
Raesa menulis sebuah surat untuk Sandy dan untuk Syaif, setelah selesai menulis, Raesa memasukkan kedalam amplok.
Raesa mengangkat tas nya, sebuah Taxi sudah menunggu di depan rumah pak Anas.
Ibu Ani dan Pak Anas sudah berada di dalam Taxi terlebih dahulu.
" Sudah siap nak " Tanya Pak Anas
" Sudah Yah "
" Berangkat pak " perintah Pak Anas pada seorang sopir.
" Jangan lupa seperti yang saya katakan Pak "
" Baik bapak "
sopir itu meninggal kan rumah Pak Anas, menuju rumah Syaif, sesampainya di depan gerbang Pak Anas turun menghampiri Satpam di rumah Syaif.
" Assalamualaikum pak Arif, titip surat untuk Tuan Syaif "
" Waalaikum salam , baik Pak Anas kenapa tidak masuk saja "
" Tidak apa apa saya terburu buru, mari pak "
Lalu Pak Anas pergi meninggalkan rumah mewah itu. Raesa tidak sedikit pun menoleh dia tetap menunduk kan kepalanya, sambil membaca istifar.
Ibu Ani tidak tega melihat Raesa. setelah dari rumah Syaif, Taxi onlien itu Langsung menuju ke rumah Sandy, Pak Anas turun begitu sampai di rumah Sandy, surat untuk Sandy di selip kan pintu rumah Sandy .
Pak Anas naik kedalam mobil tersebut. Taxi melaju dengan kecepatan sedang. Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah Stasiun Kota Xx, Pak Anas membawa tas sedangkan Ibu Ani mendampingi Raesa.
Di sisi lain. Fatma yang sedang menemani Zidan bermain mendapat Pesan, setelah di lihat ternyata Raesa yang mengirim pesan.
▪▪ Assalamualaikum Fatma, terimakasih telah menjaga Zidan dengan baik, kakak titip Zidan ya untuk sementara waktu, mungkin bagi Zidan kakak adalah ibu yang tidak sempurna dan jahat, karena meninggalkan Zidan , Tapi aku melakukan semua itu hanya ingin Zidan dekat dengan papa nya. Zidan adalah cucu kesayangan mama, jadi kakak mohon jaga dia baik-baik ya. tidak perlu tanya kakak kemana kakak hanya ingin mencari sebuah ketenangan dimana hati dan perasaan hanya bisa ikhlas dan bersabar melewati ini semua. kakak ingin mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta mungkin ada dosa kakak yang masih belum di ampuni, Terimakasih Fatma Assalamualaikum ▪▪
" Aku yakin kakak pasti bisa melewati ini " Seru dalam hati Fatma.
Fatma mencoba menghubungi Nomer Raesa, tapi nomer Raesa ternyata sudah tidak Aktif.
Di rumah sakit Nando dan Nanda masih menunggu Ibu Nafisah, sedang kan Syaif masih berada dirumah sejak semalam Syaif lebih memilih menyendiri.
" Kak Nando Apakah kak Syaif baik baik saja di tinggal sendiri "
" Ada Fatma disana menemani Zidan, Kakak juga tinggal di kamar Zidan, biarkan mereka dekat"
" Kenapa Raesa tidak menemui mama, padahal mama kangen sama Raesa" Ujar Ibu Nafisah sedih
" Nanti setelah pulang kita menemui Kak Raesa bu "
Tiba tiba ada suara pesan masuk di Handphone Nanda, Nanda pun membukanya yang ternyata dari Raesa.
¤¤ Assalamualaikum Nanda, maaf kakak titip Zidan ya , kakak memilih pergi dari kehidupan kalian. Kakak lelah menghadapi ini , kakak perlu waktu untuk mengaji lagi, tentang ke Ikhlasan yang sesungguhnya, tentang kesabaran yang sesungguhnya, kakak tidak berniat menelantarkan Zidan , karena kakak tidak mau egois, Zidan juga harus dekat dengan papa nya. kakak bukan lagi menantu dari keluarga Ibu Nafisah dan Bapak Samuel, Kakak orang lain yang perlu pergi dari hidup kalian. Kakak dan Sandy juga sudah bercerai, dia sudah talak kakak, karena dia lebih memilih mengalah demi Syaif. Tapi maaf kakak bukan sebuah barang yang bisa di lempar ke sana ke mari , Kakak juga manusia yang punya perasaan. semua Uang keluarga Ibu Nafisah yang awal nya kakak yang mengaturnya, kakak sudah kirim ke rekening mama. sekali lagi maaf kakak kembalikan semua milik mama, kakak ingin bebas dari apapun itu, sekali lagi titip Zidan, Wassalam ¤¤
Nanda menyandarkan tubuhnya ke kursi. matanya yang mulai tadi berkaca kaca akhirnya air mata itu mengalir juga.
Ibu Nafisah juga menangis mendengar pesan yang di baca Nanda, begitu juga Nando
"Mama mau Raesa kembali, bukan sebagai menantu mama tetapi sebagai anak mama " Ujar ibu Nafisah kepada Nando dan Nanda .
" Ma percuma ini saya telfon Handphone kak Raesa sudah tidak aktif " Ujar Nanda
" Apakah kakak pergi ke An najah " Tanya Nando
" Entah lah " Jawab Nanda
Mereka hanya bisa pasrah atas semua ujian ya ga datang.