
Nando bersiap siap untuk kembali lagi ke pesantren. Untuk memberikan kejutan Ulang Tahun Kepada Nanda begitu juga Ulang tahun nya sendiri. Kini umur mereka 19 tahun . Bisa di bilang Nanda dan Nando terlambat untuk sekolah. Tetap sebenarnya Nanda dan Nando ketika masih kelas satu dia tidak mau naik ke kelas dua di karenakan mereka masih suka ngompol. Ibu Nafisah tidak ingin anak nya nanti kurang dewasa ketika masuk perguruan tinggi. Jadi Ibu Nafisah memilih Nando dan Nanda di kelas satu SD nya dua tahun.
Tak lama kemudian Nando sampai di rumah Kaila mereka langsung berangkat karena waktu sudah malam. Dan Nando ingin besok pagi nya sudah sampai di Pesantren An najah.
" Jauh gak? " Tanya Kaila
" Banget" Jawab Nando singkat
" Berapa Jam ?" Tanya Kaila lagi
" Enam jam " Jawab Nando lagi
Kaila terkejut karena merasa pesantren Nanda jauh sekali .
" Kenapa tidak naik pesawat saja"
" Percuma soalnya Jauh juga dari Bandara "
" Begitu ya" Kaila merasa takut karena perjalanan yang sangat jauh.
Nando tertawa melihat Kaila seperti kucing yang sedang sembunyi dari harimau
" Kenapa tertawa, kamu lagi bercanda kan"
" ngapain juga bercanda . Sudah tidur biar aku bisa konsentrasi bawa mobil nya" Ujar Nando tertawa
" Dasar Nando jelek "
Nando tidak menghiraukan ucapan Kaila. Dia lebih fokus menyetir. Malam semakin larut jalanan pun sudah semakin sepi. Kaila merasa sangat takut karena melintasi jalan sepi seperti hutan . Kaila mendekat kan tubuhnya ke samping Nando yang sedang menyetir. Nando jadi kasian melihat Kaila yang ketakutan.
"Tidur lah Nanti begitu bangun sudah sampai, biar kamu tidak merasa takut "
" Tapi aku tidak bisa tidur. Emang nya gak ada jalan lain yang lebih ramai lagi"
" Ini jalan satu satu nya yang bisa sampai ke pesantren An najah"
" Ya tuhan jadi Nanda sekarang memilih hidup di tengah hutan Gitu"
" Gak juga. disana aku sangat kerasan karena suasana pedesaan yang masih asri dan warganya masih ramah tamah kepada setiap tamu yang datang"
" Bener bener Khas banget ya?"
" Iya bahkan Nanda bilang dia sangat kerasan disana"
" Ah kalau Itu lain Dia sebenarnya kerasan karena ada Azam hahahah"
" Kenapa tertawa"
" Lucu aja ingat Nanda yang tergila gila sama ustad Azam"
Kaila mencubit pinggang Nando
" Auuw sakit Kai"
" Kamu fikir aku siapa. Jahat banget bilang aku galak" Ujar Kaila cemberut
" Hahahah Marah ya. Nanti hilang cantik nya"
" Eh bentar apa aku boleh masuk tampa memakai busana muslim?" Tanya Kaila hawatir
" Ya tuhan Kaila kamu ini aneh ya . Jadi kamu gak bawa busana Muslim buat masuk pesantren."
" Gak , tapi ada toko baju kan disana?"
" Ya ada lah . Baik lah kita besok Pagi beli baju dulu ya. Bisa bisa di usir kamu sama pengurus keamanan pesantren" Ujar Nando menggeleng kan kepalanya
Nando sudah lebih fokus . Sedang Kaila masih duduk merapat dekat Nando.
Jam menunjukkan pukul Satu tiga puluh Nando mencari Hotel untuk beristirahat. Meski jarak ke pesantren Sudah dekat tapi sudah sangat malam sekali untuk langsung ke An najah.
Nando masuk ke area hotel . Meski bukan hotel bintang lima tapi bagi Nando itu sama saja. Nando turun dari mobil sedangkan Kaila tertidur pulas di dalam mobil.
Nando masuk ke Looby Hotel menemui Resepsionis
" Selamat malam adik. Ada Yang bisa kami bantu " Tanya Resepsionis tersebut
" Mbak pesan kamar nya dua ya"
" Maaf dik tinggal satu saja"
"Oke saya pesan satu saja. tapi saya tidak mau bertanggung jawab jika ada petugas mengeledah Hotel ini . Soalnya saya bersama adik sepupu saya "
" Baik kami yang bertanggung jawab "
" Oke saya pesan satu, Berapa? "
" 450 Ribu "
Nando memberikan Uangnya lalu mengambil kunci nya . Setelah ambil kunci Nando menuju mobil dan membangun kan Kaila. Sudah beberapa kali di bangunin tapi Kaila tetap pulas tidur nya
" Dasar kamu Kai , bilang saja mau nyusahin aku" Ujar Nando kesal. Lalu mengangkat tubuh Kaila dan meminta satpam menutup mobil nya.
Sesampainya di depan kamar petugas Hotel membuka kan pintu. Nando tidak lupa mengucapkan terimakasih
Nando meletakkan kan Kaila di ranjang. Sedang Nando langsung mengambil wuduk dan melakukan sholat ishak . Selesai sholat ishak Nando tidur di sebelah Kaila dengan keadaan capek Nando tertidur pulas sekali.