
Ke esokan harinya, Nanda masih sibuk dengan menghafal kitab kitab yang akan di jadikan lomba untuk nanti malam. Nanda berharap Azam melihatnya tampil, tapi Nanda merasa masih kecewa dengan kabar dari sahabat nya Fatma, bahwa Azam yang di juluki Abdullah ternyata mau di jodohkan dengan putri kiai pesantren itu sendiri, yang memang alim cantik tapi lebih cantik Nanda.
" Kapan hafal nya kalau hanya melamun saja " Ledek Fatma yang memperhatikan sejak tadi
" Kamu selalu bikin kaget aku aja"
" Heran deh perasaan mulai tadi malam setelah bertanya masalah ustad ganteng itu kamu banyak diam "
" Karena dia yang buat aku mau mondok "
"Aaapaaaaa ? " Fatma kaget mendengar ucapan Nanda
" Gak usah melotot kenapa " Ujar Nanda sambil memutar mutar tasbihnya
" Emang sebelumnya kamu kenal dekat sama ustad Abdullah ? "
.
" Iya bahkan sangat kenal baik seperti keluarga"
" Tapi kenapa kamu tidak tahu kalau namanya ustad Abdullah "
" Karena di rumah dia di panggil Azam"
" Gaul juga namanya, tapi aku yakin dia sengaja di panggil Abdullah biar kamu tidak mengenal nya heheheh"
" Aduh gak mungkin lah Fatma, dia itu kan lebih dulu di pesantren ini"
" Terus cerita kamu sama dia, apa punya status pacaran ? "
" Tiidak, tapi hampir awalnya kita....." Nanda bercerita tentang awal berkenalan dengan Azam dan sampai akhirnya ke pesantren.
" Akhirnya aku jadi faham, itu tandanya ustad Abdullah sebenarnya suka sama kamu, tapi dia sama Kiai disuruh menjadi suami putrinya neng Aisyah "
" Ah aku tidak tahu apa yang akan terjadi, kalau kak Azam bukan jodohku aku tidak apa apa"
" Cinta yang tak bisa ku miliki Fatma"
" Rebut dia Nanda"
" Kamu gila .Aku tidak mau menyakiti hati Neng Aisyah l karena dia adalah putri guru kita"
" Salut aku sama kamu Nanda"
" Sudah jangan memuji ku liburan sekolah nanti kamu ikut pulang kerumah ku saja"
" Oke siap kawan " Jawab Fatma senang, karena Fatma anak yatim piatu, yang ditititp kan yayasan untuk mengaji dan sekolah gratis , tetapi karena dekat dengan Nanda, Fatma sering di beri uang jajan dan di belikan nasi oleh Nanda.
Di lain sisi,; Azam sungguh tidak bisa melupakan wajah Nanda yang sudah mulai dewasa . Wajah yang sangat cantik dengan busana muslim nya membuat Azam semakin mantap pada pilihannya. Tapi Azam sedikit bersedih karena Kiai sepuh menginginkan Azam menikah dengan putrinya Aisyah, seperti yang telah di gosibkan di pesantren putri
" Nanda apa yang harus aku lakukan meninggalkan cintaku yang memang sudah ku tunggu mulai pertama kita bertemu atau menikahi Neng Aisyah wanita pilihan Kiai sendiri " Seru Azam dalam hatinya.
Azam sangat bingung jika memikirkan itu tapi semua Azam pasrahkan kepada Allah,yang mana jodoh hanya Allah yang tahu. Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa selebihnya Allah yang menentukan nya.
"Assallamualaikum ustad " Suara ustad hmHasan
membuat lamunan Azam terganggu
" Wa alaikum salam "
" Saya lihat ustad mulai tadi melamun saja. Apa yang ustad fikirkan ? "
" Ustad Hasan, saya sedang memikirkan lomba tadi malam, yang dari santri putri sungguh pintar sekali menjabarkan kitab, saya kagum anak yang masih muda dan di katakan baru sudah bisa menguasainya " Ujar Azam berbicara lain.
"Benar sekali ustad menurut ustadzah Afifa namanya Nanda, dia masih kelas dua SMA dan baru masuk pesantren ini tapi anak itu bisa di handalkan kepintaran nya " Ujar ustad Hasan yang selalu memuji Nanda
" Sepertinya ustad Hasan suka sama itu santri "
" Subhanallah ustad saya seorang lelaki normal,dia sangat cantik pintar pastilah kalau suka , tapi semua itu tidak mungkin yang saya dengar Nanda itu putri orang kaya raya, dan anaknya menutup diri dari teman teman laki laki nya di kelas " Jelas ustad Hasan, yang membuat Azam tahu bahwa Nanda sebenarnya memang hanya mencintai dirinya. Azam tidak tahu apa yang akan terjadi jika Nanda tahu bahwa Azam akan di jodohkan dengan putri kiai.