
Di pesantren nanda sibuk dengan ujian hafalan nya begitu juga dengan fatma, ketika selesai ujian kelas diniyah nya nanda dan fatma pergi ke kantin pesantren untuk makan, seperti biasa nanda dan fatma duduk di pojok kantin mungkin sudah menjadi tempat favorit untuk mereka berdua.
" makan apa mbk nanda dan mbk fatma?" tanya santri yang bekerja di kantin itu
" mbk buatkan nasi pecel yang pedas sekali dua " ujar nanda
" siap mbk nanda" jawab mbk santri yang bekerja di kantin tersebut
" fatma kok di dalem kiai ramai orang ya?"
" nan aku belum tahu pasti . tapi seperti nya ada acara keluarga " ujar fatma . dan tak lama kemudian mbk santri datang membawa nasi pecel pesanan nanda dan fatma
" mbk nanda lagi bicara dalem kenapa rame ya " ujar mbk santri
" iya mbk ada apa , apa ada yang sakit ?atau ada acara reoni?" tanya fatma
" itu mbk nanda neng aisyah sekarang mau di tunangan kan sama ustad Abdullah " ujar mbk santri membuat nanda langsung melotot terkejut
" yang bener mbk?" tanya fatma ingin tahu
" aduh ngapain bohong mbk fatma, beneran keluarga ustad Abdullah sudah hadir kok disini " jelas mbk santri lalu pergi dari tempat nanda dan fatma
" ayo kita ke kamar" ajak fatma menarik tangan nanda. mereka pun pergi dari kantin menuju kamar.
sesampainya di kamar nanda duduk di tempat tidurnya
" sekarang menangis lah jika ingin kamu menangis, kamu bilang kamu sudah bisa ikhlas dengan semua ini , tapi apa, kamu menangis hanya untuk seorang laki laki. mana kesabaran mu yang kamu bilang ingin seperti kak raesa, mana ke ikhlasan mu yang kamu bilang ingin ikhlas seperti kak raesa , kamu cengeng nan, lihat kak raesa dia di tinggal kan suami dalam keadaan hamil bahkan sekarang menjadi tulang punggung keluarga kita, tapi apa? dia kuat hadapin ini semua, dia ikhlas hadapin ini semua, dan dia selalu sabar menghadapi nya , dia selalu tersenyum dengan masalah nya karena dia ikhlas kan semua kepada allah sang maha pencipta nya" ujar fatma sedikit marah pada nanda , nanda memeluk fatma
" terimakasih fatma kamu membuat ku sadar bahwa cinta tak harus di tangisi cinta hanya sebuah titipan dari allah, jika memang allah ingin mengambil nya saat ini aku akan sangat bersyukur biar aku tidak kecewa " ujar nanda dengan air mata mengalir
" sudah hapus air matanya, tunjukkan bahwa diri mu wanita kuat dan yakin pada allah bahwa kamu akan dapat yang lebih baik."
" iya kamu benar, aku harus melupakan semuanya dan akan menutup hatiku untuk siapapun sampai aku bener bener dewasa dan siap untuk menikah"
" itu baru nanda yang ku kenal"
" fatma kamu kok pintar sih nasehatin aku?" ujar nanda sambil menghapus air matanya
" ya pintar saja, kamu yang ngajarin heheh"
Nanda mencubit lengan fatma karena merasa di ledekin . kini perasaan nanda jauh lebih baik lagi. meski sakit tapi sekarang sudah sangat baik . dan siap memulai sesuatu yang baru dalam hidup nya. fatma melihat nanda yang mulai tersenyum. fatma sangat bahagia karena nanda sudah bisa menerima semua kenyataan bahwa hubungan nya dengan ustad azam sudah tidak bisa di harapkan lagi