KU IKHLAS 1

KU IKHLAS 1
Episode 170


Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu, Bik Ijah membuka nya.


" Assalamualaikum bik "


" Waalaikum salam tuan Sandy " Jawab Bik Ijah senang melihat Sandy.


" Bibik sehat ? "


" Alhamdulillah sehat tuan" Jawab bik Ijah meneteskan air mata


" Kenapa menangis bik " Tanya Sandy heran


" Kefikiran tuan Sandy, karena tidak pulang , kasian baby Zidan sering nanyain tuan Sandy " Jelas nya yang membuat Sandy juga meneteskan air mata


Sandy menghapus air matanya


" Bik Allah berkata lain tentang hidup ku, jadi Sandy tidak boleh lagi menjadi papah Zidan , sudah ada Syaif yang akan menemani nya " Ujar Sandy tersenyum


" Tapi tuan , baby Zidan belum dekat dengan tuan Syaif "


" Perlu proses bik , nanti pasti dekat "


" Iya tuan semoga begitu "


" Syaif ada bik "


" Ada tuan , tapi dia lagi marah sama tuan "


" Tidak apa apa bik saya yang salah mengambil Raesa dari syaif , sepantasnya Syaif marah bik "


" Tapi tuan tidak merebut nya dan ini di luar keinginan tuan untuk seperti ini " Ujar bik Ijah merasa kasian terhadap Sandy, yang sudah dekat dengan para pelayan di rumah itu.


" Bagi Syaif saya salah bik, dan saya ingin perbaiki semuanya "


Lalu Sandy masuk kedalam rumah itu, dan langsung menuju ruang tamu.


" Assalamualaikum " Sapa Sandy


" Waalaikum salam " Jawab yang duduk di ruangan itu.


Syaif menoleh ke arah yang mengucapkan salam , mata nya menjadi merah tangan gemetar.


Syaif berdiri dengan menatap tajam ke arah Sandy , Sandy hanya diam saja menerima, karena tujuan Sandy ingin memperbaiki semuanya.


" Fatma bawa Zidan ke kamar "


" Baik kak "


" papah papah idan angen" Teriak Zidan


" Papa juga sayang " Jawab Sandy mengulurkan tangan nya. tapi Syaif menepis nya


" Jangan gendong anak ku , Fatma kamu tidak tuli kan? bawa Zidan ke kamar nya " Teriak Syaif yang membuat Nando dan Nanda terkejut.


Untung sekali Ibu Nafisah sudah di bawa ke kamar , jadi ibu Nafisah bisa istirahat disana tampa mendengar amarah Syaif


" Syaif sudah jangan marah , biar Zidan tidak takut sama kamu "


" Tidak usaha ikut campur, orang seperti kamu tidak tahu terimakasih, sudah tinggal disini gratis, seenaknya saja mengambil hak pemilik rumah ini " ujar Syaif penuh benci.


" Aku tidak tahu kalau kamu masih hidup, seandainya aku mengetahui kamu masih hidup, tak akan aku lakukan pernikahan ini "


" Kamu memang perebut, mengambil cintaku, mengambil semua nya dari ku " Teriak Syaif


" Aku tidak berniat merebut , aku fikir kamu sudah meninggal, aku dan Raesa sama sama tidak tahu kamu itu hidup , aku kesini hanya ingin meminta maaf, karena sudah membuat keadaan rumit seprti ini, tolong maaf kan aku" Ujar Sandy pelan dengan rasa bersalah


" Kemana kamu sembunyi kan Raesa? kembalikan dia pada ku " Teriak Syaif lagi dengan marah


"Kamu fikir aku menyembunyikan Raesa , justru aku juga mencari nya, kenapa kamu hanya di rumah saja, kenapa tidak berusaha mencari Raesa , kalau kamu tidak mau mencari nya, biar aku yang akan mencari nya " Jawab Sandy marah atas pergi nya Raesa.


" Tahu apa kamu , urusan mencari aku sudah menyuruh orang untuk mencari. Tidak usah kamu ajarin aku "


"Ooo jadi kamu berusaha mendapatkan Raesa dengan menyuruh orang lain, itu artinya kamu tidak tulus mencintainya. Kalau kamu memang merasa sangat mencintai nya, pergi cari sendiri dia , jangan hanya mengandalkan uang untuk menemukan nya" Ujar Sandy marah


Tiba tiba Syaif mendekat dan memukul Sandy , Nando dan Nanda yamg sejak tadi hanya mendengarkan kini mereka dengan terpaksa ikut campur dengan masalah kakak nya


" Kakak jangan memukul kak Sandy , kenapa kakak pemarah " Ujar Nando yang memegang tangan Syaif


" Biar kan dia memukul ku Nando, biar dia puas dengan apa yang dia tuduhan kan, aku sudah meminta maaf tapi dia tetap egois, biar kan dia melakukan nya kalau perlu biar dia membunuh aku sekalia" ujar Sandy kesal


" Besar juga nyali kamu untuk menjawab, kamu jangan lagi menginjak kan kaki dirumah ini, aku benci kamu dan kamu bukan lagi saudara ku " Teriak Syaif marah


" Oke jika itu yang kamu mau , tapi itu hanya dengan kami saja. tapi dengan yang lain tidak , karena mereka saudaraku " Jawab Sandy lalu pergi


" Nanda , Nando Assalamualaikum "


" Waalaikum salam " Jawab Nanda dan Nando


Sandy pergi dari rumah Syaif, dengan rasa kecewa karena Syaif tidak memaafkan nya.


" Ya Allah beri kesabaran dalam menghadapi masalah ini, terbuka kan lah pintu hati Syaif untuk memaafkan Hamba ya Allah " Serunya dalam hati