KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 157


Malam hari nya selesai sholat ishak Azam dan Ustad Malik berbincang bincang di kamar Azam.


" Besok Abah jam berapa mau kembali ke kota Xx? "


" Mungkin sehabis subuh abah langsung pulang "


" Bah, ada apa sebenarnya dengan kedatangan Abah membuat ku cemas " Tanya Azam yang belum mengetahui kabar tentang pertunangan nya yang sudah lepas.


" Abah di panggil Kiai membicarakan pertunangan kalian "


" Apa Kiai menyuruh Azam cepat menikah Bah ?"


" Apa kamu tidak bahagia jika kamu menikah secepat mungkin " Ujar Ustad Malik.


Azam diam sepertinya Azam sedang tidak bersemangat untuk berbicara, Ustad Malik yang melihat Azam diam tersenyum dan menepuk pundak Azam.


" Kamu tidak mau menikah dengan Aisyah karena di hati mu ada Nanda kan ?" Ujar Ustad Malik yang membuat Azam terkejut


" Maksud Abah " Tanya Azam lirih


" Sudah tidak usah di sembunyikan, Abah sudah tahu, makanya abah di panggil kesini hanya untuk membahas kalian. Sekarang hubungan mu dengan Aisyah sudah selesai, kamu boleh melamar Nanda menjadi istri mu " Jelas ustad Malik yang membuat Azam terperangah dan tak percaya


" Abah tidak lagi bercanda kan ? " Tanya Azam tidak percaya dengan semua itu


" Apa gunanya abah bercanda , jadi mulai sekarang kamu bebas. tunggu dulu ada satu syarat lagi kalau mau melamar Nanda " Ujar ustad Malik tersenyum


" Abah terimakasih, apa syarat yang harus Azam lakukan Bah " Azam sangat bahagia dari wajah nya terpancar ke bahagian yang tidak bisa di lukiskan dengan kata kata.


" Kamu harus disini selama Nanda kuliah, tetap menjadi pembimbing dan membantu pesantren, setelah Nanda datang kamu boleh melamar nya untuk di jadikan pelengkap hidup mu " Ujar ustad Malik


" Sekali lagi terimakasih Abah yang sudah membantu Azam "


" Semua ini Aisyah yang meminta nya kepada Kiai "


Azam sangat bahagia dia pergi meninggalkan Ustad Malik yang hendak beristirahat, sedang Azam langsung ke masjid untuk sujud syukur dan sholat malam.


" Ya Allah ampunilah hamba Mu ini, hampir berburuk sangka kepada Mu ya Robbi, sungguh besar karunia yang Engkau berikan kepada Hamba " Seru Azam dalam hatinya.


Al Baqarah:117


Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak sesuatu, maka Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia." (Yakuulu lahuu kun fayakuun)


Lantas apa yang perlu kita hawatir kan, Allah yang menentukan, kita yang meminta nya, jika Allah belum mengabulkan, mungkin ada hal lah lain yang ingin Allah berikan.


Tiba tiba Azam di kejutkan dengan kedatangan Kiai Jakfar, yang memang setiap jam 2 malam Kiai Jakfar selalu istiqomah ke masjid.


" Assalamualaikum Abdullah "


" Waalaikum salam Kiai "


" Abah mu sudah pulang ? "


" Belum Kiai , masih istirahat di kamar "


" Apa abah mu sudah menyampaikan semua nya "


" Sudah Kiai , mohon maaf kan kami Kiai "


" Tidak ada yang perlu di maaf kan , Kamu tidak salah, mungkin kamu bukan jodoh Aisyah "


" Sekali lagi mohon maaf Kiai "


" Bisa kamu bantu saya "


" Bantu apa Kiai , dengan senang hati jika kiai masih mempercayai saya "


" Cari tahu siapa yang Aisyah cintai , saya takut dia sedang mencintai seseorang yang nanti mengecewakan saya, kamu tahu saya Abdullah, saya tidak mau kaya atau miskin jika dia tidak beriman dan tidak bisa memimpin pesantren saya tidak mau " Ujar Kiai Jakfar.


" Insyaallah Kiai saya coba mencari tahu semua tentang Neng Aisyah "


" Terimakasih, semoga kamu cepat menemukan nya" Ujar Kiai Jakfar


Kemudia Kiai melaksanakan sholat malam nya. Begitu juga Azam langsung melanjutkan wiritan nya