Jika dia tetap dengan amarahnya, apa aku sanggup hidup bersamanya untuk selamanya ?. Dia lebih memilih memperjuangkan aku dengan sifat yang entah dia dapat dari mana, aku tidak menyesal dengan taqdir ku , aku hanya lelah dengan sikap nya yang tidak mau menyadari semua kehendak dan taqdir dari Sang Maha Pencipta" Ujar Raesa sambil terisak.
Fatma hanya diam tidak berkata apa apa lagi , karena dia merasa iba dan merasa sakit hati melihat Raesa seperti itu